Perbaikan Jalan di Kabupaten Sidoarjo Fokus pada Kualitas dan Kolaborasi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus berupaya memperbaiki kondisi jalan yang rusak, khususnya di wilayah-wilayah yang mengalami kerusakan parah. Saat ini, sekitar 16 ruas jalan sedang menjadi fokus utama perbaikan. Proses pengerjaan dilakukan dengan dua metode, yaitu melalui Dinas PUBMSDA (Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air) atau oleh Kecamatan menggunakan dana PIWK (Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan).
Bupati Sidoarjo, Subandi, secara aktif melakukan pemantauan langsung ke lokasi-lokasi yang sedang diperbaiki. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa proses perbaikan berjalan lancar dan sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan. Selain itu, dia juga mengajak para pejabat dan masyarakat untuk turut serta dalam pengawasan agar setiap temuan kerusakan bisa segera dilaporkan dan diperbaiki.
Metode Perbaikan yang Digunakan
Perbaikan jalan dilakukan dengan menggunakan aspal hotmix. Hal ini dilakukan agar aspal tidak mudah terkelupas saat terkena air hujan, terutama karena masih dalam musim hujan. Penggunaan aspal hotmix dinilai lebih efektif dalam menghadapi cuaca ekstrem dan lalu lintas yang padat.
Selain itu, Bupati Subandi juga menegaskan bahwa semua perbaikan jalan dilakukan dengan kualitas material yang terjamin. Ia menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan di masyarakat.
Lokasi yang Sedang Diperbaiki
Pekan ini, perbaikan jalan fokus pada lima kecamatan di Kabupaten Sidoarjo, yaitu Waru, Gedangan, Buduran, Sidoarjo, dan Sedati. Di antaranya, ruas Jalan Gedangan–Betro di Kecamatan Gedangan sedang diperbaiki. Bupati Subandi melihat langsung proses pengerjaan dan memastikan bahwa perbaikan berjalan sesuai rencana.
Di ruas Jalan Pagerwojo–Entalsewu di Kecamatan Buduran juga dilakukan pemantauan. Perbaikan jalan di Desa Gedangan hingga perbatasan Desa Betro dilakukan dengan pengaspalan sepanjang 3,7 kilometer. Diharapkan, proyek ini akan selesai dalam waktu dekat.
Pemantauan juga dilakukan di ruas Jalan Kedungrejo–Wadungasri dan ruas Jalan Tropodo–Wedoro, Kecamatan Waru. Perbaikan jalan dilakukan oleh Dinas PUBMSDA mulai dari depan Kecamatan Waru hingga daerah Brebek. Pemantauan harian dilakukan untuk memastikan kualitas pengerjaan dan material tetap terjaga.
Strategi Jangka Panjang
Untuk kerusakan kecil, nantinya akan digunakan aspal coldmix sebagai solusi sementara. Namun, jika volume kerusakan besar, Bupati Subandi menyarankan penggunaan aspal hotmix agar hasilnya lebih tahan lama dan tidak mudah rusak kembali.
Faktor utama kerusakan jalan yang ditemukan dalam sidak Bupati Subandi adalah air hujan, padatnya kendaraan, serta belum adanya saluran drainase di beberapa titik. Oleh karena itu, dalam perbaikan kali ini, jalan yang tidak memiliki saluran air akan dibangunkan drainasenya. Tahun 2027, diharapkan semua ruas jalan memiliki saluran drainase untuk mencegah kerusakan akibat genangan air.
Kolaborasi dan Target Waktu
Bupati Subandi berharap seluruh pengerjaan perbaikan jalan di semua wilayah Kabupaten Sidoarjo dapat rampung sebelum Hari Raya Idulfitri. Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan lebaran dengan aman dan nyaman.
Ia juga menegaskan bahwa kualitas material dan pengerjaan tetap menjadi prioritas utama. Kepala Dinas PUBMSDA Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Makhmud, menyampaikan harapan agar program perbaikan jalan di tingkat kecamatan dapat berjalan beriringan melalui Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK). Harapan tersebut diharapkan dapat tercapai dalam minggu-minggu berikutnya.







