Persiapan yang Harus Dilakukan Sejak Awal
Kembali ke tanah air memang menjadi momen yang penuh makna, tetapi kali ini terasa berbeda. Kali pertama, kami harus absen dari agenda kopdar yang selama ini menjadi tradisi setiap kali pulang ke Indonesia. Bukan karena kurang rindu atau enggan bertemu, melainkan karena padatnya jadwal yang harus dijalani dalam waktu yang sangat terbatas.
Rangkaian Kegiatan yang Tidak Bisa Ditinggalkan
Agenda yang harus dihadiri mencakup hal-hal penting dan tidak mudah ditinggalkan. Pertama, kami harus menghadiri pernikahan keponakan tercinta. Selanjutnya, ada urusan sertifikat hak kepemilikan Unit Mediterranean Boulevard Apartment yang harus segera diselesaikan. Di samping itu, kami juga perlu melakukan pembaruan layanan internet banking di beberapa bank.
Selain itu, kami juga ingin mengunjungi kakak satu-satunya yang tinggal di Bandung serta bertemu dengan anak, menantu, dan cucu yang tinggal di Jakarta. Belum lagi silaturahmi dengan adik-adik dan puluhan keponakan yang tentu tak ingin kami lewatkan.
Perjalanan yang Menuntut Kondisi Kesehatan yang Baik
Perjalanan panjang dari Perth, Western Australia, menuju Jakarta melalui Singapura bukanlah hal yang sederhana. Selain membutuhkan biaya, perjalanan ini juga sangat menuntut kondisi kesehatan yang prima. Perbedaan cuaca, perubahan jam biologis, serta ritme aktivitas yang padat menuntut kesiapan fisik dan mental yang baik. Tanpa kesehatan yang terjaga, niat baik dan rencana yang indah justru bisa berubah menjadi beban.
Permohonan Maaf untuk Sahabat-Sahabat
Atas dasar itulah, dengan segala kerendahan hati, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh sahabat di Infomalangraya.com. Pada kesempatan ini, kami belum memungkinkan untuk mengundang sahabat-sahabat dalam acara kopdaran seperti biasanya. Terlebih lagi, selama berada di Jakarta, kami juga menerima kehadiran tiga orang adik ipar yang menginap bersama kami di Mediterranean Boulevard Residence. Waktu dan tenaga kami benar-benar harus diatur dengan sangat bijaksana.
Pentingnya Merawat Kesehatan Diri
Pengalaman ini kembali mengingatkan kami bahwa merawat kesehatan diri bukanlah bentuk keegoisan, melainkan wujud tanggung jawab. Dengan tubuh dan jiwa yang terjaga, kita justru lebih mampu hadir secara utuh bagi keluarga, sahabat, dan orang-orang yang kita kasihi. Tanpa kesehatan, perhatian dan kasih sayang sering kali tidak dapat kita berikan secara maksimal.
Merawat Hubungan dengan Kesadaran
Merawat hubungan persahabatan dan kekeluargaan adalah hal yang sangat berharga. Namun semua itu akan berjalan seiring dan selaras bila diawali dengan kesadaran untuk merawat diri sejak awal. Mengenali batas kemampuan, menjaga keseimbangan energi, dan tidak memaksakan diri adalah bagian dari kebijaksanaan hidup yang kerap kita lupakan.
Harapan untuk Kebersamaan di Masa Depan
Semoga sahabat-sahabat dapat memahami kondisi kami berdua. Doa, niat baik, dan rasa persaudaraan tetap kami kirimkan dari hati yang tulus. Insya Allah, di kesempatan berikutnya, dalam keadaan yang lebih lapang dan sehat, kebersamaan itu dapat kembali terjalin dengan penuh kehangatan.
Kesehatan dan Hubungan yang Saling Menguatkan
Karena pada akhirnya, kesehatan dan hubungan baik adalah dua anugerah yang saling menguatkan. Keduanya layak dirawat dengan penuh kesadaran, kebijaksanaan, dan rasa syukur.
Sekaligus, mohon doa dari semua sahabat di mana pun berada. Siang ini kami berdua akan pulang kampung. Dan selanjutnya kembali ke Australia. Karena sudah ditunggu-tunggu oleh anak, menantu, cucu serta cicit-cicit kami.
Salam hangat dari kami berdua
Diposkan dari ketinggian 100 meteran di unit apartment Mediterania Boulevard
Tjiptadinata Effendi







