Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Asal Usul Julukan Furap yang Viral, Dimulai dari Erika Carlina

    6 April 2026

    Kemeriahan Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik, Harapan Jadi Cagar Budaya WBTBI

    6 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 7 April 2026
    Trending
    • Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan
    • Asal Usul Julukan Furap yang Viral, Dimulai dari Erika Carlina
    • Kemeriahan Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik, Harapan Jadi Cagar Budaya WBTBI
    • BNNP Sulsel Selidiki Peredaran Narkoba di Lapas
    • Pneumonia Tanpa Batuk? Ini Fakta Pentingnya
    • Remaja Terkena Glaukoma Akibat Konsumsi Manis, Waspadai Pola Makan!
    • 7 resep marinasi ayam lezat untuk buka puasa
    • Dari Tasikmalaya ke Lumpinee: Delfan ‘Kancil’ Bawa Mimpi Ayah ke ONE Championship
    • Jadwal Kapal Pelni KM Gunung Dempo 1-21 April 2026, Berangkat dari Sorong Tanggal 1, 11, 15
    • Deretan Artis Pemenang Perang Melawan Endometriosis
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Daerah»Kemeriahan Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik, Harapan Jadi Cagar Budaya WBTBI

    Kemeriahan Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik, Harapan Jadi Cagar Budaya WBTBI

    adm_imradm_imr6 April 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Tradisi Rioyo Kupat di Pekauman, Gresik Diharapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

    Warga Kelurahan Pekauman, Kecamatan Gresik, berharap tradisi rioyo kupat yang dirayakan setiap tahun 7 hari setelah Idul Fitri dapat ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI). Tradisi ini memiliki makna mendalam dalam kehidupan masyarakat setempat dan menjadi bagian dari identitas budaya lokal.

    Tradisi rioyo kupat berasal dari ajaran Kiai Baka, seorang tokoh spiritual yang memperkenalkan puasa Syawal selama 6 hari. Setelah masa puasa tersebut, masyarakat melakukan acara rioyo atau lebaran ketupat sebagai simbol saling memaafkan. Acara ini dilakukan dengan buka bersama menggunakan nasi ketupat, yang menjadi simbol “ngaku lepat” atau mengakui kesalahan baik sengaja maupun tidak sengaja.

    Sejarah dan Makna Tradisi Rioyo Kupat

    Ahmad Zubairi, sesepuh Kampung Bekakaan, menjelaskan bahwa tradisi ini awalnya dimulai oleh para santri Kiai Baka. Mereka melaksanakan puasa Syawal selama enam hari, lalu menutupnya dengan perayaan rioyo kupat. “Ketupat sendiri merupakan singkatan dari ‘mengaku lepat’, yang artinya meminta maaf atas kesalahan,” ujarnya.

    Zubairi juga menyampaikan bahwa masyarakat Pekauman terbuka terhadap masukan dan kritikan dari sejarawan lain jika ada versi sejarah yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk melengkapi informasi tentang asal usul tradisi rioyo kupat. “Silahkan para sejarawan menyampaikan pandangan mereka agar sejarah bisa lebih lengkap,” tambahnya.

    Upaya Melestarikan Budaya Lokal

    Lurah Pekauman, Agus Hariyono, menegaskan pentingnya terus melaksanakan tradisi rioyo kupat agar dapat diakui sebagai cagar budaya. Ia berharap upaya masyarakat dalam melestarikan budaya silaturahmi ini dapat dicatat sebagai WBTBI. “Semoga upaya kami dalam melestarikan budaya silaturahmi di malam rioyo kupat bisa menjadi cagar budaya wilayah Budaya Tak Benda Indonesia,” ujarnya.

    Camat Gresik, Jalesvie Triyatmoko, juga menyambut baik inisiatif masyarakat Pekauman. Ia menekankan bahwa untuk mendapatkan pengakuan sebagai cagar budaya, diperlukan pelaksanaan kegiatan secara rutin dan melibatkan berbagai pihak. “Perlu partisipasi dari Pemerintah Daerah, Pokdarwis, industri, dan seluruh masyarakat,” jelasnya.

    Jalesvie mencontohkan desa-desa lain yang telah berhasil mengakui budaya mereka sebagai WBTBI. Contohnya adalah kupat ketek, kolak ayam, dan pasar bandeng. Ia berharap Pekauman bisa mengikuti jejak tersebut.

    Peran Masyarakat dalam Pelestarian Budaya

    Masyarakat Pekauman terlibat aktif dalam menjaga tradisi ini. Selain itu, kegiatan rioyo kupat juga menjadi ajang silaturahmi antar warga. Acara ini diselenggarakan setiap tahun, sehingga memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk belajar dan merasakan nilai-nilai budaya yang sudah turun-temurun.

    Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan masyarakat, harapan untuk menjadikan rioyo kupat sebagai WBTBI semakin kuat. Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan nenek moyang, tetapi juga menjadi cara untuk memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan.

    Tantangan dan Peluang

    Meskipun ada semangat tinggi dari masyarakat, beberapa tantangan tetap harus dihadapi. Salah satunya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan budaya lokal. Selain itu, diperlukan juga dukungan dari pihak-pihak terkait seperti dinas budaya dan lembaga pendidikan.

    Namun, dengan komitmen dan kerja sama yang baik, peluang untuk mewujudkan harapan ini sangat besar. Rioyo kupat tidak hanya menjadi acara tahunan, tetapi juga menjadi simbol keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia yang perlu dijaga dan dilestarikan.




    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    By redaksi7 April 20269,362 Views

    Ke Gresik, Gus Ipul Dapat Sambutan Pidato 4 Bahasa dari Siswa Sekolah Rakyat

    By adm_imr6 April 20261 Views

    Harap Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik Jadi Cagar Budaya WBTBI

    By adm_imr6 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Asal Usul Julukan Furap yang Viral, Dimulai dari Erika Carlina

    6 April 2026

    Kemeriahan Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik, Harapan Jadi Cagar Budaya WBTBI

    6 April 2026

    BNNP Sulsel Selidiki Peredaran Narkoba di Lapas

    6 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?