Persebaya Surabaya Kembali Menunjukkan Kepedulian Sosial
Persebaya Surabaya, klub kebanggaan Kota Pahlawan, kembali menunjukkan perannya sebagai pelaku sosial yang nyata. Gerakan kemanusiaan yang diadakan oleh klub ini tidak hanya menghibur para suporter, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Momen Penting dalam Aksi Sosial
Gerakan “Dari Tribun untuk Masa Depan” menjadi tajuk utama dari aksi sosial yang dilakukan oleh Persebaya Surabaya. Melalui ajakan ini, klub ingin menyampaikan pesan bahwa mereka tidak hanya berada di lapangan hijau, tetapi juga hadir dalam kehidupan masyarakat.
Pada pertandingan melawan Bhayangkara Presisi Lampung pada 14 Februari 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Persebaya Surabaya memanfaatkan momen tersebut sebagai ruang kebaikan. Mereka mengajak suporter, baik Bonek maupun Bonita, untuk ikut serta dalam aksi berbagi.
Donasi Alat Tulis untuk Anak-Anak
Salah satu bentuk aksi sosial yang diadakan adalah donasi alat tulis untuk anak-anak yang membutuhkan. Persebaya Surabaya mengajak suporter untuk memberikan buku tulis, pensil warna, atau tas sekolah yang layak pakai. Langkah kecil ini diharapkan dapat menjadi awal dari masa depan yang lebih baik bagi anak-anak.
Lokasi pengumpulan donasi dibuat jelas dan mudah dijangkau. Suporter bisa langsung mengantarkan donasi di Gate 2 dan Gate 15 GBT pada tanggal 14 Februari 2026. Klub juga mengingatkan agar aksi berbagi dilakukan dengan tertib dan penuh cinta.
Respons Positif dari Suporter
Respons dari suporter terhadap gerakan ini sangat luar biasa. Kolom komentar dipenuhi rasa haru, bangga, dan dukungan penuh untuk menyukseskan aksi sosial tersebut. Beberapa suporter menulis pesan-pesan yang menunjukkan rasa syukur dan apresiasi atas langkah klub.
Salah satu Bonek menulis, “Masya Allah Tabarakallah,” yang menggambarkan rasa syukur sekaligus apresiasi atas langkah klub. Komentar lain juga menunjukkan rasa bangga dadi Bonek dan rasa cinta terhadap klub.
Dukungan Konkret untuk Aksi Sosial
Banyak suporter yang mengajak sesama Bonek dan Bonita untuk ikut bergerak bersama. Mereka juga menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud keberlanjutan sosial. Salah satu Bonek menulis, “The Real Sustainable for others. Social & Educational Equity. Salut,” yang menunjukkan nilai pendidikan dan pemerataan sosial yang diusung aksi tersebut.
Arti Gerakan Persebaya Surabaya
Gerakan Persebaya Surabaya lewat “Dari Tribun untuk Masa Depan” menjadi bukti bahwa klub ini hadir sebagai institusi sosial, bukan sekadar peserta kompetisi. Tribun yang biasanya identik dengan nyanyian dan dukungan penuh, kini berubah menjadi ruang berbagi harapan.
Aksi donasi alat tulis ini terlihat sederhana, namun dampaknya bisa panjang. Buku tulis, pensil warna, atau tas sekolah layak pakai dapat menjadi jembatan bagi anak-anak untuk terus bermimpi dan mengejar pendidikan lebih baik.
Langkah ini juga mempertegas karakter Bonek yang dikenal militan dan loyal. Di balik semangat wani, tersimpan kepedulian sosial yang terus dirawat bersama klub.
Pesan Kuat dari Persebaya Surabaya
Persebaya Surabaya seperti mengirim pesan kuat, bahwa sepak bola bukan hanya soal skor dan klasemen. Sepak bola juga bisa menjadi medium perubahan sosial yang konkret dan langsung dirasakan.
Momentum laga kandang pada 14 Februari 2026 pun terasa berbeda. Selain mendukung tim menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung, Bonek dan Bonita diajak membawa semangat berbagi ke Stadion Gelora Bung Tomo.
Gerakan Persebaya Surabaya ini juga memperlihatkan bagaimana klub mampu menggerakkan komunitas besar untuk tujuan positif. Ketika ribuan suporter bergerak bersama, dampaknya tak hanya terasa di tribun, tetapi juga di luar stadion.
“Dari Tribun untuk Masa Depan” bukan sekadar slogan. Kalimat itu menjadi ajakan reflektif, tribun bukan hanya tempat bersorak, melainkan ruang memulai perubahan.
Tak heran jika banyak suporter mengaku merinding membaca unggahan tersebut. Rasa bangga sebagai Bonek semakin menguat saat klub menunjukkan kepedulian nyata terhadap pendidikan dan masa depan generasi muda.
Di tengah hiruk pikuk kompetisi, Persebaya Surabaya memilih tetap membumi. Klub ini mengingatkan, kekuatan terbesar sepak bola terletak pada solidaritas dan kepedulian.
Gerakan ini menjadi contoh bagaimana klub dan suporter bisa berjalan seiring membangun nilai. Lebih dari sekadar klub, Persebaya Surabaya kembali membuktikan diri sebagai rumah besar yang mengajarkan arti berbagi dan tanggung jawab sosial.
Dari tribun yang penuh nyanyian, kini lahir langkah kecil untuk masa depan lebih baik. Dan bagi Bonek, inilah alasan kuat untuk terus berkata dengan bangga, wani dadi siji dan bangga dadi bagian dari Persebaya Surabaya.







