Perseteruan Rachel Vennya dan Niko Al Hakim Memanas
Perseteruan antara artis Rachel Vennya dan mantan suaminya, Niko Al Hakim alias Okin, kembali memanas setelah muncul isu penjualan rumah yang diduga menjadi bagian dari kesepakatan untuk anak mereka. Konflik ini kini berada di bawah sorotan publik, dengan pernyataan-pernyataan yang semakin tajam dan menunjukkan ketegangan yang meningkat.
Rachel Vennya merasa bahwa kesepakatan yang pernah dibuat telah dilanggar. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan Niko Al Hakim yang dinilai tidak sejalan dengan kesepakatan awal. Menurutnya, aset tersebut seharusnya menjadi bentuk pemenuhan tanggung jawab nafkah bagi anak-anak mereka, Xabiru Oshe Al Hakim. Namun, kini aset itu justru akan dijual, sehingga menimbulkan rasa tidak adil.
Kuasa hukum Rachel, Ragahdo Yosodiningrat, menyebutkan bahwa ada potensi unsur pidana dalam kasus ini. Meski demikian, langkah pelaporan masih dalam pertimbangan. Ragahdo menjelaskan bahwa tujuan utama Rachel adalah mencari keadilan, bukan sekadar membuat heboh di media sosial.
- “Jadi, ya sebetulnya di sini yang mau dicari itu bukan masalah ramai-ramai di sosial media. Cuma yang kita mau luruskan ini adalah di mana ya Rachel ingin mencari keadilan,” ujar Ragahdo, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Selasa (7/4/2026).
Fokus pada Hak Anak
Ragahdo menekankan bahwa langkah yang diambil Rachel berfokus pada pemenuhan hak anak-anak, bukan kepentingan pribadi. Ia menjelaskan bahwa hal ini terkait dengan tanggung jawab seorang ayah terhadap anak-anaknya. “Satu, Rachel ingin menuntut hak. Haknya siapa? Hak anak-anak, bukan hak Rachel. Ini terkait tanggung jawab seorang ayah lah terhadap anak-anaknya. Bagaimana ya tinggal ke depan nanti kita lihat.”
Dinamika Hubungan Pasca-Cerai
Meskipun hubungan pasca-cerai antara Rachel dan Niko Al Hakim sempat berjalan baik, khususnya dalam hal pengasuhan anak, kondisi tersebut kini berubah. Ragahdo mengungkapkan bahwa selama 2021, keduanya cerai tanpa keributan. Pengasuhan anak oleh Rachel dan saudara Niko dianggap baik-baik saja, dengan acara dan waktu bersama yang tetap terjalin.
Namun, menurutnya, kondisi tersebut berubah seiring waktu, khususnya terkait tanggung jawab terhadap anak. “Cuma kalau kita lihat makin ke sini kok sepertinya terkait dengan tanggung jawab ini kok makin menghilang gitu. Jadi tidak menutup kemungkinan juga ke depannya mungkin akan dilakukan upaya hukum.”
Opsi Hukum Masih Terbuka
Ragahdo menegaskan bahwa berbagai opsi masih terbuka, baik terkait hak asuh anak maupun dugaan tindak pidana lainnya. “Apakah itu kita akan melakukan dugaan terkait hak asuh anak ataukah melakukan laporan polisi terkait dengan dugaan tindak pidana yang ada atau yang lain-lain.”
Polemik ini kini menjadi perhatian publik, dengan spekulasi luas mengenai kemungkinan pelaporan terhadap Niko Al Hakim. Jika benar berlanjut ke ranah hukum, perseteruan ini berpotensi memasuki babak baru yang lebih serius dan kompleks.







