Keterlibatan Intan Anggraeni dan Rey dalam Kasus Pernikahan Siri yang Mencuri Perhatian
Kasus pernikahan siri antara Intan Anggraeni dan Rey di Kota Malang, Jawa Timur kini menjadi topik hangat di media sosial. Persoalan ini muncul setelah Intan melaporkan suaminya ke polisi karena dugaan pemalsuan identitas dan dokumen. Namun, Rey justru melaporkan balik Intan atas dugaan pencemaran nama baik.
Laporan Awal dari Intan Anggraeni
Intan mengaku baru mengetahui bahwa Rey sebenarnya adalah seorang wanita saat malam pertama pernikahan mereka. Ia langsung menangis dan melapor ke orang tua sebelum akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polresta Malang Kota. Menurut Intan, mereka pertama kali bertemu pada awal Februari 2026 dan berpacaran selama momen Valentine sebelum menikah secara siri pada 3 April 2026.
Intan menyebut bahwa selama hubungan, Rey terlihat seperti laki-laki. Hal ini membuatnya kaget ketika mengetahui fakta sebenarnya.
Penyangkalan dari Rey
Di sisi lain, Rey membantah pernyataan Intan. Ia memastikan bahwa Intan sudah tahu identitasnya sejak awal. Rey bahkan melaporkan balik Intan atas dugaan pemerasan dan pencemaran nama baik. Ia mengklaim bahwa Intan dan keluarganya telah mengetahui identitasnya sebagai perempuan hingga terjadilah pernikahan siri.
“Ya kecewa pasti, karena beritanya tidak sesuai realita. Dari awal dia sudah tahu identitas saya, bahkan keluarganya juga tahu,” ujar Rey saat memberikan klarifikasi kepada awak media.
Rey menegaskan bahwa hubungan mereka tidak dimulai dengan kebohongan. Ia menyebut bahwa Intan juga dikenal dengan nama Vela, yang sudah mengetahui identitasnya sejak awal perkenalan, termasuk saat keduanya bertemu di sebuah kafe atau tempat hiburan malam di Kota Batu.

Hubungan yang Tidak Sepenuhnya Berawal dari Kebohongan
Rey mengungkapkan bahwa hubungan mereka berkembang setelah Intan mengaku memiliki trauma dari hubungan sebelumnya. Ia mencoba memberikan perlakuan yang lebih baik.
“Dia cerita kalau sebelumnya sering diperlakukan kasar. Saya hanya berusaha memperlakukan dia dengan baik, tanpa meminta apa-apa,” ujarnya.
Bantuan Finansial dan Utang yang Dibayarkan
Rey juga menyebut bahwa ia kerap membantu kebutuhan finansial Intan, termasuk melunasi utang-utang pribadi. Ia mengaku bahwa jumlah uang yang diberikan sekitar Rp200 juta.
“Saya juga yang menutup beberapa utangnya. Kalau ditaksir, yang saya berikan kepada Vela sekitar Rp 200 juta,” jelasnya.
Rey mengaku sempat menghentikan pemberian uang selama empat hari untuk menguji situasi, dan dari situ menurutnya, konflik mulai muncul hingga berujung pada laporan ke polisi.
Penyangkalan Terhadap Tuduhan Pemalsuan Dokumen
Terkait tudingan pemalsuan dokumen, Rey membantah keras. Ia menegaskan bahwa identitas yang digunakan adalah asli. Ia juga menepis tudingan intimidasi maupun ancaman terhadap Intan.
“Saya tidak pernah memalsukan dokumen. Identitas yang saya kasih itu asli, saya tidak pernah mengancam atau mengintimidasi dia,” ucapnya.
Laporan Balik oleh Rey
Setelah semua kejadian ini, Rey juga melakukan pelaporan balik atas dugaan pencemaran nama baik dan pemerasan ke Polres Batu. Ia mengklaim bahwa laporan balik ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan Intan ke Polresta Malang Kota atas dugaan pemalsuan identitas dan dokumen.
Awalnya, Rey tidak mengetahui bahwa dirinya dilaporkan oleh Intan. Ia baru mengetahui hal tersebut pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB dari temannya, bahwa video nikah sirinya viral di media sosial.
Narasi yang viral dianggapnya tidak sesuai dengan realita yang sebenarnya. Sebelum laporan balik, Rey sempat berinisiatif untuk melakukan mediasi dengan mendatangi rumah Intan, namun karena tidak mendapatkan respons sama sekali, di situlah Rey kemudian melaporkan balik kepada kepolisian.
Pernyataan dari Intan Anggraeni
Sedangkan dari pihak Intan Anggraeni, ia mengaku baru mengetahui identitas Rey yang sebenarnya sesaat setelah resmi menjadi pasangan suami istri secara siri. “Tahunya pas malam pertama. Setelah saya tahu dia ternyata wanita, saya langsung nangis dan lapor ke orang tua,” ujar Intan.
Hubungan keduanya terbilang singkat. Intan mengenal Rey pada awal Februari 2026 di sebuah kafe di kawasan Kota Batu, lalu menjalin hubungan sejak 14 Februari sebelum akhirnya memutuskan menikah pada 3 April 2026.
Selama masa pendekatan hingga pernikahan, Intan mengaku tak menaruh curiga sedikit pun karena perawakan Rey sangat meyakinkan sebagai laki-laki, baik dari penampilan fisik maupun perilaku sehari-hari.
“Dia ngakunya cowok, dan selama ini kelakuannya juga seperti cowok asli,” kata Intan.
Kecurigaan Adanya Motif Lain
Perwakilan keluarga, Eko NS menyebut, pihaknya telah melaporkan kasus ini ke kepolisian dengan dugaan utama pemalsuan dokumen yang digunakan untuk melangsungkan pernikahan. Tidak hanya itu, keluarga juga mencium adanya indikasi lain yang mencurigakan, sebab sebelum pernikahan Intan sempat diminta mengurus paspor dengan alasan akan diajak berobat ke luar negeri.
“Kita juga khawatir ada indikasi lain. Korban sempat diminta membuat paspor untuk diajak ke Kamboja, katanya untuk berobat. Ini yang membuat kita curiga,” ungkapnya.
Kecurigaan tersebut muncul di tengah maraknya kasus penipuan hingga dugaan tindak pidana perdagangan orang yang kerap diawali dengan modus serupa.
Saat ini, keluarga berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut, tidak hanya soal dugaan pemalsuan identitas, tetapi juga kemungkinan adanya tindak pidana lain.
Terpisah dari itu, Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, membenarkan laporan tersebut. Rahmad Aji memastikan pihaknya tengah melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kasus ini.
“Benar laporan sudah kami terima. Saat ini kasus sedang kita dalami lebih lanjut,” tegasnya.






