Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Hasil Akhir Final FIFA 2026: Indonesia Juara Kedua Setelah Kalahkan Bulgaria 0-1

    6 April 2026

    Daftar saham paling terkonsentrasi di BEI: BREN, RLCO, DSSA, AGII

    6 April 2026

    Niat Sholat Tabah: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya Lengkap

    6 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 6 April 2026
    Trending
    • Hasil Akhir Final FIFA 2026: Indonesia Juara Kedua Setelah Kalahkan Bulgaria 0-1
    • Daftar saham paling terkonsentrasi di BEI: BREN, RLCO, DSSA, AGII
    • Niat Sholat Tabah: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya Lengkap
    • Mengintip Prospek Saham Kendaraan Listrik ASII, VKTR, dan IMAS di Tengah Isu BBM
    • Kru Kapal Nazila 05 yang Tenggelam di Perairan Utara Taliabu
    • Tekan BBM Tanpa WFH, DPRD Sidoarjo Dorong Transportasi Umum untuk ASN
    • Pencarian Bocah Hilang di DAM Colo Karanganyar, Relawan Sisir 4 Titik Air
    • Mensos Sosialisasi Digitalisasi Bansos di Kabupaten Malang untuk Data yang Lebih Akurat
    • 7 cara meningkatkan kesehatan usus, jangan lewatkan
    • Drama Ikan Lele Mentah MBG
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Membuat Haji Ramah Lansia

    Membuat Haji Ramah Lansia

    adm_imradm_imr31 Januari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Calon Jemaah Haji Pikun Dominasi Kalsel

    Sebanyak 34 calon jemaah haji (calhaj) di Kalimantan Selatan (Kalsel) tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan, sehingga gagal berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Data yang dirilis oleh Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) pada Kamis (22/1/2026) menunjukkan bahwa kondisi kesehatan para calhaj tersebut tidak memenuhi standar yang ditetapkan.

    Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalsel, Eddy Khairani, salah satu penyebab utama adalah demensia atau pikun. Hal ini termasuk dalam kategori risiko tinggi yang dapat mengganggu keselamatan jemaah selama pelaksanaan ibadah haji. Penyakit ini dapat menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, berbicara, serta kemampuan mengambil keputusan, yang berdampak pada aktivitas sehari-hari.

    Meski gagal berangkat tahun ini, Kemenhaj tetap menjamin hak jemaah terlindungi. Mereka akan diprioritaskan pada musim haji berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, jemaah tetap memiliki kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji di masa depan.

    Secara nasional, Menhaj, Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (21/1/2026) di Jakarta, menyampaikan bahwa dari total 220.283 jemaah haji reguler dan 14.644 jemaah haji khusus yang telah melakukan pemeriksaan kesehatan, ada 1.135 jemaah haji reguler yang gagal berangkat karena tidak istithaah. Untuk jemaah haji khusus, jumlahnya mencapai 34 orang.

    Selain itu, Kemenhaj juga mencatat ada 704 jemaah haji reguler yang masih perlu dievaluasi kembali kondisi kesehatannya, sementara untuk jemaah haji khusus jumlahnya mencapai 134 orang.

    Istithaah atau mampu menjadi syarat wajib bagi calhaj. Tidak hanya secara finansial, tetapi juga secara fisik dan mental. Hal ini penting untuk memastikan jemaah bisa mencapai haji mabrur tanpa mengancam jiwa. Kesehatan sangat penting untuk memastikan calhaj kuat menghadapi cuaca ekstrem dan aktivitas padat di Arab Saudi, sehingga menekan angka kematian.

    Namun, yang tak kalah penting diperhatikan adalah jemaah lansia. Hal ini tentu menjadi tantangan besar, karena data jemaah haji Indonesia 2026 dari Kemenhaj menunjukkan sekitar 25 persen masuk kategori lansia. Bisa berangkat haji tentu menjadi dambaan banyak orang, terlebih bagi mereka yang telah mendaftar dan sudah menunggu bertahun-tahun.

    Sayangnya, karena daftar tunggu yang panjang, sebagian besar sudah berusia lanjut saat akhirnya bisa berangkat. Bahkan sebagian akhirnya gagal karena menderita demensia atau pikun.

    Penyelenggaraan Haji 2026 ini diharapkan menjadi momentum emas sekaligus tonggak sejarah bagi Kemenhaj RI untuk memperbaiki pelayanan bagi para calhaj Indonesia, khususnya lansia. Tagline “Haji Ramah Lansia, Perempuan, dan Disabilitas” pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini seharusnya bukan slogan semata. Melayani para tamu Allah semaksimal mungkin, tidak cukup sekadar menjalankan tugas.

    Kemenhaj RI harus memberikan jaminan jemaah bisa beribadah dengan tenang, tanpa rasa khawatir akan birokrasi, biaya, maupun keamanan selama di Tanah Suci nanti. Jangan lagi ada kisah jemaah hilang, telantar atau bahkan tidak mendapat makanan.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    7 cara meningkatkan kesehatan usus, jangan lewatkan

    By adm_imr6 April 20261 Views

    Ramalan Zodiak 1 April 2026: Kesehatan Cancer Naik, Capricorn Waspada Kelelahan

    By adm_imr5 April 20261 Views

    Perbedaan Body Scrub dan Body Wrap: Pilih yang Tepat!

    By adm_imr5 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Hasil Akhir Final FIFA 2026: Indonesia Juara Kedua Setelah Kalahkan Bulgaria 0-1

    6 April 2026

    Daftar saham paling terkonsentrasi di BEI: BREN, RLCO, DSSA, AGII

    6 April 2026

    Niat Sholat Tabah: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya Lengkap

    6 April 2026

    Mengintip Prospek Saham Kendaraan Listrik ASII, VKTR, dan IMAS di Tengah Isu BBM

    6 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?