Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Kapan iPhone 18 Dirilis? Prediksi Jadwal Rilis 2026 di Indonesia, Desain dan Warna iPhone 18 Pro Max

    12 Februari 2026

    Renungan Katolik Harian: Iman dan Harapan 9 Februari 2026

    12 Februari 2026

    Harga Emas Hari Ini: Trik Memilih Emas Berkualitas

    12 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 12 Februari 2026
    Trending
    • Kapan iPhone 18 Dirilis? Prediksi Jadwal Rilis 2026 di Indonesia, Desain dan Warna iPhone 18 Pro Max
    • Renungan Katolik Harian: Iman dan Harapan 9 Februari 2026
    • Harga Emas Hari Ini: Trik Memilih Emas Berkualitas
    • Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ramadhan 2026 Kutai Timur (Unduh Link)
    • Enam mobil MPV bekas siap mudik, harga mulai Rp50 juta
    • Persija Kalah 0-2 dari Arema FC di Kandang
    • Intuitif vs Kalori: Mana yang Lebih Baik?
    • Ramalan Zodiak Cancer 10 Februari 2026: Finansial, Karir, Kesehatan, dan Cinta
    • Doa Pagi Pertama Ramadan 2026: Latin, Arti, dan Amalan Berkah
    • Penjualan Anak Libatkan Ibu Kandung di Jakarta Barat, Terungkap Perdagangan Orang
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Intuitif vs Kalori: Mana yang Lebih Baik?

    Intuitif vs Kalori: Mana yang Lebih Baik?

    adm_imradm_imr12 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Mengelola Pola Makan: Intuitive Eating vs. Menghitung Kalori

    Mengelola pola makan adalah salah satu tantangan utama dalam menjaga kesehatan dan berat badan ideal. Dua pendekatan populer yang sering dibandingkan adalah pola makan intuitif dan menghitung kalori. Masing-masing memiliki filosofi, metodologi, serta hasil yang berbeda. Perdebatan tentang mana yang lebih efektif tak hanya melibatkan aspek fisiologis, tetapi juga psikologis dan hubungan individu dengan makanan itu sendiri.

    Pola makan intuitif berkembang dari kritik terhadap budaya diet yang ketat dan sering kali menyebabkan hubungan negatif dengan makanan. Fokusnya adalah pada pengenalan sinyal tubuh dan penghormatan terhadap kebutuhan biologis tanpa rasa bersalah atau rasa takut. Sebaliknya, menghitung kalori adalah pendekatan yang lebih teknis, menuntut pelacakan angka energi masuk dan keluar sebagai strategi untuk mencapai tujuan tertentu, misalnya defisit kalori untuk penurunan berat badan. Meskipun efektif untuk beberapa orang, tetapi metode ini juga menghadirkan tantangan tersendiri.

    Apa Itu Pola Makan Intuitif?

    Pola makan intuitif adalah cara makan yang berakar pada mendengarkan sinyal internal tubuh tentang rasa lapar dan kenyang, serta menjalin hubungan yang sehat dengan makanan. Konsep ini dikembangkan oleh dietitians Evelyn Tribole dan Elyse Resch pada tahun 1995 sebagai respons terhadap diet culture yang restriktif dan memperparah gangguan pola makan.

    Pendekatan ini dibangun di atas 10 prinsip utama:
    – Menolak mentalitas diet.
    – Menghormati rasa lapar.
    – Berdamai dengan makanan.
    – Mengenali faktor kepuasan.
    – Merasakan kenyang.
    – Menantang food police.
    – Menghadapi emosi tanpa makan berlebihan.
    – Menghormati tubuh sendiri.
    – Bergerak dengan rasa senang.
    – Menghormati pola makan sehat tanpa tekanan.

    Pola makan intuitif bukan diet bebas batas atau sembarang makan apa pun tanpa sadar. Sebaliknya, pola makan ini mengajarkan mindful eating dan menumbuhkan kepercayaan pada sinyal tubuh agar kebutuhan fisik dan emosional terpenuhi secara seimbang. Studi klinis dan pendukung praktis menunjukkan bahwa pendekatan ini dapat membantu memperbaiki hubungan dengan makanan, meningkatkan citra tubuh, dan menurunkan perilaku makan yang tidak sehat.

    Apakah Pola Makan Intuitif Aman dan Bermanfaat?

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa individu yang menerapkan pola makan intuitif sering melaporkan hubungan yang lebih positif dengan makanan, penurunan rasa bersalah atau malu terkait makan, serta peningkatan kesejahteraan secara keseluruhan. Karena tidak berfokus pada angka atau aturan ketat, pendekatan ini bisa sangat membantu mereka yang pernah mengalami dampak buruk diet tradisional, termasuk pola makan kompulsif atau gangguan makan ringan.

    Namun, bagi sebagian orang yang memiliki kebutuhan metabolik khusus atau yang masih sangat terputus dari sinyal biologis karena kebiasaan makan lama, pola makan intuitif mungkin memerlukan dukungan profesional agar tidak menyebabkan ketidakseimbangan asupan energi.

    Apa Itu Calorie Counting?



    Menghitung kalori (calorie counting) adalah metode yang melibatkan pelacakan jumlah energi yang dikonsumsi dari makanan dan minuman dan sering dipadukan dengan estimasi energi yang dibakar melalui aktivitas fisik. Tujuan utamanya biasanya adalah untuk mengatur berat badan—baik menurunkan, menaikkan, atau mempertahankan. Metode ini mengandalkan konsep dasar kondisi energi: jika kamu mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang kamu bakar (calorie deficit), maka tubuh akan menggunakan cadangan energi, sehingga terjadi penurunan berat badan. Sebaliknya, surplus kalori dapat memicu kenaikan berat badan.

    Kalori sering dihitung melalui aplikasi, buku panduan, atau label makanan. Metode ini memberikan struktur dan angka konkret yang bisa membantu individu melihat hubungan antara apa yang dimakan dan target fisik mereka.

    Keamanan dan Manfaat Menghitung Kalori

    Menghitung kalori dapat membantu banyak orang menjadi lebih sadar akan asupan makanan mereka dan bisa berfungsi sebagai alat pengubah perilaku yang efektif dalam jangka pendek, terutama saat disertai edukasi nutrisi yang baik dalam konteks manajemen berat badan. Namun, riset juga menunjukkan bahwa pendekatan ini bisa berdampak negatif jika dilakukan secara ekstrem atau obsesif. Misalnya, meningkatkan stres terhadap makanan atau bahkan dikaitkan dengan gejala gangguan makan pada sebagian individu.

    Kesulitan lain dari metode ini adalah bahwa angka kalori di label makanan atau basis data sering kali estimasi yang tidak sempurna, sehingga fokus hanya pada angka bisa mengalihkan dari kualitas diet secara keseluruhan.

    Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan Tubuh?

    Dari sudut pandang kesehatan umum, kedua pendekatan bermanfaat tergantung pada kebutuhan dan hubungan individu dengan makanan. Pola makan intuitif sering dipandang lebih berkelanjutan karena mendorong hubungan positif dengan makan tanpa rasa bersalah atau stres yang berlebihan. Orang yang mengalami diet berulang yang gagal atau hubungan emosional yang rumit dengan makanan sering mendapat manfaat besar dari cara ini.

    Menghitung kalori bisa lebih cocok untuk mereka yang memerlukan struktur eksplisit, misalnya individu dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes tipe 2 atau obesitas yang memerlukan kontrol asupan energi lebih ketat. Namun, pendekatan ini perlu dipadukan dengan perhatian terhadap kualitas makanan.

    Secara umum, pendekatan yang lebih menyehatkan secara menyeluruh adalah salah satu yang mempertimbangkan kebutuhan mental dan fisik tanpa menciptakan tekanan psikologis yang tinggi, seperti halnya mindful eating dan nutrisi seimbang yang intuitif.

    Mana yang Lebih Baik untuk Penurunan Berat Badan yang Berkelanjutan?



    Menghitung kalori dapat efektif dalam memunculkan defisit energi yang diperlukan untuk penurunan berat badan dalam jangka pendek. Namun, penelitian menunjukkan bahwa strategi yang hanya fokus pada angka tanpa memperbaiki pola perilaku atau hubungan dengan makanan sering kali tidak bertahan lama. Banyak individu akhirnya kembali ke pola lama saat tidak lagi mengikuti aturan ketat.

    Pola makan intuitif, sebaliknya, tidak dirancang sebagai strategi penurunan berat badan langsung. Meskipun beberapa orang mungkin mengalami perubahan berat melalui pendekatan ini, tetapi tujuannya adalah membangun perilaku makan yang stabil, sadar, dan berkelanjutan, yang dapat membantu mempertahankan berat badan sehat dalam jangka panjang tanpa stres atau rasa bersalah.

    Dalam konteks jangka panjang, banyak ahli nutrisi menyarankan untuk menggabungkan kesadaran internal (pola makan intuitif) dengan edukasi nutrisi yang baik daripada hanya berfokus pada angka.

    Pemilihan antara pola makan intuitif dan menghitung kalori harus disesuaikan dengan tujuan kesehatan, kebutuhan mental, dan gaya hidup individu. Pola makan intuitif menekankan hubungan yang sehat dan tanpa konflik dengan makanan, sementara menghitung kalori memberi alat terukur yang bisa membantu tujuan spesifik seperti manajemen berat badan.

    Strategi terbaik sering kali bukan memilih salah satu saja, tetapi menggabungkan prinsip-prinsip mindful eating, nutrisi seimbang, dan penyesuaian personal sesuai kebutuhan, dengan bimbingan profesional jika diperlukan. Pendekatan holistik ini dapat membantu menciptakan kebiasaan makan yang sehat, realistis, dan berkelanjutan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    7 Ikan Pemberi Keberuntungan, Termasuk Koi dan Arwana

    By adm_imr11 Februari 20260 Views

    Asal-usul Kue Lapis Legit, Simbol Rezeki Berlapis Saat Imlek di Solo

    By adm_imr11 Februari 20260 Views

    Jam Pasir MBG

    By adm_imr11 Februari 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kapan iPhone 18 Dirilis? Prediksi Jadwal Rilis 2026 di Indonesia, Desain dan Warna iPhone 18 Pro Max

    12 Februari 2026

    Renungan Katolik Harian: Iman dan Harapan 9 Februari 2026

    12 Februari 2026

    Harga Emas Hari Ini: Trik Memilih Emas Berkualitas

    12 Februari 2026

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ramadhan 2026 Kutai Timur (Unduh Link)

    12 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Unduh Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026, Lengkap Muhammadiyah dan Kemenag

    8 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?