Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Walisson Maia Siap Kembali Bersama Arema FC Setelah Tes Medis

    29 Maret 2026

    Cara Memilih Jurusan untuk UTBK SNBT 2026

    29 Maret 2026

    Tips kumpul keluarga tanpa stres saat Lebaran, coba sekarang!

    29 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 29 Maret 2026
    Trending
    • Walisson Maia Siap Kembali Bersama Arema FC Setelah Tes Medis
    • Cara Memilih Jurusan untuk UTBK SNBT 2026
    • Tips kumpul keluarga tanpa stres saat Lebaran, coba sekarang!
    • Promo Indomaret 4 Hari, Gula Kristal Rp16.500, Kopi Good Day Rp14.900
    • Doa Marshanda untuk Sienna yang Lepas Hijab: Aku Menerima Putriku Sepenuhnya
    • Harga Tiket Saloka Semarang Lebaran 2026, Bermain Wahana Sepuasnya
    • Selamat Hari Kemenangan, 30 Ucapan untuk Menghapus Dosa
    • Wall Street Turun Tajam: S&P 500 ke Level Terendah 6 Bulan
    • Pembuat Kekerasan Aktivis Andrie Yunus Bersembunyi sebagai Ojol saat Mengintai Korban
    • Prakiraan Cuaca Malang-Batu Jatim 21 Maret 2026: Kota Hujan Ringan, Kabupaten Cerah Berawan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hukum»Pembuat Kekerasan Aktivis Andrie Yunus Bersembunyi sebagai Ojol saat Mengintai Korban

    Pembuat Kekerasan Aktivis Andrie Yunus Bersembunyi sebagai Ojol saat Mengintai Korban

    adm_imradm_imr29 Maret 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pelaku Penyiraman Air Keras Menyamar sebagai Ojol

    Pada malam hari tanggal 12 Maret 2026, pelaku utama penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menyamar sebagai ojek online (ojol). Pelaku ini menggunakan helm biru saat membuntuti korban di lokasi kejadian. Sebelum peristiwa tersebut, ia tampak berada di sekitar Gedung YLBHI beberapa jam. Saat itu, ia mengenakan atribut ojol berwarna hijau sebagai bentuk penyamaran.

    Penyamaran ini dilakukan selama proses pengintaian terhadap korban. Fakta baru ini terungkap dari hasil investigasi yang dilakukan oleh Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD). Berdasarkan investigasi independen TAUD, penyiraman air keras terhadap Andrie diduga merupakan operasi terencana yang melibatkan belasan orang, termasuk warga sipil. TAUD memperoleh bukti permulaan yang menunjukkan bahwa penyerangan terhadap Andrie tidak dilakukan oleh satu aktor tunggal.

    Melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) milik Gedung YLBHI, teridentifikasi adanya belasan pelaku yang diduga kuat saling berkoordinasi sepanjang malam kejadian. Dalam siaran persnya, TAUD menyatakan: “Kami memperoleh bukti permulaan bahwa operasi ini dilakukan oleh belasan orang pelaku dan terdapat keterlibatan pelaku sipil di antaranya.”

    Salah satu temuan krusial menunjukkan adanya upaya pengintaian yang sistematis. Atas temuan ini, TAUD yang terdiri dari organisasi seperti LBH Jakarta, YLBHI, Greenpeace, hingga Imparsial, mendesak agar proses hukum tetap berada di bawah kekuasaan peradilan umum demi transparansi.

    Puspom TNI Umumkan 4 Tersangka

    Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengumumkan empat anggota Bais TNI sebagai tersangka penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Mereka dijerat dengan Pasal 467 KUHP terkait penganiayaan berencana. Komandan Puspom TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto, menegaskan pihaknya kini tengah mendalami siapa aktor intelektual di balik perintah serangan tersebut. “Jadi yang terkait dalam perintah siapa nih, kan gitu. Jadi nanti masih sedang kita dalami. Percaya sama kita bahwa kita akan bertindak profesional dan transparan,” ujar Mayjen Yusri dalam jumpa pers di Mabes TNI.

    Instruksi Presiden dan Jaminan Kapolri

    Kasus ini telah menarik perhatian tertinggi di tingkat negara. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa dirinya telah menerima perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional. Guna mempercepat pengungkapan, Polri mengedepankan metode scientific crime investigation yang menitikberatkan pada bukti fisik dan analisis laboratorium forensik. Selain itu, Kapolri menjamin perlindungan penuh bagi masyarakat yang berani memberikan informasi.

    “Seluruh informasi yang diberikan oleh masyarakat, kita akan memberikan jaminan perlindungan. Kami juga telah membuat Posko Pengaduan agar masyarakat bisa memberikan laporan langsung,” tegas Jenderal Listyo Sigit.

    Tindak Tegas Pelaku

    Pakar politik sekaligus Founder Literasi Politik Indonesia, Ujang Komarudin, menyampaikan apresiasi kepada aparat gabungan Polri dan TNI atas pengungkapan kasus tersebut. “Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak aparat, Polri dan TNI yang gerak cepat menangkap pelaku penyiraman,” kata Ujang kepada wartawan di Jakarta. Menurutnya, langkah cepat tersebut menunjukkan bahwa penegakan hukum di Indonesia berjalan tanpa tebang pilih. “Ini penting untuk menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak pandang bulu. Siapapun yang bersalah harus ditindak tegas.”

    Ujang juga menekankan pentingnya pemberian hukuman yang berat kepada para pelaku guna memberikan efek jera. “Penegak hukum perlu mempertimbangkan hukuman yang berat bagi para pelaku. Agar ada efek jera, sehingga tidak ada kejadian serupa di kemudian hari.”

    Informasi Luka Bakar Korban

    Sebagai informasi, peristiwa penyiraman yang terjadi di kawasan Senen, Jakarta Pusat, mengakibatkan Andrie Yunus menderita luka bakar serius hingga 24 persen di bagian mata, wajah, dada, dan tangan. Saat ini, korban menjalani perawatan intensif di RS Cipto Mangunkusumo. Adapun Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam. Menurut keterangan resmi dari KontraS, peristiwa ini terjadi tak lama setelah aktivis berusia 27 tahun itu rampung melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.”

    Saat ini Andrie masih menjalani perawatan intensif di ruang High Care Unit (HCU) di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, akibat luka bakar yang dideritanya. Adapun hasil pemeriksaan medis yang dipaparkan oleh Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, mengungkap bahwa Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 20 persen yang tersebar di wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan. Dampak paling serius terjadi pada mata kanan yang mengalami trauma kimia tingkat tiga pada fase akut sehingga menyebabkan penurunan tajam kemampuan penglihatan dan kerusakan pada permukaan kornea.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    19 Orang Ditangkap Saat Markas Judol Dibongkar di Apartemen Royal Condominium Medan

    By adm_imr29 Maret 20262 Views

    AKBP Ayub Diponegoro Minta Maaf Atas Kematian Pengendara Akibat Pengejaran

    By adm_imr29 Maret 20261 Views

    Bukan 4, Pelaku Serangan Aktivis Andrie Diduga Belasan Orang, Hasil Investigasi TAUD

    By adm_imr29 Maret 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Walisson Maia Siap Kembali Bersama Arema FC Setelah Tes Medis

    29 Maret 2026

    Cara Memilih Jurusan untuk UTBK SNBT 2026

    29 Maret 2026

    Tips kumpul keluarga tanpa stres saat Lebaran, coba sekarang!

    29 Maret 2026

    Promo Indomaret 4 Hari, Gula Kristal Rp16.500, Kopi Good Day Rp14.900

    29 Maret 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?