Jadwal Libur dan Pembelajaran Sekolah Selama Ramadan 2026
Setelah sekian lama menjadi teka-teki, kini jadwal libur awal puasa Ramadan 2026 untuk anak-anak sekolah telah diumumkan. Pemerintah melalui Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang digelar di Kantor Kemenko PMK pada Kamis (5/2/2026) telah menetapkan skema pembelajaran selama bulan Ramadan.
Rapat yang dipimpin oleh Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menghasilkan beberapa keputusan penting terkait jadwal libur dan pembelajaran. Salah satu keputusan utamanya adalah libur awal puasa Ramadan 2026 yang akan dimulai pada hari Kamis, 18 Februari hingga Jumat, 20 Februari 2026. Setelah masa libur tersebut, siswa akan kembali bersekolah dan menerima pelajaran seperti biasa mulai dari Senin, 23 Februari hingga Senin, 16 Maret 2026.
Selanjutnya, anak-anak sekolah akan kembali libur setelah Ramadan 2026 dalam rangka hari raya Idul Fitri. Libur pasca-Ramadan ini akan berlangsung mulai dari Senin, 23 Maret hingga Jumat, 27 Maret 2026. Berikut adalah rincian lengkap jadwal pembelajaran dan libur selama Ramadan 2026:
- Libur awal puasa Ramadhan: 18 hingga 20 Februari 2026
- Pembelajaran tatap muka: 23 Februari hingga 16 Maret 2026
- Libur pasca-Ramadan: 23 hingga 27 Maret 2026
Libur Seminggu Penuh pada Awal Puasa
Melihat jadwal di atas, kemungkinan besar anak-anak sekolah akan mengalami libur penuh selama seminggu pada awal puasa Ramadan. Hal ini dikarenakan tanggal 16 Februari 2026 yang jatuh pada hari Senin ditetapkan sebagai Cuti Bersama dalam rangka Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Sehari setelahnya, yaitu Selasa, 17 Februari 2026, merupakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang juga ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Berikut jadwal libur anak sekolah pada awal puasa Ramadan 2026:
- Minggu, 15 Februari 2026: Libur reguler akhir pekan
- Senin, 16 Februari 2026: Cuti Bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
- Selasa, 17 Februari 2026: Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
- Rabu, 18 Februari 2026: Libur awal puasa Ramadhan
- Kamis, 19 Februari 2026: Libur awal puasa Ramadhan
- Jumat, 20 Februari 2026: Libur awal puasa Ramadhan
Libur Pasca-Ramadan yang Panjang
Kondisi serupa juga akan terjadi pada libur pasca-Ramadan 2026. Anak-anak sekolah akan libur sekitar dua minggu penuh karena adanya banyak momen libur nasional dan cuti bersama. Mulai dari Hari Suci Nyepi hingga Idul Fitri/Lebaran 2026.
Berikut rincian jadwal libur pasca-Ramadan:
- Senin, 16 Maret 2026: Hari terakhir pembelajaran tatap muka di bulan Ramadhan 2026
- Rabu, 18 Maret 2026: Cuti bersama Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948)
- Kamis, 19 Maret 2026: Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948)
- Jumat, 20 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
- Sabtu, 21 Maret 2026: Idul Fitri 1447 Hijriah
- Minggu, 22 Maret 2026: Idul Fitri 1447 Hijriah
- Senin, 23 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
- Selasa, 24 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
- Rabu, 25 Maret 2026: Libur pasca-Ramadan
- Kamis, 26 Maret 2026: Libur pasca-Ramadan
- Jumat, 27 Maret 2026: Libur pasca-Ramadan
Pembelajaran Selama Ramadan 2026
Pratikno menegaskan bahwa pembelajaran selama Bulan Ramadan tidak hanya diarahkan pada aspek akademik, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat iman, takwa, akhlak mulia, serta karakter sosial anak-anak Indonesia. Ia mendorong pemerintah daerah dan sekolah untuk menindaklanjuti kebijakan tersebut melalui pengaturan teknis yang adaptif dan kontekstual, tanpa mengurangi substansi kebijakan nasional yang telah ditetapkan.
Pemerintah juga mendorong penguatan materi keagamaan yang disesuaikan dengan agama masing-masing peserta didik. Bagi murid beragama Islam, kegiatan dapat berupa tadarus Alquran, pesantren kilat, kajian keislaman, serta aktivitas lain yang mendukung penguatan iman, takwa, dan akhlak mulia. Sementara itu, murid beragama non-Islam difasilitasi melalui bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan lain sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Selain penguatan keagamaan, pembelajaran selama Ramadan juga diarahkan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui berbagai kegiatan sosial dan edukatif. Kegiatan tersebut antara lain berbagi takjil, penyaluran zakat dan santunan, kompetisi keagamaan seperti lomba adzan, musabaqah tilawatil quran (MTQ), cerdas cermat keagamaan, serta berbagai kegiatan positif lainnya.
“Kita ingin anak-anak belajar empati, gotong royong, dan kepedulian sosial. Ramadan ramah anak harus diisi dengan aktivitas yang membangun karakter, termasuk gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat, gerakan satu jam tanpa gawai, dan kegiatan positif lainnya,” tegas Pratikno.







