Gempa Banyuwangi dengan Magnitudo 2,3
Pada hari Kamis, 19 Maret 2026 pukul 23:39 WIB, terjadi gempa bumi di wilayah yang berada sekitar 41 km timur laut Banyuwangi. Gempa ini memiliki magnitudo 2,3 dan kedalaman sekitar 5 km. Gempa yang tergolong kecil dan dangkal ini tidak menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat.
Gempa tersebut dilaporkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yaitu lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas dalam bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, hingga kualitas udara. BMKG memberi informasi bahwa gempa terjadi pada koordinat 7,85 LS dan 114,41 BT.
Banyuwangi sendiri merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur, tepatnya berada di ujung paling timur Pulau Jawa. Jarak antara Banyuwangi dan Surabaya, ibu kota Jawa Timur, berkisar antara 279 km hingga 307 km, tergantung rute dan moda transportasi yang digunakan.
Magnitudo gempa adalah ukuran kekuatan atau energi yang dilepaskan dari pusat gempa (hiposentrum). Skala yang umum digunakan untuk mengukur magnitudo gempa adalah Skala Richter (ML) atau Moment Magnitude (Mw). Dalam laporan resmi BMKG, gempa yang terjadi di Banyuwangi memiliki magnitudo 2,3 dan terjadi pada pukul 23:39:01 WIB.
BMKG juga menyampaikan informasi melalui akun resmi mereka di X, @infoBMKG. Dalam postingannya, BMKG menyebutkan:
“#Gempa Mag:2.3, 19-Mar-2026 23:39:01WIB, Lok:7.85LS, 114.41BT (41 km TimurLaut BANYUWANGI-JATIM), Kedlmn:5 Km #BMKG
Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,”
Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi
Sebelum Terjadi Gempa Bumi
- Mengenali apa yang disebut gempa bumi.
- Memastikan struktur dan lokasi rumah Anda aman dari bahaya seperti longsoran atau liquefaction.
- Merenovasi bangunan agar lebih tahan gempa.
- Mengetahui letak pintu, lift, dan tangga darurat.
- Belajar melakukan P3K dan menggunakan alat pemadam kebakaran.
- Menyimpan nomor telepon penting untuk diberitahu saat terjadi gempa.
- Menata perabotan agar tidak mudah jatuh atau roboh.
- Menyimpan bahan mudah terbakar di tempat yang aman.
- Mematikan air, gas, dan listrik jika tidak sedang digunakan.
Saat Terjadi Gempa Bumi
- Jika berada di dalam bangunan, lindungi kepala dan badan dengan bersembunyi di bawah meja.
- Jika di luar bangunan, hindari dari bangunan, tiang listrik, atau pohon.
- Jika mengendarai mobil, segera keluar dan menjauh dari kendaraan.
- Jika berada di pantai, segera menjauhi area pantai untuk menghindari tsunami.
- Jika tinggal di daerah pegunungan, hindari area yang rentan longsoran.
Setelah Terjadi Gempa Bumi
- Keluar dari bangunan dengan tertib dan gunakan tangga biasa.
- Periksa apakah ada orang yang terluka dan lakukan P3K.
- Telepon atau mintalah pertolongan jika terjadi luka parah.
- Periksa lingkungan sekitar untuk memastikan tidak ada kebakaran, kebocoran gas, atau hubungan arus pendek.
- Jangan masuk ke bangunan yang sudah terkena gempa karena masih berisiko reruntuhan.
- Jangan berjalan di daerah sekitar gempa karena kemungkinan masih ada bahaya susulan.
- Dengarkan informasi dari radio dan hindari berita yang tidak jelas sumbernya.
- Isilah angket yang diberikan instansi terkait untuk mengetahui kerusakan.
- Jangan panik dan tetap berdoa kepada Tuhan YME demi keselamatan kita semua.







