Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Daftar Pinjol Legal Februari 2026, Cek Sekarang!

    11 Februari 2026

    6 Shio Beruntung Hari Ini, Senin 9 Februari 2026

    11 Februari 2026

    Chelsea Tawarkan Rp2 Triliun untuk Striker Juventus

    11 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 11 Februari 2026
    Trending
    • Daftar Pinjol Legal Februari 2026, Cek Sekarang!
    • 6 Shio Beruntung Hari Ini, Senin 9 Februari 2026
    • Chelsea Tawarkan Rp2 Triliun untuk Striker Juventus
    • Hari Pers Nasional 9 Februari: Kumpulan Ucapan dan Twibbon HPN 2026 Gratis
    • Moreira Jadikan Marquez Inspirasi Selama Uji Coba MotoGP
    • Breaking News: Persija vs Arema FC, Gol Gustavo Dianulir oleh VAR
    • Sensasi Liwet Dadakan di Alam Kadu Ciamis, Nikmati Durian Bersama
    • Cocok untuk kulit sensitif? Kenali manfaat panthenol dalam perawatan!
    • Cegah Perbuatan Jahat, Baca Doa Setelah Sholat Maghrib Ini
    • Opini: Bunuh Diri, Simbol Kemiskinan Ekstrem dan Kebijakan Publik yang Lemah
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hukum»Opini: Bunuh Diri, Simbol Kemiskinan Ekstrem dan Kebijakan Publik yang Lemah

    Opini: Bunuh Diri, Simbol Kemiskinan Ekstrem dan Kebijakan Publik yang Lemah

    adm_imradm_imr11 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kasus Bunuh Diri YBR: Ironi di Balik Kekurangan Sosial dan Ekonomi

    Kasus bunuh diri yang dilakukan oleh YBR (10), seorang siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), menimbulkan duka mendalam. Tindakan tragis ini terjadi karena tidak terpenuhinya kebutuhan dasar YBR akan buku dan pena. Fakta ini mengungkapkan masalah kemiskinan ekstrem yang melanda keluarga korban. Ibunya adalah orang tua tunggal dengan lima anak tanpa sosok ayah.

    Secara global, kasus bunuh diri menjadi isu serius yang dihadapi berbagai negara, baik berkembang maupun maju. Data terbaru dari Pusiknas Bareskrim Polri mencatat sebanyak 1270 kasus bunuh diri yang ditangani pihak kepolisian sejak Januari hingga November 2025. Namun, data ini belum termasuk kasus terbaru seperti yang terjadi di Kabupaten Ngada.

    Bunuh diri bukan sekadar tindakan individu, tetapi juga fenomena sosial yang menunjukkan adanya gangguan dalam masyarakat. Emile Durkheim, sosiolog Prancis, menyebutnya sebagai indikator patologi masyarakat yang dapat mengganggu stabilitas negara. Menurutnya, bunuh diri mengindikasikan lemahnya integrasi sosial dan krisis regulasi dalam sebuah negara, yang pada akhirnya menyebabkan situasi chaos.

    Jenis-Jenis Bunuh Diridalam Perspektif Durkheim

    Durkheim menjelaskan empat jenis bunuh diri:

    1. Bunuh Diri Egoistis

    Bunuh diri egoistis terjadi ketika ikatan sosial antara individu dan masyarakat melemah. Individu merasa tidak memiliki makna bagi negara dan kehilangan rasa kepedulian terhadap sesama. Hal ini bisa memicu kehilangan landasan moral dan emosional dalam masyarakat.

    2. Bunuh Diri Altruistis

    Bunuh diri altruistis terjadi ketika integrasi sosial sangat kuat. Contohnya adalah aksi bom bunuh diri yang dilakukan untuk keyakinan tertentu. Tindakan ini mengorbankan nyawa orang lain dan membahayakan stabilitas negara.

    3. Bunuh Diri Anomik

    Anomi merujuk pada kekaburan norma dalam hidup seseorang. Kondisi ini diperparah oleh sistem politik absolut, pengangguran, atau depresi ekonomi. Bunuh diri anomik mengancam kepercayaan publik terhadap pemerintah dan bisa membuat masyarakat memilih bunuh diri daripada hidup dalam kesulitan.

    4. Bunuh Diri Fatalistis

    Bunuh diri fatalistis terjadi ketika individu merasa masa depannya tertutup akibat penindasan atau kontrol berlebihan dari sistem sosial. Contoh klasiknya adalah budak yang mengakhiri hidupnya karena putus asa.

    Ironi di Balik Bunuh Diri YBR

    Kasus bunuh diri YBR merupakan contoh bunuh diri anomik, yang dipicu oleh kemiskinan ekstrem. Keluarganya mengalami keterbatasan akses pendidikan, pekerjaan, dan layanan sosial. Banyak rakyat NTT hidup dalam kondisi ekonomi yang kurang sejahtera, sehingga kebutuhan dasar seperti buku tulis dan alat tulis sulit terpenuhi.

    Kemiskinan di NTT bukan hanya soal kekurangan finansial, tetapi juga kurangnya bantuan publik yang tepat sasaran. Program beasiswa dan perlindungan untuk anak sering kali tidak menjangkau keluarga rentan. Justru, bantuan sering diberikan kepada keluarga yang cukup mampu.

    Selain itu, kebijakan pendidikan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) tampaknya tidak sesuai dengan realitas kebutuhan masyarakat NTT. Kebutuhan utama dalam dunia pendidikan di wilayah tersebut lebih berkaitan dengan biaya dan pemenuhan penunjang pembelajaran, bukan semata-mata soal makanan.

    Harapan untuk Perubahan

    Menanggapi kasus YBR, beberapa poin penting perlu diperhatikan:

    • Empati kemanusiaan harus menjadi dasar tindakan. Rasa iba tidak cukup; diperlukan kesadaran kolektif untuk membantu keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi.
    • Kebijakan publik harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Misalnya, bantuan pendidikan lebih prioritas daripada program makanan.
    • Perbaikan ekonomi rakyat menjadi tugas pemerintah. Pembukaan lapangan kerja, pelatihan usaha kecil menengah, serta bantuan modal usaha harus ditingkatkan.

    Dengan langkah-langkah tersebut, potensi masalah sosial seperti yang dialami keluarga YBR bisa diminimalisir.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    8 Fakta Balita Jakarta Dijual ke Merangin, Ibu Banderol 17,5 Juta

    By adm_imr11 Februari 20260 Views

    KPK Tetapkan 14 Anak Buah Menkeu Purbaya sebagai Tersangka Korupsi di Awal 2026

    By adm_imr11 Februari 20260 Views

    Nasib Kapolsek Iptu Made Dipecat, Tak Tangkap Pemain Judi, Perjudian Dibiarkan Dekat Polisi

    By adm_imr11 Februari 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Daftar Pinjol Legal Februari 2026, Cek Sekarang!

    11 Februari 2026

    6 Shio Beruntung Hari Ini, Senin 9 Februari 2026

    11 Februari 2026

    Chelsea Tawarkan Rp2 Triliun untuk Striker Juventus

    11 Februari 2026

    Hari Pers Nasional 9 Februari: Kumpulan Ucapan dan Twibbon HPN 2026 Gratis

    11 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Unduh Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026, Lengkap Muhammadiyah dan Kemenag

    8 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?