KBIHU Al-Wahid Gelar Manasik Haji 4 Hari di Sebatik
Kegiatan manasik haji yang diselenggarakan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Wahid Rezki Barokah berlangsung selama empat hari di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat pemahaman teknis dan spiritual para calon jemaah haji sebelum mereka melakukan perjalanan ke Tanah Suci.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan
Hj Wahida, Direktur KBIHU Al-Wahid Rezki Barokah, menjelaskan bahwa kegiatan manasik haji ini bertujuan untuk menambah pengetahuan jemaah di luar materi yang diberikan oleh Kementerian Haji dan Umrah. Dalam program ini, satu jemaah bisa mengikuti manasik haji sebanyak 12 kali. Hal ini memberikan dasar yang kuat sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Pemateri dalam kegiatan ini terdiri dari para ahli yang berpengalaman dan juga akan menjadi pendamping jemaah haji nantinya. Mereka menyampaikan berbagai materi yang mencakup rukun haji, kesehatan, serta simulasi praktik lapangan.
Rangkaian Materi yang Disampaikan
Pada hari pertama, Kamis (2/4/2026), materi disampaikan oleh H Sayid Abdullah, yang juga menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Nunukan. Ia membahas Sirah Nabawiyah sebagai dasar pemahaman ibadah haji.
Di hari berikutnya, Jumat (3/4/2026), H Sayid Abdullah kembali memberikan materi tentang hikmah ibadah haji serta adab bangsa Arab. Di hari yang sama, dr Irna memberikan pembekalan terkait manasik kesehatan bagi para Calon Jemaah Haji.
Pada Sabtu (4/4/2026), H Muh Soleh, Kepala KUA Tanjung Palas Tanjung Selor, menyampaikan materi teknis pelaksanaan haji, meliputi miqot, ihram, sa’i, tahalul awal, hingga talbiyah. Materi juga dilanjutkan dengan pembahasan miqot, wukuf, mabit di Muzdalifah, lontar jumrah, hingga tahalul tsani.
Puncak kegiatan berlangsung pada Minggu (5/4/2026), ketika H M Asmayadi, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sebatik, mengupas tuntas manasik serta hakikat ibadah haji yang membuat peserta semakin memahami makna spiritual di baliknya.
Tanggapan Calon Jemaah Haji
Salah satu calon jemaah haji, Subaedah, mengaku senang dan bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan, banyak ilmu baru yang didapatkan, termasuk pemahaman teknis pelaksanaan ibadah haji.
“Alhamdulillah, saya sangat senang karena ada ilmu dan pengetahuan baru terkait haji. Kami juga melakukan praktik, sehingga ada gambaran nyata tentang pelaksanaan haji nantinya,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan KBIHU sangat membantu calon jemaah, terutama saat berada di Mekkah dan Madinah. “Dengan adanya KBIHU, akses dan pelaksanaan ibadah di tanah suci jadi lebih mudah, terutama bagi pemula,” tambahnya.
Subaedah juga mengungkapkan bahwa persiapannya kini sudah mencapai 80 persen, berkat kombinasi belajar dari manasik, buku panduan Kementerian Haji dan Umrah, serta berbagi pengalaman dengan jemaah yang sudah berhaji.
Pentingnya Kegiatan Manasik Haji
Kegiatan ini dinilai menjadi bekal penting bagi calon jemaah agar lebih siap, baik secara ilmu, fisik, maupun mental sebelum berangkat ke Tanah Suci.







