Kekalahan Bali United di Tangan Persebaya Surabaya
Persebaya Surabaya berhasil mengalahkan Bali United dengan skor 3-1 dalam pertandingan pekan ke-20 Super League 2025/2026. Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan bagi Bali United, yang bermain di kandang sendiri, yaitu Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
Persebaya Surabaya tampil jauh lebih efektif dan disiplin sepanjang pertandingan. Sebaliknya, Bali United kesulitan mengembangkan permainan sejak menit awal hingga akhir laga. Tiga gol Persebaya Surabaya tercipta lewat penyelesaian Mihailo Perovic pada menit ke-26, disusul oleh Alfan Suaib di menit ke-69, serta Risto Mitrevski empat menit kemudian. Bali United hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui sepakan Jordy Bruijn di menit ke-88.
Hasil akhir 3-1 menunjukkan dominasi Persebaya Surabaya yang mampu memaksimalkan setiap peluang berbahaya. Strategi Bernardo Tavares terbukti efektif dalam meredam kekuatan utama Serdadu Tridatu.
Johnny Jansen, pelatih Bali United, tidak menutupi rasa kecewanya usai laga tersebut. Ia mengakui bahwa timnya sudah menyiapkan rencana untuk laga kali ini, namun Persebaya Surabaya tampil lebih siap secara taktik.
”Kami sangat kecewa dengan hasil ini. Kami sudah punya rencana untuk laga kali ini. Hanya saja yang kami hadapi adalah Persebaya yang mampu meredam upaya serangan kami,” ujar Johnny.
Bali United berusaha menekan dan mencari celah sejak tertinggal lebih dulu. Namun organisasi pertahanan Persebaya Surabaya membuat upaya tersebut berulang kali mentah sebelum masuk area berbahaya.
”Kami sudah berupaya untuk membuka peluang mencetak gol, hanya saja masih ada kesulitan. Sekali lagi, kami kecewa terkait hasil ini,” lanjut dia dengan nada tegas.
Kesaktian Bernardo Tavares terlihat dari bagaimana Persebaya Surabaya mampu menjaga tempo permainan. Tim asal Surabaya itu tak hanya bertahan, tetapi juga cerdas dalam memanfaatkan transisi menyerang. Gol kedua dan ketiga Persebaya Surabaya menjadi pukulan telak bagi Bali United. Dalam rentang waktu singkat, fokus lini belakang tuan rumah runtuh dan sulit kembali bangkit.
Gol Jordy Bruijn di menit-menit akhir sekadar menjadi hiburan bagi publik Dipta. Secara permainan dan efektivitas, Bali United tetap kalah kelas pada laga ini.
Kekalahan tersebut memperpanjang tren negatif Bali United. Dalam tiga laga terakhir, Serdadu Tridatu belum meraih kemenangan dan sudah kebobolan total sembilan gol. Catatan itu jelas mengkhawatirkan bagi tim yang dikenal solid dalam bertahan.
Johnny Jansen menyadari ada pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi. ”Ada beberapa hal yang perlu kami evaluasi, yaitu final pass untuk eksekusi menjadi gol,” ujar Johnny. Dia menilai peluang yang tercipta belum diakhiri dengan keputusan terbaik. Selain lini serang, perhatian khusus juga diarahkan ke sektor pertahanan. Kebobolan terlalu mudah menjadi masalah yang tak bisa lagi ditoleransi.
”Kemudian perihal fokus kini pertahanan agar tidak kebobolan di laga pekan berikutnya,” jelas Johnny. Evaluasi mendalam disebutnya akan segera dilakukan bersama tim pelatih.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi bukti konsistensi Persebaya Surabaya di bawah Bernardo Tavares. Permainan disiplin, efektif, dan penuh determinasi menjadi ciri khas yang kian matang. Persebaya Surabaya tak silau bermain di kandang lawan. Mentalitas tandang yang kuat membuat mereka tampil percaya diri sejak menit awal.
Bagi Bali United, kekalahan ini menjadi alarm keras jelang laga berikutnya. Tekanan pada Johnny Jansen pun kian besar untuk segera mengembalikan performa tim. Super League 2025/2026 masih panjang, namun waktu untuk berbenah tak banyak. Jika tak segera menemukan solusi, Bali United terancam terus kehilangan poin penting.
Laga ini sekaligus menegaskan duel taktik antara dua pelatih asing di Liga Indonesia. Pada akhirnya, Bernardo Tavares keluar sebagai pemenang dengan strategi yang lebih tajam dan efektif.







