Tekanan Israel terhadap AS untuk Menyerang Iran
Israel terus mendorong Amerika Serikat (AS) untuk melakukan serangan terhadap Iran, meskipun Presiden Donald Trump masih memiliki keraguan terkait tindakan tersebut. Laporan ini berasal dari Axios yang dikutip oleh Anadolu pada Selasa, mengutip seorang pejabat AS.
Beberapa pejabat Israel, termasuk Kepala Staf Angkatan Pertahanan Jenderal Eyal Zamir dan Direktur Mossad David Barnea, telah berkunjung ke Washington dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini terjadi saat AS meningkatkan penempatan pasukannya di kawasan tersebut.
Pada Senin, Trump memperingatkan bahwa “kemungkinan hal-hal buruk akan terjadi” pada Iran jika pembicaraan nuklir dengan Republik Islam gagal. Ia merujuk pada kapal perang Angkatan Laut AS yang disebutnya sebagai “terbesar dan terbaik” yang sedang menuju wilayah tersebut.
Zamir memberikan pengarahan kepada Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine tentang rencana perang Israel ke Iran selama akhir pekan, menurut beberapa laporan. Seorang pejabat AS yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada Axios bahwa tidak ada yang dihasilkan dari pertemuan tersebut yang mengubah pikiran Caine atau Trump tentang menyerang Iran.
“Sebenarnya Israel-lah yang menginginkan serangan. Presiden Trump tidak setuju,” ujar pejabat tersebut. Seorang pejabat senior AS lainnya juga mengatakan kepada Axios bahwa presiden AS “sebenarnya tidak ingin melakukannya.”
Peristiwa Serangan 2025
Pada Juni 2025, Israel, yang didukung oleh Washington, melancarkan serangan selama 12 hari terhadap Iran. Serangan ini menargetkan situs militer dan nuklir serta infrastruktur sipil, dan menewaskan komandan senior dan ilmuwan Iran.
Iran merespons dengan menyerang fasilitas militer dan intelijen Israel menggunakan rudal dan drone sebelum AS melakukan serangkaian serangan terhadap situs nuklir Iran. Serangan tersebut cepat-cepat mengakhiri negosiasi yang sedang berlangsung antara AS dan Iran mengenai program nuklir Teheran.
Persiapan Negosiasi Baru
Laporan terbaru muncul ketika negosiasi antara AS dan Iran dijadwalkan berlangsung minggu ini. Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa Presiden Trump selalu ingin mengejar diplomasi terlebih dahulu, tetapi jelas dibutuhkan dua pihak untuk berdialog.
Utusan khusus AS (Steve) Witkoff dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Istanbul pada Jumat 6 Februari 2026 untuk membahas program nuklir Iran. Namun, Axios melaporkan bahwa Iran menuntut perubahan lokasi dan menyatakan bahwa Teheran ingin mengubah formatnya.
Laporan menunjukkan bahwa perwakilan dari Turki, Mesir, dan Qatar diharapkan bergabung dalam pembicaraan tersebut. Namun, Axios mengatakan Iran sekarang mendorong untuk mengadakan pembicaraan secara langsung. Selain itu, Teheran ingin memindahkan lokasi dari Istanbul ke Oman.







