Warga Malang Mengamankan Lingkungan dari Aksi Balap Liar
Warga di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Lowokwaru, Kota Malang, merasa resah akibat aksi balap liar yang terjadi setiap malam. Keresahan ini semakin memuncak hingga warga mengambil tindakan sendiri untuk membubarkan kegiatan tersebut.

Pada Sabtu dini hari (21/2), warga berhasil menemukan satu unit sepeda motor yang diduga digunakan oleh pelaku balap liar. Sebelum dibuang, motor tersebut sempat ditendangi oleh warga secara ramai-ramai. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap aksi balap liar yang mengganggu ketenangan lingkungan.
Andika Surya Adi, salah satu warga yang terlibat dalam kejadian tersebut, menceritakan bahwa insiden berawal dari kondisi yang awalnya aman. Kerumunan warga yang sebelumnya sudah membubarkan diri, kemudian kembali berkumpul setelah melihat seorang oknum pebalap liar yang tampak memantau situasi.

“Seorang pebalap liar memacu motornya dengan kencang dan melakukan bleyer-bleyer sebanyak 3-4 kali di depan kerumunan,” kata Andika.
Warga yang sedang berjaga-jaga sambil menunggu sahur langsung memperhatikan gerak-gerik terduga pelaku. Ternyata, pemotor itu memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, menghasilkan suara knalpot yang sangat bising.
Setelah memacu kendaraannya beberapa kali, pemotor tersebut memutarkan balik. Saat itu, warga dan driver ojek online di sekitar jalan langsung mengadang pemotor tersebut. Pemotor itu dikerumuni oleh driver-driver dan warga, meskipun tidak semua orang bisa diketahui siapa yang melakukan pukulan.

Sepeda motor yang diadang itu dibawa oleh warga ke sisi utara jalanan. Saat proses pengamanan berlangsung, ada sejumlah orang yang menendang motor tersebut. Setelah itu, motor tersebut dibawa ke gang tembusan ke kampung dan akhirnya dimasukkan ke dalam sungai.
Aksi Andika dan warga lainnya mendapat apresiasi dari Polresta Malang. Ia bersama empat warga lainnya menerima penghargaan dari Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana, usai mengamankan lingkungan dari aksi balap liar.
“Sementara ini masih kosong, belum ada balap liar lagi, sudah empat harian lebih ini enggak ada. Alhamdulillah mudah-mudahan tidak ada lagi, karena aksi mereka meresahkan warga,” ujar Andika.
Polisi Izinkan Warga Ambil Tindakan untuk Jaga Keamanan
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menyampaikan bahwa pihak kepolisian memberikan izin kepada warga untuk bertindak lebih dahulu mengamankan aksi balap liar sebelum polisi datang. Kebijakan ini diambil karena aksi balap liar dinilai sangat mengganggu keamanan warga, terlebih saat momen Ramadan seperti ini.
“Apabila masyarakat melihat sebuah peristiwa gangguan keamanan, maupun potensi kriminalitas, kami tentunya berharap juga masyarakat cepat melapor dan masyarakat diperbolehkan mengambil tindakan pertama, untuk mencegah gangguan keamanan, untuk mencegah potensi kriminal menjadi sebuah hal yang merugikan masyarakat,” ujar Putu Kholis Aryana.

Pihaknya pun mengapresiasi keberanian warga di Jalan Soekarno-Hatta dalam mengamankan lingkungannya dari aksi balap liar. Warga kemudian berinisiatif menghubungi call center kepolisian 110, sehingga tim dari Polresta Malang Kota langsung membantu warga turun mengamankan situasi saat itu.
“Di satu sisi ada juga komunitas masyarakat setempat yang mengambil langkah cepat, agar balap liar ini tidak berlangsung, dan tidak membahayakan para pengguna jalan dan masyarakat di sekitar lokasi ini,” pungkasnya.







