Perkembangan Terbaru Kasus Pernikahan Siri di Malang
Kasus pernikahan sesama jenis yang terjadi di Kota Batu, Malang, kini menjadi sorotan publik. Dalam kasus ini, Rey (dikenal juga dengan nama Yupi Rere) melaporkan balik Intan Anggraeni ke Polres Batu. Laporan tersebut dilakukan pada hari yang sama ketika Intan melaporkan Rey, yaitu Rabu (8/4/2026) malam. Rey mengklaim bahwa laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik dan pemerasan.
Rey menyatakan bahwa ia awalnya tidak mengetahui bahwa dirinya telah lebih dulu dilaporkan oleh Intan. Ia mengaku bahwa Intan adalah istri sirinya. Menurut Rey, video pernikahan siri mereka viral di media sosial pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Informasi ini diperoleh dari temannya.
Sebelum melapor balik, Rey mencoba menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dengan mendatangi rumah Intan. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Rey mengungkapkan bahwa ia sempat bertanya kepada Intan tentang dasar pelaporan tersebut. Namun, setelah itu, pesan dari Intan ditarik dan tidak ada balasan lagi hingga saat ini.
Rey membantah beberapa pernyataan yang disampaikan oleh Intan. Ia menilai bahwa tuduhan-tuduhan tersebut telah mencemarkan nama baiknya. “Ya kecewa pasti, karena beritanya tidak sesuai realita. Dari awal dia sudah tahu identitas saya, bahkan keluarganya juga tahu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa hubungan keduanya tidak dimulai dengan kebohongan. Rey menyebut bahwa Intan sudah mengetahui identitasnya sejak awal perkenalan. Bahkan, mereka bertemu di sebuah kafe atau tempat hiburan malam di Kota Batu.
Intan Minta Dinikahi
Rey mengungkapkan bahwa hubungan mereka berkembang setelah Intan mengaku memiliki trauma dari hubungan sebelumnya. Ia mengaku berusaha memperlakukan Intan dengan baik tanpa menuntut apa pun. “Saya hanya berusaha memperlakukan dia dengan baik, tanpa meminta apa-apa,” ungkapnya.
Menurut Rey, rencana pernikahan tidak sepenuhnya berasal dari dirinya. Ia sempat berusaha mengakhiri hubungan tersebut. “Saya sudah pernah ngajak udahan. Tapi ada ancaman bunuh diri, bahkan ibunya sampai pingsan,” jelasnya.
Dana Transfer ke Intan
Rey juga menyebut adanya dugaan motif ekonomi dalam hubungan mereka. Ia mengklaim telah membantu kebutuhan finansial Intan, termasuk melunasi sejumlah utang. “Bukti transfer ada banyak. Kalau ditaksir sekitar Rp 200 juta,” katanya.
Ia juga mengaku bahwa ia sempat menghentikan pemberian uang selama beberapa hari. Hal ini kemudian memicu konflik antara keduanya.
Laporan Intan ke Polisi
Di sisi lain, Intan Anggraeni melaporkan Rey ke pihak kepolisian atas dugaan pemalsuan identitas dan dokumen yang digunakan dalam pernikahan siri mereka. Intan mengaku merasa tertipu setelah mengetahui bahwa orang yang dinikahinya ternyata memiliki identitas berbeda dari yang selama ini ia ketahui.
Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan awal dan belum ada pemanggilan terhadap terlapor. Berdasarkan keterangan pelapor, Intan dan Rey pertama kali berkenalan pada Februari 2026 di sebuah kafe di Kota Batu. Hubungan keduanya kemudian berlanjut hingga sekitar dua bulan dan berujung pada pernikahan siri.







