Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Hasil Akhir Final FIFA 2026: Indonesia Juara Kedua Setelah Kalahkan Bulgaria 0-1

    6 April 2026

    Daftar saham paling terkonsentrasi di BEI: BREN, RLCO, DSSA, AGII

    6 April 2026

    Niat Sholat Tabah: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya Lengkap

    6 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 6 April 2026
    Trending
    • Hasil Akhir Final FIFA 2026: Indonesia Juara Kedua Setelah Kalahkan Bulgaria 0-1
    • Daftar saham paling terkonsentrasi di BEI: BREN, RLCO, DSSA, AGII
    • Niat Sholat Tabah: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya Lengkap
    • Mengintip Prospek Saham Kendaraan Listrik ASII, VKTR, dan IMAS di Tengah Isu BBM
    • Kru Kapal Nazila 05 yang Tenggelam di Perairan Utara Taliabu
    • Tekan BBM Tanpa WFH, DPRD Sidoarjo Dorong Transportasi Umum untuk ASN
    • Pencarian Bocah Hilang di DAM Colo Karanganyar, Relawan Sisir 4 Titik Air
    • Mensos Sosialisasi Digitalisasi Bansos di Kabupaten Malang untuk Data yang Lebih Akurat
    • 7 cara meningkatkan kesehatan usus, jangan lewatkan
    • Drama Ikan Lele Mentah MBG
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Fase Tubuh Saat Berpuasa Setiap Jam

    Fase Tubuh Saat Berpuasa Setiap Jam

    adm_imradm_imr16 Maret 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Puasa dan Proses yang Terjadi pada Tubuh

    Puasa merupakan bagian dari banyak budaya dan agama di seluruh dunia. Seperti saat ini, umat Islam tengah menjalani ibadah puasa Ramadan. Dengan berpuasa, tubuh mengembangkan mekanisme untuk beradaptasi dengan ketersediaan makanan yang lebih sedikit. Bahkan, ini memberi sejumlah manfaat, mulai dari penurunan berat badan hingga perlindungan yang signifikan terhadap banyak penyakit.

    Namun, sampai kapan sebenarnya tubuh manusia mampu bertahan tanpa makan dan minum? Apa yang terjadi pada tubuh saat sedang berpuasa? Inilah fase yang dilalui tubuh saat berpuasa dalam setiap jamnya.

    0–4 Jam

    Menurut studi dalam jurnal Current Obesity Reports tahun 2019, selama 3–4 jam pertama puasa, kadar glukosa darah meningkat karena tubuh sedang mencerna dan menyerap makanan. Ini selanjutnya menyebabkan peningkatan sekresi insulin, yang membantu mengatur kadar gula darah untuk memberi sel-sel di seluruh tubuh aliran energi yang stabil.

    Ada pergeseran tingkat beberapa hormon lain pada sekitar titik ini juga. Misalnya, menurut studi dalam jurnal Nutrients tahun 2019, grelin, yaitu si “hormon lapar”, cenderung turun 1–2 jam setelah makan. Di sisi lain, kadar leptin mengalami peningkatan, yang membuat kamu merasa kenyang.

    Pada dasarnya, semua penurunan dan peningkatan kadar hormon ini bertanggung jawab untuk memberi tenaga pada tubuh dan membuat kamu merasa kenyang di antara waktu makan.

    4–16 Jam

    Pada periode 4–16 jam, tubuh berada pada fase katabolik. Pada periode ini, tubuh menggunakan semua nutrisi yang disimpan untuk digunakan. Ini adalah titik di mana simpanan glikogen dipecah dan digunakan sebagai energi. Setelah simpanan tersebut habis, tubuh akan beralih menggunakan lemak dan keton yang tersimpan untuk digunakan sebagai energi, yang biasanya terjadi menjelang akhir 16 jam.

    Lantas, berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai tahap pembakaran lemak? Ini semua bergantung pada apa yang kamu konsumsi. Makin banyak kamu makan karbohidrat dan pati, makin lama waktu yang diperlukan untuk membakar simpanan tersebut dan mencapai tahap pembakaran lemak.

    16–24 Jam

    Saat sudah berpuasa selama 18 jam, tubuh memasuki mode pembakaran lemak dan menghasilkan keton yang signifikan, menurut studi dalam jurnal Obesity tahun 2018.

    Dalam kondisi normal, konsentrasi keton dalam plasma berada di antara 0,05 dan 0,1 mM. Saat berpuasa atau membatasi karbohidrat dalam diet, konsentrasi ini bisa mencapai 5–7 mM.

    Produksi keton bisa dipercepat dengan beberapa latihan yang memompa jantung. Misalnya lari, jalan kaki, bersepeda, atau berenang saat sedang puasa.

    24–48 Jam

    Setelah 24 jam, sel mendaur ulang komponen lama dan memecah protein yang salah lipatan yang terkait dengan penyakit Alzheimer dan lainnya, menurut penelitian dalam jurnal Autophagy tahun 2010. Ini disebut autofagi, suatu proses yang penting untuk peremajaan sel dan jaringan, menghilangkan komponen seluler yang rusak termasuk protein yang salah lipatan.

    Ketika sel tidak memulai autofagi, maka hal-hal buruk akan mulai terjadi, seperti penyakit neurodegeneratif, yang tampaknya terjadi karena berkurangnya autofagi yang terjadi selama penuaan.

    Puasa mengaktifkan autofagi, tetapi ini baru mulai terjadi ketika tubuh secara substansial menghabiskan simpanan glukosa dan kadar insulin mulai turun.

    48+ Jam

    Puasa yang berlangsung hingga lebih dari 48 jam disebut sebagai kondisi puasa jangka panjang atau kondisi kelaparan. Menurut studi dalam jurnal Current Obesity Reports tahun 2018, selama fase ini, tingkat insulin perlahan terus turun, sementara tingkat keton terus meningkat.

    Keton berfungsi sebagai sumber energi utama tubuh dan pemecahan asam amino dari sel otot untuk membantu menjaga massa otot.

    Kendati demikian, puasa jangka panjang yang diawasi secara medis dilaporkan memberikan sejumlah manfaat. Misalnya, satu studi dalam jurnal PLoS One tahun 2019 menemukan bahwa puasa berkepanjangan antara 4 hingga 21 hari memicu penurunan gula darah, berat badan, tekanan darah, dan lemak perut, bersamaan dengan penurunan rasa lapar dan peningkatan kesejahteraan fisik dan emosional.

    Demikianlah fase-fase yang dilalui tubuh saat berpuasa setiap jamnya. Puasa jangka pendek maupun panjang memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Namun, puasa jangka panjang tidak direkomendasikan untuk semua orang dan bisa sangat berbahaya. Puasa jangka panjang hanya boleh dilakukan di bawah bimbingan dan pengawasan ahli kesehatan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Drama Ikan Lele Mentah MBG

    By adm_imr6 April 20261 Views

    Kronologi Siswa SMK Bangka Pusing dan Mual Usai Makan Burger MBG, Roti Berjamur

    By adm_imr5 April 20263 Views

    7 Makanan yang Membantu Embrio Menempel di Rahim

    By adm_imr5 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Hasil Akhir Final FIFA 2026: Indonesia Juara Kedua Setelah Kalahkan Bulgaria 0-1

    6 April 2026

    Daftar saham paling terkonsentrasi di BEI: BREN, RLCO, DSSA, AGII

    6 April 2026

    Niat Sholat Tabah: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya Lengkap

    6 April 2026

    Mengintip Prospek Saham Kendaraan Listrik ASII, VKTR, dan IMAS di Tengah Isu BBM

    6 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?