Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Tips Kesehatan Saat Pancaroba dari BMKG Gorontalo

    2 April 2026

    Pemain Muda Perkuat Persiapan PSMS Medan U-19 untuk EPA Championship 2025/2026

    2 April 2026

    Mengenal Glipang Probolinggo, dari Silat ke Identitas Daerah

    2 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 2 April 2026
    Trending
    • Tips Kesehatan Saat Pancaroba dari BMKG Gorontalo
    • Pemain Muda Perkuat Persiapan PSMS Medan U-19 untuk EPA Championship 2025/2026
    • Mengenal Glipang Probolinggo, dari Silat ke Identitas Daerah
    • Kinerja CPO Diperkirakan Positif di 2026, Ini Rekomendasi Sahamnya
    • Seniman Sukoharjo Diduga Lakukan Pelecehan, Korban Akui Diminta Berhubungan
    • Kondisi Terkini Jalur Batulicin Tanahbumbu-Kandangan HSS Kalsel yang Tertutup Longsoran
    • Anak Laki-Laki Menghindar Saat Pubertas, Ini Penjelasannya
    • 6 Tempat Makan 24 Jam di Bali, Legendaris hingga Kekinian
    • Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria Final FIFA Series 2026: Prediksi Skor dan Pemenangnya?
    • 5 Serabi Legendaris Solo untuk Oleh-Oleh, Lezat dan Tahan Lama
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Daerah»Mengenal Glipang Probolinggo, dari Silat ke Identitas Daerah

    Mengenal Glipang Probolinggo, dari Silat ke Identitas Daerah

    adm_imradm_imr2 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Sejarah dan Perkembangan Kesenian Glipang

    Kesenian Glipang merupakan salah satu kesenian tradisional khas Kabupaten Probolinggo yang tumbuh dan berkembang di Desa Pendil, Kecamatan Banyuanyar, Jawa Timur. Kesenian ini dikenal sebagai seni rakyat yang memiliki nilai sejarah, budaya, serta religius yang kuat. Glipang berasal dari latihan pencak silat yang disamarkan sebagai pertunjukan seni untuk mengelabui penjajah Belanda pada masa lalu.

    Kesenian ini tidak lepas dari sosok Sari Truno atau Saritruno, seorang tokoh yang memiliki peran penting dalam penciptaannya. Ia merupakan perantau asal Madura yang bekerja sebagai mandor tebang tebu di Pabrik Gula Gending pada masa penjajahan Belanda. Kesenian ini lahir dari semangat perlawanan terhadap perlakuan tidak adil penjajah. Gerakan pencak silat yang dilatih kepada masyarakat menjadi simbol keberanian dan semangat juang. Untuk mengelabui Belanda, latihan bela diri tersebut diiringi musik sehingga terlihat seperti kesenian biasa. Cara tersebut terbukti efektif dan justru melahirkan bentuk seni baru yang kemudian dikenal sebagai Glipang.

    Nama Glipang sendiri berasal dari kata “gholiban” dalam bahasa Arab yang berarti kebiasaan. Seiring perkembangan dialek lokal, istilah tersebut berubah menjadi Glipang. Kesenian ini juga memiliki nuansa religius karena berkembang di lingkungan masyarakat yang kuat memegang ajaran Islam.

    Perkembangan Tari Glipang sebagai Seni Pertunjukan

    Dalam perkembangannya, kesenian Glipang tidak hanya menampilkan gerakan silat, tetapi juga berkembang menjadi seni tari yang lebih kompleks. Salah satu yang paling dikenal adalah Tari Kiprah Glipang. Tari ini menggambarkan sosok prajurit yang gagah berani dan siap menghadapi medan perang. Gerakannya tegas, dinamis, dan banyak mengadopsi unsur bela diri.

    Selain itu, terdapat pula Tari Papakan yang menggambarkan pertemuan dua tokoh, serta Tari Baris yang menunjukkan formasi prajurit. Menariknya, dalam beberapa pertunjukan, peran perempuan dimainkan oleh laki-laki dengan riasan khusus. Pertunjukan Glipang biasanya terdiri dari beberapa babak, mulai dari tari pembuka, tari inti, hingga lawakan dan drama. Cerita yang diangkat pun beragam, mulai dari kisah kerajaan hingga kehidupan sosial masyarakat.

    Kesenian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penyampaian pesan moral dan dakwah Islam melalui syair lagu yang dibawakan.

    Musik Pengiring dan Ciri Khas Pertunjukan

    Kesenian Glipang memiliki ciri khas pada alat musik pengiringnya. Berbeda dengan kesenian Jawa pada umumnya yang menggunakan gamelan, Glipang menggunakan alat musik seperti jidor, terbang, ketipung, dan terompet. Penggunaan alat musik tersebut disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat yang tidak menggunakan gamelan. Selain itu, unsur musiknya juga dipengaruhi budaya Madura dan nuansa Islami.

    Setiap alat musik memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan ajaran kebaikan dalam Islam. Hal ini menunjukkan bahwa kesenian Glipang tidak hanya bersifat estetis, tetapi juga sarat nilai spiritual. Kostum penari Glipang juga khas, didominasi warna merah dan hitam sebagai simbol keberanian. Atribut seperti ikat kepala, rompi, dan senjata tradisional semakin memperkuat karakter prajurit dalam tarian.

    Sempat Terpuruk, Kini Bangkit Kembali

    Perjalanan kesenian Glipang tidak selalu mulus. Setelah sempat berjaya, kesenian ini mengalami kemunduran bahkan hampir punah, terutama setelah para tokoh pelestarinya wafat. Namun, pada tahun 1970-an, kesenian ini mulai bangkit kembali berkat upaya generasi penerus, termasuk keluarga pendiri. Mereka membentuk sanggar seni untuk menghidupkan kembali Glipang di tengah masyarakat.

    Salah satu tonggak penting adalah berdirinya Sanggar Andhika Jaya yang kemudian resmi terdaftar pada tanggal 5 Februari 1985 di Kanwil Depdikbud Provinsi Jawa Timur. Sejak saat itu, Glipang kembali aktif dipentaskan dalam berbagai acara. Tari Kiprah Glipang bahkan kerap ditampilkan dalam peringatan hari jadi Kabupaten Probolinggo sebagai simbol semangat juang dan identitas daerah.

    Kini, kesenian Glipang tetap bertahan di tengah modernisasi dengan berbagai inovasi, seperti memasukkan unsur hiburan modern tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya. Dengan segala nilai sejarah, perjuangan, dan budaya yang terkandung di dalamnya, kesenian Glipang menjadi salah satu warisan budaya yang terus dijaga keberadaannya oleh masyarakat Probolinggo.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Parkir Surabaya dengan Voucher, Dishub Target Akhir April

    By adm_imr2 April 20262 Views

    10 Korban Kecelakaan Odong-odong Dirawat di RSUD Sumberglagah Mojokerto

    By adm_imr2 April 20261 Views

    Satlantas Polres Tuban catat lonjakan kecelakaan mudik Lebaran 2026, naik 88 persen

    By adm_imr1 April 20263 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Tips Kesehatan Saat Pancaroba dari BMKG Gorontalo

    2 April 2026

    Pemain Muda Perkuat Persiapan PSMS Medan U-19 untuk EPA Championship 2025/2026

    2 April 2026

    Mengenal Glipang Probolinggo, dari Silat ke Identitas Daerah

    2 April 2026

    Kinerja CPO Diperkirakan Positif di 2026, Ini Rekomendasi Sahamnya

    2 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?