Aksi Warga Malang yang Gagalkan Balap Liar Diapresiasi Polresta
Aksi warga di Jalan Borobudur, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada Sabtu (21/2/2026) berhasil menggagalkan aksi balap liar. Peristiwa ini menarik perhatian masyarakat dan mendapat apresiasi dari Polresta Malang Kota. Lima warga setempat diberikan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas tindakan mereka yang cepat dan tanggap dalam menghadapi kejadian tersebut.
Kejadian Viral di Media Sosial
Aksi balap liar yang terjadi di Jalan Borobudur sempat viral di media sosial. Warga langsung menghentikan kegiatan tersebut saat berlangsung di lokasi kejadian. Bahkan, salah satu sepeda motor milik pebalap liar sempat dilempar ke sungai sebelum dirusak oleh massa.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Putu Kholis, menyatakan bahwa aksi warga patut mendapatkan apresiasi. Menurutnya, warga cukup sigap untuk menghentikan kegiatan yang bisa membahayakan pengguna jalan lainnya. Ia juga menyebutkan bahwa ada warga yang langsung menghubungi polisi melalui nomor 110, serta mengambil langkah cepat agar tidak mengganggu pengguna jalan.
Proses Pendalaman Kasus
Meski aksi balap liar telah digagalkan, Kombes Putu menyatakan bahwa kasus ini masih dalam proses pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut. Ia menjelaskan bahwa balap liar di Jalan Borobudur bukanlah kejadian pertama, melainkan sering terjadi dan mengganggu pengguna jalan.
“Kami sedang mendalami alur sindikasi balap liar yang biasanya beroperasi di Kota Malang,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa beberapa waktu lalu, pihaknya pernah melakukan investigasi di Kabupaten Malang. Meski demikian, ia menegaskan bahwa perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan keberlanjutan penanganan kasus ini.
Lima Warga Diberi Penghargaan
Total ada lima warga yang mendapatkan apresiasi dari Polresta Malang Kota berupa piagam penghargaan. Piagam tersebut langsung diberikan oleh Kombes Putu Kholis Aryana. Salah satu warga yang menerima penghargaan, Andika Surya, menceritakan kejadian tersebut.
Menurut Andika, sebelum aksi balap liar terjadi, ada seseorang oknum yang diduga melakukan pemantauan lokasi. Setelah itu, orang tersebut bergegas pergi dari lokasi, sembari menggeber motornya di depan warga yang sedang ngopi di sebuah warung depan restoran cepat saji.
Karena terusik dengan suara sepeda motor itu, warga langsung menghadang oknum balap motor tersebut. Hingga akhirnya terjadi amuk warga, saat oknum balap motor tersebut putar balik dan kembali lagi ke jalan yang sebelumnya telah ia lalui.
Tindakan Massa dan Penanganan Polisi
“Saat pebalap liar tersebut putar balik, ia langsung dihadang oleh kerumunan warga dan para driver (ojek online) yang ada di sisi jalan,” kata Andika. Kemudian sempat terjadi aksi pemukulan dan sepeda motor itu dibawa ke seberang jalan dan dihancurkan oleh massa.
Tak lama berselang, mobil patroli polisi datang untuk mengamankan situasi di lokasi kejadian. Motor milik pebalap liar yang sudah dihancurkan tersebut kemudian dibuang ke sungai oleh massa. “Setelah polisi datang, akhirnya situasi disterilkan oleh petugas,” ujarnya.
Komitmen Warga Pasca Kejadian
Pasca kejadian tersebut, tidak ada lagi aksi balap liar di Jalan Borobudur Kota Malang. Apabila kejadian terulang, warga sekitar berkomitmen untuk memberikan peringatan terlebih dahulu tanpa mengedepankan kekerasan.
“Hingga saat ini (sekitar enam hari setelah kejadian hari Minggu dini hari) lokasi masih netral dan belum ada aksi balap liar lagi,” tutup Andika.







