Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Prediksi Skor AC Milan vs Inter Milan Malam Ini

    14 Maret 2026

    Kinerja CPO Grup Salim Menggembirakan, Ini Rekomendasi Sahamnya

    14 Maret 2026

    Jadwal Imsakiyah dan Cara Berbuka Puasa yang Benar di Bekasi

    14 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 14 Maret 2026
    Trending
    • Prediksi Skor AC Milan vs Inter Milan Malam Ini
    • Kinerja CPO Grup Salim Menggembirakan, Ini Rekomendasi Sahamnya
    • Jadwal Imsakiyah dan Cara Berbuka Puasa yang Benar di Bekasi
    • 5 Film Oscar 2026 di CATCHPLAY+ yang Wajib Ditonton!
    • Bak Jadi Firasat, Sheila Dara Pernah Sebut Vidi Aldiano, Suami Saya Selamanya, Kini Jadi Nyata
    • Benarkah Selat Hormuz Ditutup? Ini Pernyataan Dubes Iran ke RI
    • BERITA TERKINI Arema FC vs Bali United: Pertarungan Sengit, 1 Menit 2 Gol Bunuh Diri Tercipta
    • 5 cara hindari kendaraan mogok saat mudik
    • Persebaya Dihancurkan Borneo FC 5-1, Torehkan Rekor Buruk Lagi
    • Membuat Air Lebih Manusia untuk Cegah Bencana
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Nasional»Ketua BEM UGM Diteror, DPR RI Minta Usut Pelaku Utama

    Ketua BEM UGM Diteror, DPR RI Minta Usut Pelaku Utama

    adm_imradm_imr18 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    DPR Minta Aparat Usut Tuntas Teror yang Diterima Ketua BEM UGM

    Anggota Komisi X DPR RI, Hilman Mufidi, mengecam keras tindakan teror yang dialami oleh Tiyo Ardianto, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Ia meminta aparat hukum untuk mengusut tuntas siapa saja yang terlibat dalam aksi teror tersebut.

    Tiyo diteror setelah menyuarakan kasus bunuh diri seorang anak di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Hilman, tindakan teror ini merupakan bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat yang dilindungi oleh hukum.

    “Tindakan teror kepada adinda Tiyo, Ketua BEM UGM tentu sangat tidak sepatutnya dilakukan. Saya sangat menyayangkan aksi itu, itu sama saja dengan praktik pembungkaman,” ujar Hilman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/2/2026).

    Ia menegaskan bahwa suara Tiyo adalah wujud dari kebebasan berpendapat dan harus dihormati. “Saya minta aparat mengusut tuntas siapa dalam aksi teror ke adinda Tiyo. Bagaimanapun suara Tiyo itu adalah wujud keterbukaan, wujud kebebasan berpendapat yang sangat perlu dihormati,” tegas politisi Fraksi PKB ini.

    Hilman juga mengingatkan semua pihak untuk menahan diri terhadap dinamika yang terjadi, termasuk terkait dengan kasus bunuh diri seorang anak SD di NTT. “Semua pasti berduka, saya juga sangat prihatin dengan apa yang dialami anak kita di NTT, tapi menyikapi hal itu juga perlu keterbukaan hati, kekuatan pikir, dan setiap kritik terhadap penanganan kasusnya harus disikapi dengan bijak, bukan malah dengan teror,” pungkasnya.

    Teror yang Diterima Tiyo

    Tiyo menerima pesan WhatsApp bernada ancaman penculikan dari nomor dengan kode Inggris empat hari setelah BEM mengkritik Prabowo. Pesan-pesan dengan nada ancaman masuk ke WhatsApp Tiyo, seperti “Agen asing”, “Culik mau?”, “Jangan cari panggung jadi tongkosong”, “Cari dosamu entr” “Banci” “Jangan cari panggung loe ya jual narasi sampah”.

    Pesan itu masuk dari nomor yang sama, namun dikirim dalam waktu yang berbeda-beda. Teror itu diterima Tiyo pertama kalinya pada Senin (9/2/2026). Ada sekitar enam nomor asing yang terus menghubunginya, namun tidak ditanggapi.

    Tidak hanya teror pesan, mahasiswa Fakultas Filsafat UGM itu juga dikuntit oleh dua orang tidak dikenal dan difoto dari kejauhan. Sayangnya, dua sosok bertubuh tegap itu hilang ketika dikejar.

    Isi Surat Tiyo ke UNICEF

    Tiyo mengirimkan surat ke Nations Children’s Fund (UNICEF), Jumat (6/2/2026). Dalam surat itu, ia ingin mengajak dunia untuk ikut menegur pemerintah Indonesia. Menurut Tiyo, pemerintah salah meletakkan prioritas. Mestinya prioritas pemerintah Indonesia adalah peningkatan pendidikan dan kesehatan.

    Pascapengiriman surat, ia telah dihubungi oleh pensiunan UNICEF dan akan membantu menyampaikan langsung ke Direktur Eksekutif UNICEF, Chaterine Russell. Ia menilai teror yang diterima merupakan bahasa kekuasaan. Menurut dia, apapun ekspresi rakyat yang cinta pada bangsanya harus dilindungi.

    “Tidak boleh dianggap sebagai ancaman. Ketika orang yang peduli pada bangsa yang dianggap ancaman, maka orang-orang yang akan bertahan adalah mereka yang cenderung menjajah negaranya dengan cara memperbaiki mulutnya supaya Bapak senang, supaya Bapak Presiden senang,” ungkapnya kepada Tribun Jogja, Jumat (13/2/2026).

    Tak Gentar

    Meski banyak teror yang menimpanya, ia tidak gentar menyuarakan kegelisahannya. Ia memegang prinsip ‘something doesn’t kill you will make you stronger’ (apa yang tidak membunuhmu akan membuatmu lebih kuat).

    Pun sikap BEM UGM tidak akan berubah meski teror menimpanya. “Kita (BEM UGM) punya slogan yang sering diucapkan setiap ketemu di jalan ‘semakin ditekan, semakin melawan’. Jadi justru para peneror harus tahu, semakin meneror kita, itu justru semakin bahaya bagi mereka.”

    “Saya yakin negara, pemerintah nggak akan bunuh saya. Karena kalau bunuh saya, bahayanya akan lebih besar ketimbang keuntungannya,” ungkapnya.

    Ia berharap teror yang ia terima adalah yang terakhir. Teror yang ia terima merupakan alarm yang menunjukkan demokrasi Indonesia tidak baik-baik saja.

    “Saya harap ini terakhir kalinya, tidak hanya BEM UGM. Tidak boleh lagi ada peristiwa teror, penguntitan kepada orang lain atau lembaga lain. Karena di dalam negara demokrasi, kebebasan bukan diberikan oleh negara, tapi ada dalam sendirinya sebagai warga negara,” imbuhnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kepsek Dilaporkan Diancam Oknum Media, Polres Magetan: Butuh Bukti!

    By adm_imr14 Maret 20261 Views

    Taj Yasin Jelajah SPBU Cek Ketersediaan BBM Jelang Lebaran

    By adm_imr13 Maret 20262 Views

    Cek Kalender 2025: Tanggal Jawa Minggu Wage 8 Maret 2026 Lengkap Neptu, Pasaran, Weton

    By adm_imr13 Maret 20267 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Prediksi Skor AC Milan vs Inter Milan Malam Ini

    14 Maret 2026

    Kinerja CPO Grup Salim Menggembirakan, Ini Rekomendasi Sahamnya

    14 Maret 2026

    Jadwal Imsakiyah dan Cara Berbuka Puasa yang Benar di Bekasi

    14 Maret 2026

    5 Film Oscar 2026 di CATCHPLAY+ yang Wajib Ditonton!

    14 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?