Koperasi Desa Merah Putih Bantu Petani Selorojo Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Selorojo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, telah melakukan aksi nyata dalam mendukung program nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembelian komoditas jeruk langsung dari petani setempat untuk menyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Langkah ini memberikan angin segar bagi para petani di wilayah tersebut, karena sistem pembelian langsung dinilai lebih menguntungkan dibandingkan dengan mekanisme tradisional yang sering kali melibatkan perantara. KDMP Desa Selorojo berhasil membeli sebanyak kurang lebih 4 kuintal jeruk langsung dari petani, yang jika dihitung per biji mencapai lebih dari 3.100 butir.
Rudianto (46), salah satu petani yang tergabung dalam koperasi, menjelaskan bahwa dirinya sudah menjadi anggota Koperasi Merah Putih sejak awal terbentuk pada tahun 2025 lalu. Ia menyampaikan bahwa koperasi meminta sekitar 3.000 buah jeruk untuk kebutuhan MBG. “Ya Alhamdulillah, kebetulan saya juga anggota Koperasi Merah Putih. Koperasi minta 3000 an jeruk untuk MBG,” ujarnya.
Jenis jeruk yang dijual antara lain keprok 55, siyem madu, dan baby java yang baru memasuki masa awal panen. Pihak koperasi menetapkan standar khusus seperti ukuran jeruk hingga grade super (tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar). “Jadi ada kriteria khusus mulai dari ukuran yang terpenting. Itu sesuai permintaan SPPG katanya,” jelas Rudianto.
Menurutnya, koordinasi yang baik antar anggota koperasi memudahkan petani dalam memasarkan hasil buminya. “Ya karena saya juga anggota koperasi jadi enak koordinasinya tambah mudah,” tambahnya. Dengan adanya jalur distribusi yang ringkas, petani tidak lagi bergantung pada spekulasi harga pasar yang sering kali dipermainkan oleh perantara, sehingga kesejahteraan mereka dapat lebih terjamin.
Peran Koperasi dalam Mendukung Program Nasional
Decky Mahar Lesmana, Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Selorojo, mengungkapkan bahwa upaya pemberdayaan petani lokal di wilayah Kabupaten Malang mulai membuahkan hasil nyata. Pihaknya secara resmi menjadi penyuplai komoditas jeruk untuk menunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG).
“Ini berkat kerja keras semua pihak, kita dapat menyuplai bahan penunjang MBG yakni jeruk khususnya,” terang Decky. Keberhasilan Kopdes Merah Putih menembus jaringan penyuplai MBG tidak datang begitu saja. Awalnya, mereka aktif menawarkan potensi tani ke berbagai pihak. “Awalnya kita nyoba ke beberapa SPPG untuk menawarkan. Terus dibantu juga oleh Dinas Koperasi Kabupaten Malang, akhirnya kita punya link untuk ke MBG,” ujarnya saat ditemui di kantor Kopdesnya.
Decky bilang bahwa memulai pengiriman pada Januari 2026. Koperasinya mencatat sudah melakukan sekitar enam kali pengiriman hingga saat ini. Untuk menjaga kepercayaan, Kopdes Merah Putih menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat. Hal ini dilakukan agar kualitas jeruk yang sampai ke tangan anak-anak di sekolah tetap terjaga.
“Pihak SPPG menetapkan kriteria khusus, mulai dari grade A, AB, hingga C sesuai permintaan,” jelas Decky. “Jeruk dipastikan memiliki ukuran yang seragam dan tidak ada yang busuk atau rusak,” tambahnya. Buah jeruk yang sudah dibeli dari petani dilakukan dua kali penimbangan, yaitu saat jeruk diambil dari petani dan saat diserahkan ke SPPG.
Distribusi dan Rencana Masa Depan
Rata-rata pengiriman mencapai 350 kilogram atau sekitar 3.000 butir jeruk per satu SPPG. Untuk distribusi, pihaknya mendistribusikan di berbagai wilayah di Malang Raya. “Kita distribusinya di Malang Raya ada di Kota, dan Kabupaten. Kalau sekarang kita kirim ke Kota yakni di SPPG Bareng Kota Malang,” jelas Decky.
Pihaknya tidak menutup kemungkinan nantinya akan mengembangkan bahan untuk MBG seperti sayur-sayuran. “Ke depan mungkin ada sayur. Disini juga banyak yang menanam sayur, nanti kita yang salurkan ke SPPG dengan kualitas yang bagus,” pungkasnya.







