Suasana Syahdu di Tengah Hujan
Di tengah cuaca dingin yang mengguyur Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, ribuan jemaah tetap bersemangat mengikuti rangkaian acara Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU). Acara ini menjadi momen penting bagi warga Nahdliyin untuk bermunajat bersama dan memperkuat ukhuwah. Meski hujan deras mengguyur sejak sore hari, para jemaah tidak menyerah dan tetap hadir.
Posko Konsumsi Gratis Menjadi Primadona
Keberadaan posko layanan konsumsi gratis menjadi primadona di tengah suasana hujan. Posko yang dibentuk dari kerja sama antara PC LPBI NU Kota Malang dan PC LP Ma’arif NU Kota Malang ini sukses menghangatkan suasana dan diserbu para jemaah yang membutuhkan asupan energi.
Posko ini menyediakan makanan dan minuman hangat secara cuma-cuma untuk membantu jemaah tetap nyaman mengikuti rangkaian acara sakral tersebut. Terdapat dua titik posko layanan konsumsi gratis, yakni di Jalan Semeru Kota Malang, tepatnya di depan Lapangan Basket dan di samping Mal Olympic Garden (MOG).
Siapkan 14.000 Paket Makanan
Panitia tidak main-main dalam melayani tamu Allah ini. Mereka menyiapkan total 14.000 paket konsumsi di setiap titik. Paket tersebut meliputi makanan cepat saji seperti mie instan, roti, serta minuman hangat berupa kopi, teh, dan air siap minum.
Ketua LPPC LPBI Kota Malang, Hilmy Wildan, menjelaskan alasan pemilihan menu instan. Menurutnya, makanan cepat saji dipilih karena aspek kepraktisan, mengingat kondisi cuaca yang sedang hujan dan mobilitas jemaah yang tinggi.
“Selain itu juga ada roti, air mineral, kopi, dan teh,” kata Hilmy kepada media lokal.
Hilmy menambahkan, keberadaan posko ini menjadi penunjang vital kelancaran acara. Hujan yang turun membuat jemaah lebih memprioritaskan makanan hangat dibandingkan jenis konsumsi lainnya.
Stok Menipis Saking Larisnya
Posko layanan mulai dibuka sejak pukul 20.30 WIB, bertepatan dengan gelombang kedatangan jemaah ke area Stadion Gajayana. Antusiasme yang luar biasa membuat stok konsumsi menipis lebih cepat dari perkiraan.
“Antusiasmenya luar biasa. Gas sudah mau habis, air juga mulai menipis. Ini bukti jemaah memang sangat membutuhkan makanan panas,” tambah Hilmy.
Selain posko utama tersebut, layanan konsumsi gratis juga tersebar di sejumlah titik lain. Tak ketinggalan, puluhan stand UMKM turut memeriahkan suasana dengan berjualan di sepanjang Jalan Merapi Kota Malang. Hingga berita ini diturunkan, arus jemaah terus berdatangan memadati area Stadion Gajayana Malang.
Puncak Peringatan 1 Abad NU
Acara Mujahadah Kubro yang digelar di Stadion Gajayana ini merupakan puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Secara historis, NU didirikan pada tahun 1926, sehingga tahun 2026 menandai satu abad perjalanan organisasi Islam terbesar ini dalam hitungan kalender Masehi.
Kegiatan ini menjadi momentum spiritual bagi warga Nahdliyin untuk bermunajat bersama, mendoakan keselamatan bangsa, dan memperkuat ukhuwah. Stadion Gajayana dipilih karena nilai sejarah dan kapasitasnya yang mampu menampung puluhan ribu massa, meskipun jumlah jemaah yang hadir diprediksi meluber hingga ke jalan-jalan sekitar stadion.







