Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Distraksi Digital

    11 Februari 2026

    Jadwal SIM Keliling Tangerang Raya Hari Ini: Lokasi Terbaru 9 Februari 2026

    11 Februari 2026

    Mobil listrik murah menggemparkan, LCGC kehilangan daya tarik?

    11 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 11 Februari 2026
    Trending
    • Distraksi Digital
    • Jadwal SIM Keliling Tangerang Raya Hari Ini: Lokasi Terbaru 9 Februari 2026
    • Mobil listrik murah menggemparkan, LCGC kehilangan daya tarik?
    • Media sebagai penjaga marwah konstitusi dan Pancasila
    • Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 77, Ayo Mengamati
    • AHM Perkenalkan Solusi Mobilitas Inovatif di IIMS 2026
    • Kekalahan Pertama di Kandang! Gol Almeida Dianulir, Persija Kalah 2-0 dari Arema FC
    • 7 Obat yang Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Susu
    • Kolaborasi DPK St. Vinsensius dan Puskesmas Siso Gelar CKG untuk Umat Nonohonis
    • Niat dan Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Dzuhur
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Tips»Mobil listrik murah menggemparkan, LCGC kehilangan daya tarik?

    Mobil listrik murah menggemparkan, LCGC kehilangan daya tarik?

    adm_imradm_imr11 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perubahan Besar dalam Peta Industri Otomotif Nasional

    Peta industri otomotif nasional sedang mengalami pergeseran besar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selama lebih dari satu dekade, segmen Low Cost Green Car (LCGC) menjadi raja jalanan sebagai pilihan utama keluarga muda dan pembeli mobil pertama berkat harganya yang sangat terjangkau. Namun, memasuki tahun 2026, dominasi mobil berbahan bakar bensin yang ekonomis ini mulai mendapatkan tantangan serius dari teknologi masa depan.

    Kehadiran mobil listrik mungil dengan harga yang semakin kompetitif kini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Di lantai pameran otomotif hingga jalanan ibu kota, mata masyarakat mulai beralih pada unit-unit nirkabel yang menawarkan efisiensi tinggi dan fitur modern. Pertanyaannya, apakah ini menjadi lonceng kematian bagi era mobil LCGC di Indonesia, atau justru menjadi pemicu bagi mereka untuk berevolusi?

    Serbuan Mobil Listrik Murah dengan Fitur Melimpah



    Pasar mobil murah di Indonesia kini tidak lagi didominasi oleh nama-nama lama. Kehadiran BYD Atto 1, Geely EX2, hingga si mungil Changan Lumin telah mengubah standar “mobil terjangkau” di mata konsumen. Dengan harga yang mulai menyentuh angka Rp170 jutaan hingga Rp200 jutaan, mobil-mobil listrik ini menawarkan nilai lebih dibandingkan LCGC konvensional. Mereka membawa teknologi smart infotainment, sistem keamanan canggih, hingga desain futuristik yang sangat memikat generasi milenial dan Gen Z.

    Daya tarik utama kendaraan listrik ini bukan hanya pada tampilannya yang “kekinian”, tetapi juga pada biaya operasional yang sangat rendah. Tanpa perlu membeli bensin dan biaya perawatan mesin yang jauh lebih simpel, mobil listrik murah kini menjadi pesaing langsung yang sangat mengancam posisi mobil-mobil seperti Sigra, Agya, atau Brio Satya. Data penjualan tahun 2025 bahkan menunjukkan penurunan signifikan pada segmen LCGC akibat pergeseran minat pembeli ke arah kendaraan rendah emisi yang lebih bergengsi.

    Tekanan Ekonomi dan Pudarnya Status Mobil Rakyat



    Di saat mobil listrik mendapatkan berbagai stimulus dari pemerintah, mobil LCGC justru menghadapi kenyataan pahit berupa kenaikan harga yang terus berlanjut. Dulu, masyarakat bisa membawa pulang unit LCGC dengan harga di bawah Rp100 juta, namun kini banderolnya sudah merangkak naik hingga mendekati angka Rp200 juta untuk varian tertinggi. Hal ini membuat selisih harga antara mobil bensin murah dan mobil listrik menjadi sangat tipis, sehingga banyak konsumen yang merasa lebih menguntungkan untuk langsung beralih ke teknologi baterai.

    Kondisi ini diperparah dengan situasi ekonomi di mana daya beli kelas menengah sedang mengalami tekanan. Ketika harga mobil baru semakin sulit dijangkau, konsumen menjadi lebih rasional. Jika anggaran yang dimiliki sebesar Rp200 juta, pilihan antara mobil bensin dengan fitur standar atau mobil listrik dengan fitur premium tentu menjadi pertimbangan yang berat bagi LCGC. Tanpa adanya kebijakan insentif baru yang spesifik bagi kendaraan hemat energi berbahan bakar bensin, segmen ini berisiko kehilangan daya tariknya sebagai solusi transportasi rakyat.

    Peluang Bertahan di Wilayah yang Belum Terjangkau Listrik



    Meski tertekan hebat di kota-kota besar, mobil LCGC sebenarnya masih memiliki satu “benteng” pertahanan terakhir, yaitu wilayah pelosok dan pedesaan. Infrastruktur pengisian daya listrik atau charging station yang belum merata di seluruh nusantara menjadi alasan kuat mengapa mobil bensin masih akan bertahan dalam waktu yang cukup lama. Di daerah terpencil, kemudahan menemukan bahan bakar eceran dan bengkel spesialis mesin konvensional masih menjadi keunggulan mutlak yang belum bisa digantikan oleh teknologi listrik mana pun saat ini.

    Ke depannya, produsen LCGC dituntut untuk tidak hanya mengandalkan harga murah semata. Agar tetap relevan, inovasi seperti penggunaan teknologi hibrida (hybrid) atau bahan bakar nabati (etanol) mungkin menjadi jalan keluar agar tetap dianggap “hijau” dan kompetitif. Jika mampu melakukan transformasi ini, LCGC mungkin tidak akan punah, melainkan bertransformasi menjadi kendaraan operasional yang andal bagi masyarakat di luar jangkauan ekosistem listrik, sembari tetap memberikan nilai ekonomis yang menjadi DNA utamanya sejak dulu.

    Desain Unik dan Stylish Jadi Senjata Andalan Changan Lumin

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Tak Pernah Menyerah, Fullham Incar Striker Muda PSV Eindhoven

    By adm_imr11 Februari 20261 Views

    7 Tips Penting Sebelum Pergi dari Hotel

    By adm_imr11 Februari 20260 Views

    Tips investasi: Emas atau perak, yang lebih menguntungkan?

    By adm_imr11 Februari 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Distraksi Digital

    11 Februari 2026

    Jadwal SIM Keliling Tangerang Raya Hari Ini: Lokasi Terbaru 9 Februari 2026

    11 Februari 2026

    Mobil listrik murah menggemparkan, LCGC kehilangan daya tarik?

    11 Februari 2026

    Media sebagai penjaga marwah konstitusi dan Pancasila

    11 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Unduh Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026, Lengkap Muhammadiyah dan Kemenag

    8 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?