MURYANTO Amin kembali terpilih menjadi Rektor Universitas Sumatera Utara. Ia dikukuhkan memimpin perguruan tinggi ini untuk periode 2026-2031 di Auditorium USU pada Rabu, 18 Januari 2026.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan itu dilakukan oleh Ketua Majelis Amanat USU Agus Andrianto. Muryanto ditetapkan menjadi Rektor USU ke-17 untuk masa jabatan kedua berdasarkan Surat Keputusan MWA Nomor 9/UN5.1.MWA/SK/TP.00.00/2025 tanggal 18 November 2025 tentang Pemberhentian Rektor Universitas Sumatera Utara Periode 2021-2026 dan Pengangkatan Rektor USU periode 2026-2031.
Dalam pidatonya, Agus mengklaim Muryanto terpilih melalui rangkaian penyaringan dan pemilihan rektor USU yang dilaksanakan dengan baik. Ia menyebut terpilihnya Muryanto juga menunjukkan komitmen USU sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) yang menjaga tata kelola yang transparan dan sah secara kelembagaan.
Agus lantas menyinggung polemik yang sempat terjadi selama pemilihan Rektor USU berlangsung sebagai sesuatu yang wajar. “Pemilihan rektor adalah ruang demokrasi akademik yang wajar menghadirkan dinamika dan perbedaan gagasan, namun semuanya bermuara pada tujuan yang sama, yakni membangun USU yang lebih baik,” ujar dia.
Sebelumnya, pemilihan rektor USU sempat menjadi sorotan lantaran terdapat sejumlah dugaan pelanggaran prosedur pemilihan yang digelar pada 25 September 2025. Dugaan itu mencakup keberpihakan terhadap calon tertentu dan beredarnya foto salah satu anggota senat akademik yang diduga memotret surat suara usai mencoblos.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ketika itu sempat menurunkan Inspektorat untuk melakukan penyelidikan pada 13 hingga 18 Oktober 2025. Penyelidikan inspektorat antara lain meliputi pengangkatan Senat Akademik; dan Majelis Wali Amanat atau MWA; Statuta USU dan Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sehubungan dengan dugaan kelebihan pembayaran uang kuliah tunggal atau UKT dan pembayaran remunerasi yang tidak wajar serta daftar aset yang dimiliki USU.
Selain itu, inspektorat juga meminta surat keputusan penjatuhan hukuman pelanggaran integritas akademik (plagiarisme) yang diduga dilakukan oleh Muryanto Amin, dan dokumen penjaringan, penyaringan dan pemilihan rektor periode 2026 – 2031.
Dalam surat yang dilayangkan oleh Forum Penyelamat USU kepada Menteri Brian, perkumpulan yang diinisiasi para alumni ini turut meminta Inspektorat menelisik kerjasama USU dengan Pemkot Medan dalam proyek pembangunan Plaza UMKM Square. Sebab, lahan kampus USU disebut hilang akibat pembangunan gedung Plaza UMKM Square yang diklaim atas usulan USU kepada Pemerintah Kota Medan.
Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek Togar Mangihut Simatupang enggan berkomentar ihwal hasil penyelidikan inspektorat sehingga Muryanto bisa dikukuhkan. Saat dimintai konfirmasi melalui pesan singkat pada Selasa, 27 Januari 2026, Togar hanya membalas “Saya belum bisa menjawab.”
Muryanto disebut-sebut merupakan salah satu orang yang memiliki kedekatan dengan Gubernur Sumut Bobby Nasution. Hal ini diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi saat lembaga antirasuah ini hendak memanggil Muryanto sebagai saksi kasus proyek pembangunan jalan yang melibatkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Sumut, Topan Obaja Putra Ginting.
Ketika itu KPK memanggil Muryanto karena dia mengetahui proses perencanaan penganggaran proyek pembangunan jalan di provinsi yang dipimpin oleh Bobby Nasution tersebut. KPK juga menyebut Muryanto dan Topan berada dalam satu lingkaran pertemanan, termasuk Bobby di dalamnya. “Ini circle-nya, kan, Topan juga, kan circle-nya,” kata Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, pada Senin, 25 Agustus 2025 lalu.
Melansir laman Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara, menantu mantan Presiden Joko Widodo itu juga turut hadir dalam pelantikan Muryanto sebagai rektor. Dalam kesempatan itu, Bobby menyampaikan ucapan selamat kepada Muryanto sekaligus penekanan pentingnya integrasi antara dunia akademik dan kebutuhan dunia kerja di Sumut.
“Lulusan perguruan tinggi ke depan tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus siap kerja, siap berinovasi, bahkan siap menciptakan lapangan kerja,” katanya pada Rabu, 26 Januari 2026.







