Pengumuman 1 Ramadhan 2026 dan Persiapan Menjelang Bulan Suci
Pemerintah telah menetapkan pengumuman resmi mengenai tanggal 1 Ramadhan tahun 2026. Dalam Sidang Isbat, ditetapkan bahwa 1 Ramadhan jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Hal ini menjadi informasi penting bagi umat Islam di seluruh Indonesia dalam mempersiapkan diri menjelang bulan penuh berkah ini.
Menjelang Puasa Ramadhan 2026, berbagai persiapan dilakukan mulai dari kesehatan fisik, materi, hingga amalan-amalan yang dianjurkan. Salah satu hal yang perlu dipersiapkan adalah bacaan niat puasa Ramadan. Niat merupakan bagian penting dalam melaksanakan ibadah puasa karena tanpa niat yang benar, puasa tidak sah secara syariat.
Bacaan Niat Puasa Ramadan dan Artinya
Niat puasa Ramadan dibagi menjadi dua jenis, yaitu niat yang dibaca setiap hari atau niat yang dibaca sekaligus untuk sebulan penuh di awal Ramadan. Berikut adalah bacaan niat puasa Ramadan sesuai dengan mazhab Syafi’i:
Bacaan Niat Puasa Setiap Hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Lafal latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.
Bacaan Niat Puasa Sebulan Penuh (Mazhab Maliki):
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Lafal latin: Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.
Waktu yang Dianjurkan untuk Membaca Niat Puasa
Dalam puasa Ramadhan, membaca niat harus dilakukan sebelum terbit fajar. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW: “Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Daud No. 2454, Tirmidzi No. 730)
Dengan demikian, umat Islam dianjurkan untuk membaca niat puasa Ramadhan pada malam hari sebelum fajar tiba. Niat puasa dapat dilakukan dalam hati atau diucapkan.
Bacaan Niat Mandi Puasa
Selain niat puasa, umat Muslim juga dianjurkan untuk melakukan mandi keramas sebelum menjalankan ibadah puasa. Mandi keramas ini dilakukan sebagai bentuk penyucian diri sebelum memasuki bulan Ramadan yang penuh berkah. Adapun bacaan niat mandi puasa adalah:
نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى
Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.
Hukum dan Keutamaan Mandi Puasa
Mandi menjelang puasa Ramadan bukanlah wajib, tetapi sunnah yang dianjurkan. Kendati demikian, jika dilakukan pun tidak ada salahnya. Mandi ini bertujuan untuk mensucikan diri dan bersiap memasuki bulan Ramadan yang suci.
BAZNAS menegaskan bahwa amalan doa mandi puasa Ramadan dapat menjadi awal yang baik dalam menyambut bulan suci. Dengan memahami makna dan tata cara yang benar, umat Islam diharapkan dapat menjalankan puasa Ramadan dengan lebih khusyuk dan penuh kesadaran spiritual.
Rukun dan Tata Cara Mandi Puasa
Membaca Niat
Niat bisa diucapkan dalam hati atau diucapkan secara lisan. Namun, jika sedang berada di kamar mandi yang memiliki WC, maka tidak boleh menyebut nama Allah atau melafazkan niat.Membasuh Seluruh Bagian Tubuh
Air harus mengalir ke seluruh tubuh, termasuk rambut dan bulu. Untuk bagian yang berbulu, air harus mencapai kulit bagian dalam dan pangkal rambut/bulu.Tata Cara Mandi yang Sah
Mandi sunnah atau wajib dapat dibagi menjadi dua jenis: mandi biasa dan mandi sempurna. Mandi biasa cukup dengan meratakan air ke seluruh tubuh, sementara mandi sempurna seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Penjelasan Lengkap tentang Mandi Puasa
Adapun tata cara mandi yang sempurna, seperti yang dijelaskan oleh Imam al-Ghazali dalam Bidayatul Hidayah, adalah sebagai berikut:
- Mulai dengan membasuh kedua telapak tangan.
- Membersihkan segala kotoran yang menempel di tubuh, termasuk membasuh kemaluan.
- Berwudhu sebagaimana tata cara wudhu sebelum shalat.
- Membaca niat lalu mengguyur seluruh badan dari kepala hingga kaki sebanyak 3 kali.
- Mengguyur bagian badan sebelah kanan hingga tiga kali, kemudian bagian badan sebelah kiri juga hingga tiga kali.
- Menggosokkan tangan ke seluruh badan, dimulai dari bagian sebelah kanan lalu mengguyur air secara merata.
- Membasuh kedua kaki dengan air, karena dikhawatirkan bagian dalam telapak kaki tidak terkena air.






