Gudang Kimia di Taman Tekno Terbakar, Kekhawatiran Pencemaran Sungai Cisadane Muncul
Pada Senin (9/2/2025), sebuah gudang kimia di kawasan Taman Tekno, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terbakar. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran mengenai dampak pencemaran yang mungkin terjadi pada Sungai Cisadane, salah satu sumber air penting bagi masyarakat sekitar.
Paguyuban Taman Tekno secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas dugaan pencemaran tersebut. Paguyuban ini merupakan wadah komunitas atau organisasi yang menaungi berbagai perusahaan di kawasan industri Taman Tekno, tempat terjadinya insiden kebakaran gudang kimia yang menyimpan bahan pembuatan racun pembasmi hama.
Ketua Paguyuban Taman Tekno, Henry Suhardjo, menyatakan bahwa peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pihak, baik pengelola kawasan maupun perusahaan yang beroperasi di dalamnya. Ia mengungkapkan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan instansi teknis terkait guna memastikan dampak pencemaran dapat segera dikendalikan.
Beberapa langkah penanganan awal telah dilakukan untuk meminimalisir penyebaran material sisa kebakaran ke aliran Sungai Cisadane. Namun, upaya penanganan tidak berhenti pada langkah darurat. Paguyuban Taman Tekno juga menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan kajian ilmiah terkait kondisi sedimen dan kualitas air sungai pasca kebakaran.
Sejauh ini, tim dari BRIN sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengambilan sampel di tujuh titik berbeda. Sampel tersebut terdiri dari sedimen dan cairan air sungai yang akan diuji lebih lanjut di laboratorium. Hasil uji laboratorium tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana aksi (action plan) penanganan jangka panjang.
Beberapa opsi yang tengah dikaji antara lain penggunaan tanaman atau biota tertentu yang memiliki kemampuan menyerap zat kimia (fitoremediasi), maupun pengerukan sedimen apabila ditemukan kandungan berbahaya dalam jumlah signifikan. Dari hasil itu nanti akan dibuat action plan. Apakah akan dibuat tanaman atau biota yang bisa menyerap pestisida tersebut, atau memang harus dilakukan pengerukan terhadap sisa sedimen.
Henry menegaskan, Paguyuban Taman Tekno berkomitmen untuk bersikap terbuka dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan persoalan ini. Ia memastikan, seluruh proses penanganan akan dilakukan berdasarkan kajian ilmiah serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Kami tidak ingin masalah ini berlarut-larut. Komitmen kami adalah memastikan kondisi sungai kembali aman dan tidak membahayakan masyarakat,” tegasnya.
Peran Sungai Cisadane dalam Kehidupan Masyarakat
Sungai Cisadane merupakan salah satu sumber air penting bagi masyarakat di wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya. Oleh karena itu, dugaan pencemaran pasca kebakaran gudang kimia ini menjadi perhatian serius berbagai pihak. Penanganan yang cepat dan efektif sangat diperlukan agar kualitas air tetap terjaga dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat sekitar.
Hingga berita ini ditulis, sosialisasi dan diskusi yang berlangsung di Kantor PT L’Essential Komplek Pergudangan Taman Tekno, Setu, Tangerang Selatan, masih berlangsung. Acara itu turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, dengan didampingi oleh sejumlah organisasi perangkat daerah terkait, dan dari unsur TNI-Polri.
Langkah-Langkah yang Dilakukan
Berikut beberapa langkah yang telah diambil oleh Paguyuban Taman Tekno dan instansi terkait:
- Permintaan Maaf Resmi: Paguyuban Taman Tekno menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas dugaan pencemaran yang terjadi.
- Koordinasi dengan Pemerintah Daerah: Koordinasi intensif dilakukan dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan instansi teknis terkait.
- Penanganan Darurat: Beberapa langkah penanganan awal dilakukan untuk meminimalisir penyebaran material sisa kebakaran ke aliran Sungai Cisadane.
- Kajian Ilmiah dengan BRIN: Paguyuban Taman Tekno menggandeng BRIN untuk melakukan kajian ilmiah terkait kondisi sedimen dan kualitas air sungai.
- Pengambilan Sampel Lapangan: Tim dari BRIN sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengambilan sampel di tujuh titik berbeda.
- Penyusunan Action Plan: Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana aksi penanganan jangka panjang.
- Eksplorasi Solusi Jangka Panjang: Opsi seperti fitoremediasi dan pengerukan sedimen sedang dikaji sebagai solusi jangka panjang.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan dapat memastikan kondisi Sungai Cisadane tetap aman dan tidak membahayakan masyarakat sekitar.







