Perluasan Peran FK Unusa dalam Pengembangan Keilmuan Kedokteran
Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa) terus memperluas perannya dalam pengembangan keilmuan kedokteran melalui kerja sama internasional. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Program Fellowship bersama University Sains Malaysia (USM) yang telah berjalan selama dua tahun.
Program ini menjadi wadah kolaborasi lintas negara dalam pengembangan Intervention Pain Management (IPM), sekaligus memperkuat posisi FK Unusa sebagai pusat pembelajaran dan praktik IPM di Indonesia yang diminati hingga tingkat Asia Tenggara. Komitmen tersebut kembali ditunjukkan dengan selesainya program fellowship yang diikuti oleh peserta asal Malaysia, dr Al Hafiz bin Ibrahim. Selama enam bulan sejak Agustus 2025, dia menjalani pendalaman keilmuan dan praktik IPM di Surabaya.
Program Fellowship yang Komprehensif
Koordinator program fellowship FK Unusa, Dr dr Rita Vivera Pane, Sp.KFR (K), FIPP, menyampaikan bahwa fellowship dirancang sebagai program komprehensif yang mengintegrasikan penguatan teori, keterampilan klinis, serta pertukaran pengalaman antarnegara. “FK Unusa terus mengembangkan keilmuan Intervention Pain Management melalui kolaborasi dengan berbagai kolegium profesi di Indonesia. Program fellowship ini menjadi salah satu bentuk kontribusi kami dalam memperluas manfaat keilmuan tersebut hingga tingkat internasional,” ujar Rita.
Selama mengikuti program, peserta fellowship terlibat dalam berbagai kegiatan akademik dan klinis, mulai dari pembelajaran berbasis kasus, perkuliahan, workshop, konferensi ilmiah, hingga pelatihan teknologi diagnostik menggunakan ultrasound scanning. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di Rumah Sakit Haji Surabaya sebagai rumah sakit pendidikan mitra FK Unusa.
Bagi dr Al Hafiz, pengalaman belajar di FK Unusa memberikan sudut pandang baru dalam penerapan rehabilitasi medik berbasis intervensi. “Program ini memberikan pengalaman akademik dan klinis yang sangat lengkap. Selain memperdalam kompetensi klinis, saya juga mendapatkan kesempatan berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan dokter muda di Indonesia,” ujarnya.
Dampak Positif Program Fellowship
Program fellowship USM–FK Unusa telah diikuti oleh tiga peserta internasional. Alumni pertama, dr. Hasyimah, kini aktif sebagai pengajar IPM di Malaysia. Program kemudian dilanjutkan oleh dr. Ashari dan terbaru dr Al Hafiz. Keberlanjutan program tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan institusi mitra terhadap kualitas pendidikan dan pengembangan keilmuan di FK Unusa.
Rita menambahkan, penguatan sumber daya manusia kesehatan menjadi elemen penting dalam meningkatkan mutu layanan rehabilitasi medik. “Sumber daya manusia Indonesia memiliki kemampuan yang sangat baik. Ke depan, penguatan kompetensi tersebut perlu terus didukung dengan peningkatan fasilitas layanan kesehatan agar mampu bersaing secara global,” ucapnya.
Strategi Internasionalisasi Pendidikan
Sementara itu, Rektor Unusa, Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono, DEA, IPU, ASEAN.Eng., mengatakan internasionalisasi pendidikan merupakan bagian dari strategi institusi dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi. Dia menilai kerja sama antara Unusa dan USM tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset dan inovasi layanan kesehatan.
“Program fellowship ini menjadi pintu masuk bagi penguatan kerja sama internasional yang lebih luas, mulai dari pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, hingga pengembangan inovasi layanan kesehatan,” jelasnya.







