Daftar Kecelakaan Kapal di Maluku Utara Tahun 2025 dan 2026
Maluku Utara, yang dikenal sebagai wilayah dengan jalur laut yang padat, mengalami sejumlah kecelakaan kapal pada tahun 2025 hingga awal 2026. Berikut ini adalah rangkuman berbagai insiden yang terjadi selama periode tersebut.
Insiden Awal Tahun 2026
Pada awal tahun 2026, tepatnya tanggal 25 Januari 2026, terjadi kecelakaan KM Indriyani berukuran 6 GT di Halmahera Selatan. Rute kapal tersebut adalah dari Pelabuhan Basar Baru, Desa Babang menuju Desa Pigaraja. Saat memasuki perairan teluk Desa Bibinoi, kapal dihantam gelombang setinggi 1,5 hingga 2 meter. Hantaman itu menyebabkan air masuk ke dalam badan kapal sehingga kapal terbalik dan tenggelam.
Seluruh penumpang panik dan terombang-ambing di laut sambil menunggu pertolongan Tim SAR. Meski begitu, semua penumpang berhasil dievakuasi. Namun, seorang balita berusia 2 tahun bernama Nurul Najwa meninggal dalam kejadian ini. Satu penumpang lainnya, Wildan, dikabarkan hilang saat insiden terjadi. Penyidik kini sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan tersangka.
Kecelakaan KM Intim Teratai
Pada tanggal 17 Februari 2026, KM Intim Teratai rute Bacan, Halmahera Selatan ke Bastiong, Kota Ternate karam di Perairan Desa Makian. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan ke Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate. Dari jumlah total penumpang, 14 orang di antaranya dilarikan ke RSUD Chasan Boesoirie Maluku Utara karena lemas dan luka-luka.
Evakuasi dilakukan secara bertahap menggunakan tiga armada:
- Kapal KPLP milik KSOP Ternate
- Kapal KN SAR Pandudewanata milik Basarnas Ternate
- KM Wibisana milik Ditpolairud Polda Maluku Utara
Kapal KPLP membawa 54 penumpang. Evakuasi kedua dengan Kapal KN SAR Pandudewanata, membawa 137 penumpang dengan 6 di antaranya juga dirujuk ke rumah sakit. Sementara evakuasi ketiga menggunakan KM Wibisana membawa 45 penumpang dengan 1 di antaranya juga dirujuk ke rumah sakit. Total penumpang yang dievakuasi mencapai 236 orang, dan seluruhnya selamat.
Situasi di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate sempat padat karena keluarga penumpang berdatangan untuk menjemput. Para penumpang yang turun dari kapal penyelamat langsung mendapat pengawalan petugas dan diarahkan ke Pos Kesehatan. Di lokasi, Tim Dokkes Polda Maluku Utara melakukan pemeriksaan kesehatan. Sementara Polres Ternate membagikan makanan kepada penumpang. Petugas juga mendata penumpang beserta barang bawaan sebelum dipulangkan menggunakan bus.
Proses evakuasi dipantau langsung oleh Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, Kepala Basarnas Ternate Iwan Ramdani, KSOP Ternate, Lanal Ternate serta unsur SAR gabungan lainnya.
Kecelakaan Kapal Basarnas Ternate
Sebelumnya, pada minggu pertama bulan Februari 2025, terjadi ledakan kapal milik Basarnas Ternate di perairan Desa Gita, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan. Hingga saat ini, penyebab ledakan masih belum diketahui. Kejadian ini menjadi salah satu insiden serius yang tercatat dalam daftar kecelakaan kapal di Maluku Utara.
Flashback: Kecelakaan Speedboat pada 2024
Sedikit flashback pada tanggal 12 Oktober 2024, terjadi kecelakaan (kebakaran) kapal yang merenggut nyawa Benny Laos, seorang tokoh politik yang saat itu sedang bertarung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Maluku Utara. Kebakaran terjadi sekira pukul 13.40 WIT di Pelabuhan Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu. Dalam speedboat tersebut, terdapat beberapa penumpang, termasuk Shely Laos, istri Benny Laos yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Maluku Utara. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.
Kronologis KM Intim Teratai
KM Intim Teratai berukuran 494 GT dan dinakhodai oleh Risman Laode Sunardi. Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Babang menuju Pelabuhan Bastiong Ternate pada Senin (16/2/2026) pukul 21:00 WIT. Namun dalam perjalanan, tepatnya pukul 04:45 WIT, kapal mengalami kandas dan miring di perairan Pulau Makian. Penumpang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Ternate untuk meminta bantuan evakuasi.







