Perbedaan Nyeri Payudara Saat Haid dan Kehamilan
Nyeri payudara adalah gejala yang sering dialami oleh perempuan. Biasanya, kondisi ini muncul saat menjelang menstruasi, yang dikenal sebagai pre menstrual syndrome (PMS). Namun, nyeri payudara juga bisa menjadi tanda awal kehamilan. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan antara nyeri payudara akibat haid dan kehamilan.
Nyeri Payudara Akibat PMS
Nyeri payudara yang terjadi menjelang haid disebut sebagai cyclical breast pain. Kondisi ini berkaitan dengan perubahan hormon, khususnya estrogen dan progesteron, yang meningkat menjelang menstruasi. Hal ini dapat menyebabkan payudara bengkak, kental, dan nyeri. Tanda-tanda nyeri payudara akibat PMS biasanya muncul pada minggu kedua siklus reproduksi atau sekitar hari ke-14 hingga 28. Setelah menstruasi, rasa tidak nyaman akan berangsur membaik.
Pada fase ini, kamu mungkin merasakan payudara menjadi lebih “penuh”, kencang, dan lembut. Puncak rasa nyeri biasanya terjadi tepat sebelum hari datang bulan. Kamu pun berpotensi mengalami sensasi berat di sekitar dada. Jika kamu bertanya-tanya apakah nyeri payudara 3 hari sebelum haid menandakan kehamilan, jawabannya kemungkinan besar adalah PMS.
Cara Mengatasi Nyeri Payudara Saat PMS
Bagi sebagian perempuan, nyeri payudara menjelang haid bisa sangat mengganggu. Di tingkat parah, kamu bisa mengurangi rasa tidak nyaman dengan meminum obat pereda nyeri. Pastikan memilih obat over the counter alias yang bisa dibeli tanpa resep, seperti NSAID berbentuk ibuprofen atau natrium naproksen.
Jika rasa sakit sudah semakin tidak wajar, kamu perlu berkonsultasi dengan dokter. Pemberian diuretik dapat terjadi guna mengurangi pembengkakan, nyeri tekan, dan retensi air. Namun, pengobatan ini juga berisiko dehidrasi.
Di samping itu, kontrol kelahiran hormonal, seperti pil KB, bisa saja direkomendasikan dokter. Sebab, obat ini dapat menenangkan payudara yang kurang nyaman menjelang haid. Namun, tanyakan kepada dokter terlebih dahulu.
Perubahan gaya hidup pun memengaruhi nyeri payudara saat PMS. Jika demikian, cobalah perbanyak konsumsi makanan tinggi vitamin, menu makanan sehat, menghindari alkohol dan rokok, serta mengenakan bra yang sesuai bentuk tubuh. Tak lupa, cobalah pula untuk berolahraga.
Nyeri Payudara sebagai Tanda Kehamilan
Pada masa awal kehamilan, seseorang mungkin merasa rancu dengan nyeri payudara yang dirasakannya. Sebab, tanda-tandanya tidak jauh berbeda dengan PMS. Kamu juga akan merasakan payudara kencang, bengkak, dan terasa berat. Selain itu, area dada bisa sangat sensitif, bahkan dengan sentuhan lembut.
Kapan payudara mulai terasa nyeri saat hamil? Dibanding PMS, nyeri payudara sebagai tanda kehamilan bersifat lebih lama. Gejala ini dapat muncul sekitar 1-2 minggu setelah pembuahan. Kondisi nyeri bisa terjadi hingga trimester pertama kehamilan berakhir.
Ini terjadi karena saat mengalami kehamilan, tubuh dengan segera mempersiapkan diri memproduksi asi. Hal tersebut dipicu adanya produksi hormon-hormon yang meningkatkan aliran darah ke payudara. Sayangnya, proses ini juga dapat menyebabkan payudara terasa gatal.
Tanda-Tanda Perubahan Payudara Saat Kehamilan
Rasa nyeri bukan satu-satunya tanda kehamilan. Kamu pun bisa melihatnya melalui warna areola atau sekitar puting. Mengingat pembuluh darah biru memompa lebih banyak darah ke payudara, kamu mungkin akan mendapati areola menjadi lebih gelap di minggu ke 13-26. Selanjutnya, akan terus menggelap hingga kelahiran.
Masih di sekitar areola akan muncul benjolan kecil-kecil bernama tuberkel montgomery. Hal tersebut normal, sebab benjolan tersebut berperan menghasilkan minyak untuk melumasi payudara. Dengan begitu, menyusui menjadi lebih nyaman untuk ibu dan bayi.
Memasuki trimester kedua dan ketiga, nyeri payudara bisa disertai “kebocoran”. Payudara akan mulai mengeluarkan cairan kekuningan bernama kolostrum. Kondisi ini wajar selama tidak berwarna gelap.

Kolostrum sendiri bermanfaat sebagai nutrisi tambahan untuk menambah kekebalan tubuh si kecil nantinya. Meski demikian, “kebocoran” bisa sedikit mengganggu karena dapat terjadi kapan saja.
Begitu trimester ketiga atau mendekati kelahiran, payudara berpotensi tumbuh menjadi lebih besar dan berat dari sebelumnya. Potensi keluarnya kolostrum pun menjadi lebih intens. Selain itu, besar kemungkinan muncul garis-garis merah yang dikenal sebagai stretch mark.
Perbedaan Nyeri Payudara Haid dan Kehamilan
Perbedaan nyeri payudara haid dan hamil bisa terasa sangat samar. Oleh karenanya, kamu perlu memperhatikan juga tanda lainnya, terutama jadwal datangnya menstruasi. Jika kamu mengalami nyeri payudara tetapi menstruasi tidak datang, maka kemungkinan besar itu adalah tanda kehamilan. Namun, jika menstruasi datang secara teratur, maka kemungkinan besar itu adalah PMS.







