Petualangan Kuliner Tanboy Kun di Balikpapan
Balikpapan kembali menjadi sorotan publik setelah didatangi oleh kreator konten mukbang ternama, Tanboy Kun. Kota yang dikenal dengan julukan Kota Beriman ini mendadak ramai dibicarakan di media sosial usai video petualangan kulinernya viral dan ditonton jutaan kali. Dalam kunjungannya kali ini, ia tidak hanya sekadar mencicipi makanan, tetapi benar-benar menyelami cita rasa khas daerah, dari hidangan legendaris yang sudah puluhan tahun berdiri hingga sajian seafood yang menggoda selera.
Perjalanan kuliner tersebut memperlihatkan sisi lain Balikpapan sebagai surga rasa. Mulai dari nasi kuning yang sudah eksis selama 35 tahun, soto banjar yang bisa terjual ratusan porsi per hari, camilan tradisional berbahan pisang, hingga olahan ikan patin dengan sambal khas, semuanya ia santap dengan gaya khasnya yang cepat namun tetap ekspresif. Setiap lokasi yang dikunjungi menghadirkan suasana berbeda, tetapi sama-sama ramai dan penuh antrean.
- Kehangatan Nasi Kuning Tante Lena, 35 Tahun Bertahan di Tengah Antrean Panjang
Destinasi pertama yang ia datangi adalah Nasi Kuning Tante Lena yang berlokasi di Jalan Adil Makmur, Baru Ilir, Balikpapan, Kalimantan Timur. Dari luar, kedai ini tampak sederhana dan merakyat. Namun siapa sangka, tempat makan tersebut sudah berdiri selama 35 tahun dan tetap konsisten menjaga rasa. Antrean panjang terlihat mengular. Ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak-anak berdiri sabar menunggu giliran. Suasana riuh namun hangat, mencerminkan betapa kuliner ini telah menjadi bagian dari keseharian warga.
Tanboy Kun langsung memesan menu lengkap seharga Rp 30.000. Sepiring nasi kuning hangat disajikan dengan telur dan ikan berbumbu merah yang kaya rempah. Nasi kuning sendiri adalah nasi yang dimasak dengan santan dan kunyit, sehingga berwarna kuning cerah dan beraroma gurih. Dalam videonya, ia mengatakan, “Gue mau makan yang katanya legend di sini, guys, yaitu Nasi Kuning Tante Lena. Nasi Kuning Tante Lena ini udah jualan selama 35 tahun,” ujarnya. Saat suapan pertama masuk ke mulut, ekspresinya langsung berubah puas. Tekstur nasi yang pulen berpadu dengan bumbu ikan yang meresap sempurna. “Uh, enak lho! Gue suka sih, guys,” tambahnya sambil terus menikmati hidangannya di tengah hiruk pikuk pengunjung.
- Soto Banjar Dilla Enak, Ludes 300 Porsi Sehari
Tak berhenti di satu tempat, Tanboy Kun melanjutkan perburuan rasa ke Soto Banjar Dilla Enak yang beralamat di Jalan Letjen Suprapto No. 65, Baru Ulu, Balikpapan, Kalimantan Timur. Jika di lokasi pertama antreannya panjang, di sini bahkan lebih padat hingga sulit dibedakan ujungnya. Kedai ini telah beroperasi hampir 10 tahun dan memiliki catatan penjualan yang mencengangkan. Dalam sehari, mereka bisa menghabiskan 40 kilogram ayam dan menjual lebih dari 300 porsi soto.
Soto Banjar adalah hidangan khas Kalimantan Selatan yang menggunakan kuah bening kekuningan dari campuran rempah seperti kayu manis dan cengkeh. Dalam satu mangkuk besar seharga Rp 20.000, Tanboy Kun mendapatkan isian melimpah: ceker ayam empuk, tulang-tulangan atau balungan (bagian tulang ayam yang masih menyisakan daging), perkedel kentang, irisan telur, soun (mi dari pati), serta siraman kuah kuning kental. Begitu menyeruput kuahnya, ia langsung berseru, “Gue tahu alasannya kenapa ramai, emang enak!” Ia kemudian memadukan mie, ayam, dan kuah dalam suapan cepat khasnya, namun tetap terlihat menikmati setiap gigitan.
- Pisang Gapit Maryati, Manis Legit di Pinggir Jalan
Perjalanan belum selesai. Dalam episode jelajah kuliner berikutnya, Tanboy Kun mengunjungi Pisang Gapit Maryati, sebuah kedai sederhana yang berada di pinggir jalan raya Balikpapan. Suasana pedagang kaki lima begitu terasa dengan suara kendaraan yang lalu lalang menjadi latar alami. Pisang gapit adalah camilan khas Kalimantan yang dibuat dengan cara menjepit atau memipihkan pisang di atas panggangan tradisional, lalu disiram saus gula merah cair.
Proses pembuatannya diperlihatkan langsung, mulai dari pemanggangan hingga pemotongan menggunakan gunting. Ia memesan Pisang Gapit Nangka plus Keju seharga Rp 15.000. Saus gula merah yang kental berpadu dengan parutan keju di atasnya menciptakan kombinasi rasa manis dan gurih. Setelah mencicipi, ia berkomentar, “Pas banget, nggak terlalu manis,” ujarnya sambil menikmati potongan pisang lembut tersebut.
- Pesta Seafood di Rumah Makan Haur Gading
Sebagai penutup, Tanboy Kun menyambangi Rumah Makan Haur Gading, tempat yang dikenal dengan aneka hidangan lautnya. Suasana di sini lebih luas dengan meja kayu panjang dan papan menu besar yang memajang berbagai pilihan makanan berat. Adapun Rumah Makan Haur Gading berlokasi di area Pasar Kebun Sayur (atau dikenal juga belakang Pasar Inpres), Pandansari, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Penonton diajak melihat dapur pengasapan, tempat udang galah, cumi, dan ikan patin dipanggang di atas bara api hingga kecokelatan. Aroma asap bercampur rempah langsung menggugah selera. Dua menu utama yang ia coba adalah Pindang Patin dan Patin Bakar. Pindang adalah olahan ikan berkuah dengan cita rasa asam segar, sedangkan patin bakar disajikan dengan daging lembut dan aroma smokey yang khas. Yang membuat hidangan semakin istimewa adalah Sambal Cacapan. Sambal ini terdiri dari irisan bawang merah, cabai rawit, dan terasi yang disiram air panas, menciptakan sensasi segar dan pedas yang berbeda dari sambal biasa.
Tanboy Kun juga mencampurkan nasi dengan sambal mangga, menghasilkan kombinasi pedas, asam, dan segar. Ia terlihat sangat menikmati setiap suapan, terutama saat menyatukan nasi hangat dengan ikan patin lembut dan sambal cacapan tersebut.
Balikpapan, Surga Kuliner yang Ramai dan Merakyat
Dari nasi kuning legendaris 35 tahun, soto banjar dengan ratusan porsi terjual per hari, camilan pisang gapit khas, hingga seafood dengan sambal unik, petualangan Tanboy Kun di Balikpapan memperlihatkan kekayaan kuliner Kalimantan Timur yang tak bisa dipandang sebelah mata. Kesamaan dari semua tempat yang ia kunjungi adalah suasana ramai, antrean panjang, serta cita rasa yang konsisten. Video viral tersebut bukan hanya mengangkat nama Tanboy Kun, tetapi juga menjadi promosi gratis bagi pelaku UMKM kuliner lokal. Balikpapan pun kembali membuktikan diri sebagai destinasi wisata rasa yang patut diperhitungkan, bukan hanya bagi warga lokal, tetapi juga bagi pencinta kuliner dari berbagai daerah di Indonesia.







