Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Hasil Akhir Final FIFA 2026: Indonesia Juara Kedua Setelah Kalahkan Bulgaria 0-1

    6 April 2026

    Daftar saham paling terkonsentrasi di BEI: BREN, RLCO, DSSA, AGII

    6 April 2026

    Niat Sholat Tabah: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya Lengkap

    6 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 6 April 2026
    Trending
    • Hasil Akhir Final FIFA 2026: Indonesia Juara Kedua Setelah Kalahkan Bulgaria 0-1
    • Daftar saham paling terkonsentrasi di BEI: BREN, RLCO, DSSA, AGII
    • Niat Sholat Tabah: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya Lengkap
    • Mengintip Prospek Saham Kendaraan Listrik ASII, VKTR, dan IMAS di Tengah Isu BBM
    • Kru Kapal Nazila 05 yang Tenggelam di Perairan Utara Taliabu
    • Tekan BBM Tanpa WFH, DPRD Sidoarjo Dorong Transportasi Umum untuk ASN
    • Pencarian Bocah Hilang di DAM Colo Karanganyar, Relawan Sisir 4 Titik Air
    • Mensos Sosialisasi Digitalisasi Bansos di Kabupaten Malang untuk Data yang Lebih Akurat
    • 7 cara meningkatkan kesehatan usus, jangan lewatkan
    • Drama Ikan Lele Mentah MBG
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Lari dengan kurang tidur, risiko cedera meningkat tajam

    Lari dengan kurang tidur, risiko cedera meningkat tajam

    adm_imradm_imr3 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pentingnya Tidur Berkualitas untuk Pelari

    Sebagai salah satu olahraga paling populer di dunia, lari menarik perhatian banyak orang. Secara global, diperkirakan lebih dari 620 juta orang rutin berlari, baik dalam acara kompetitif maupun kegiatan santai seperti fun run. Dari mengejar langkah target harian hingga mempersiapkan maraton, banyak pelari rela bangun pagi untuk menjaga konsistensi latihan. Namun, ada satu hal yang sering terlewat, yaitu kualitas tidur.

    Studi baru dari Eindhoven University of Technology mengungkap bahwa pelari dengan kualitas tidur buruk berisiko 1,78 kali lebih besar mengalami cedera dibanding mereka yang tidur cukup dan berkualitas. Dalam riset yang melibatkan 425 pelari rekreasional, tim peneliti menemukan bahwa mereka yang tidur kurang dari tujuh jam semalam atau kerap terbangun menunjukkan 68 persen kemungkinan cedera dalam satu tahun.

    Dalam pernyataan resmi, Prof. Jan de Jonge, psikolog olahraga yang memimpin penelitian ini, menegaskan: “Pelari sering fokus pada jarak, nutrisi, dan pemulihan. Tapi tidur, yang menjadi kunci pemulihan tubuh, seringkali justru diabaikan.” Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Applied Sciences ini merupakan salah satu yang pertama meneliti tidur sebagai faktor multidimensional—meliputi durasi, kualitas, dan gangguan tidur—dalam kaitannya dengan risiko cedera olahraga.

    Profil Tidur dan Risiko Cedera

    Studi ini mengumpulkan data survei dari pelari rekreasional dengan berbagai pengalaman, baik yang baru memulai maupun yang sudah berpengalaman. Rata-rata peserta sudah berlari selama 12 tahun. Peneliti mengumpulkan informasi seputar durasi tidur dan frekuensi gangguan tidur yang dialami peserta, seperti sulit tidur, sering terbangun di malam hari, atau bangun tidur dalam kondisi tidak segar.

    Dari data tersebut, peneliti mengidentifikasi empat profil tidur yang berbeda:
    * Pelari yang tidurnya stabil (48 persen). Konsisten tidur tujuh jam atau lebih. Memiliki kualitas tidur sedikit di atas rata-rata dan jarang mengalami gangguan seperti insomnia atau sering terbangun.
    * Pelari yang tidurnya buruk (37 persen). Tidurnya lebih singkat dari kelompok lain dan sering mengalami masalah tidur seperti sulit terlelap, sering terbangun, atau merasa kurang segar saat bangun.
    * Pelari yang tidurnya efisien (8 persen). Durasi tidur serupa dengan pelari tidur stabil, tetapi kualitas tidurnya jauh lebih tinggi dan mereka bangun dalam kondisi segar.
    * Pelari yang tidurnya terganggu/terputus-putus (7 persen). Tidurnya cukup dan kualitasnya relatif baik, tetapi mereka sering mengalami gangguan tidur, terutama terbangun di tengah malam.

    Para peneliti juga mencatat riwayat cedera selama setahun terakhir yang menyebabkan pelari harus mengurangi latihan atau terpaksa beristirahat. Temuan utama penelitian ini adalah:
    * Sebanyak 60 persen pelari mengalami cedera lari dalam setahun terakhir.
    * Pelari yang pola tidurnya buruk memiliki risiko cedera 1,78 kali lebih tinggi dibanding kelompok lainnya.
    * Bukan cuma durasi tidur yang menentukan risiko cedera, tetapi kombinasi antara tidur singkat, kualitas rendah, dan tidur yang sering terganggu.
    * Secara absolut, pelari dengan kualitas tidur buruk memiliki peluang cedera sebesar 68 persen dalam setahun.

    Mengapa Kualitas Tidur Buruk Meningkatkan Risiko Cedera?

    Meskipun temuan menunjukkan adanya kaitan antara cedera saat berlari dan kualitas tidur yang buruk, tetapi penelitian ini tidak membuktikan bahwa kurang tidur benar-benar menjadi penyebab cedera lari. Namun, kesimpulan tersebut dianggap masuk akal.

    Selama tidur, tubuh masuk ke mode perbaikan, membangun kembali serat otot dan memulihkan energi. Tanpa istirahat yang cukup, proses pemulihan melambat, membuat tubuh lebih sulit pulih setelah berolahraga dan meningkatkan risiko cedera. Dampak kurang tidur meliputi:
    * Otot lebih lemah.
    * Waktu reaksi lebih lambat.
    * Penyembuhan tertunda.

    Atlet yang tidak cukup tidur bukan hanya performanya lebih buruk, tetapi juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami cedera yang sebenarnya bisa dicegah.

    Hubungan Antara Tidur dan Risiko Cedera Olahraga

    • Kelelahan mengganggu koordinasi.
    • Lebih mudah salah langkah, mendarat dengan posisi tidak tepat, atau kehilangan keseimbangan.
    • Otot tidak pulih sepenuhnya.
    • Sistem imun melemah.

    Bahkan satu malam tidur yang buruk bisa mengganggu performa. Namun, kurang tidur yang berlangsung lama dapat menempatkan atlet pada risiko cedera serius dan jangka panjang.

    Jadi, Apakah Harus Menghindari Lari Jika Kurang Tidur?

    Satu malam tidur yang buruk seharusnya tidak membuatmu membatalkan rencana lari. Walaupun rasa lelah setelah tidur yang tidak nyenyak bisa menurunkan motivasi berolahraga dan membuatmu merasa harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan kecepatan yang sama, tetapi dari sisi risiko cedera tidak ada alasan untuk melewatkan lari.

    Orang yang aktif secara fisik umumnya tidur lebih baik, tetapi olahraga saja bukan solusi ajaib. Jika kamu rutin berlari tetapi tetap sulit tidur, itu tanda aspek lain dari sleep hygiene perlu diperhatikan. Misalnya tidak minum alkohol, perhatikan waktu minum kafein, menghindari makan berat sebelum tidur, dan menjaga jadwal tidur yang konsisten.

    Jika kualitas tidur tiba-tiba menurun, bisa jadi beban latihan, pemulihan, atau kebiasaan sehari-hari tidak seimbang. Jika sulit tidur terus-menerus, intensitas latihan mungkin perlu dikurangi. Jika perlu, berkonsultasilah dengan dokter, khususnya jika ada tanda gangguan tidur seperti sleep apnea atau insomnia.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    7 cara meningkatkan kesehatan usus, jangan lewatkan

    By adm_imr6 April 20261 Views

    Ramalan Zodiak 1 April 2026: Kesehatan Cancer Naik, Capricorn Waspada Kelelahan

    By adm_imr5 April 20261 Views

    Perbedaan Body Scrub dan Body Wrap: Pilih yang Tepat!

    By adm_imr5 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Hasil Akhir Final FIFA 2026: Indonesia Juara Kedua Setelah Kalahkan Bulgaria 0-1

    6 April 2026

    Daftar saham paling terkonsentrasi di BEI: BREN, RLCO, DSSA, AGII

    6 April 2026

    Niat Sholat Tabah: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya Lengkap

    6 April 2026

    Mengintip Prospek Saham Kendaraan Listrik ASII, VKTR, dan IMAS di Tengah Isu BBM

    6 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?