Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangan dan arah baru dalam transformasi ekonomi Indonesia yang diharapkan menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang. Dalam pidatonya di Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Senin (30/3/2026), ia menekankan pentingnya hilirisasi, percepatan investasi, serta transisi energi hijau sebagai langkah strategis.
Pembicaraan Presiden Prabowo menggariskan bahwa Indonesia kini memasuki fase pertumbuhan yang lebih cepat dan kompetitif dibandingkan dua dekade lalu. Ia menilai kemitraan dengan Jepang menjadi kunci untuk mendorong lompatan tersebut. “Indonesia bergerak lebih cepat dan ingin masuk ke fase pertumbuhan baru. Kami ingin mendorong kemitraan ini ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih cepat,” ujarnya.
Dalam konteks perekonomian, Presiden Ke-8 RI itu menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah. Pemerintah kini fokus pada industrialisasi dan peningkatan nilai tambah guna mengentaskan kemiskinan dan memperkuat ekonomi nasional. “Kami harus naik dalam rantai nilai. Kami tidak bisa lagi puas hanya mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah,” tegasnya.
Di sektor energi, Prabowo mengungkapkan target ambisius pembangunan 100 gigawatt energi surya dalam tiga tahun ke depan sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional. Selain itu, Indonesia juga mempercepat pengembangan panas bumi serta bahan bakar nabati, termasuk peningkatan campuran biodiesel hingga 50 persen. Langkah ini, menurutnya, penting untuk menghadapi ketidakpastian global, terutama dampak geopolitik terhadap pasokan energi. “Kami ingin memastikan posisi yang aman dalam menghadapi segala ketidakpastian,” katanya.
Dalam aspek investasi, Prabowo menekankan pendekatan baru yang lebih pragmatis dan berbasis hasil. Pemerintah hanya akan menjalankan proyek yang layak secara finansial dan memberikan imbal hasil nyata bagi investor. “Semua proyek harus layak, bankable, dan memberikan manfaat nyata,” ujarnya.
Berikut adalah beberapa poin utama dari pidato lengkap Prabowo:
- Kemitraan Indonesia-Jepang: Jepang adalah mitra yang sangat penting bagi Indonesia. Hubungan ekonomi kita telah dibangun selama beberapa dekade, dengan partisipasi yang sangat kuat dari perusahaan-perusahaan Jepang di berbagai sektor ekonomi kita.
- Perdagangan dan Investasi: Perusahaan-perusahaan Jepang membawa kualitas dalam investasi, disiplin, teknologi, dan komitmen jangka panjang. Itulah mengapa investasi Jepang dihormati tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.
- Lingkungan Global: Saat ini, kita hidup dalam lingkungan global yang berbeda, penuh risiko, penuh ketidakpastian. Mempertahankan hubungan ekonomi yang rasional sangat penting.
- Reformasi Nyata: Indonesia bertekad untuk melaksanakan reformasi nyata. Kami ingin menciptakan masyarakat modern yang rasional. Kami ingin menegakkan supremasi hukum.
- Energi Terbarukan: Kita ingin bergerak sangat cepat untuk menggunakan listrik dari energi matahari. Kami memiliki rencana dan kami bertekad untuk segera mewujudkannya dalam waktu tiga tahun, kami ingin mencapai 100 gigawatt energi surya.
- Pengembangan Biofuel: Tahun ini kami akan memproduksi minyak diesel dari minyak sawit, dan sekarang akan meningkatkan produksi minyak diesel dari minyak sawit dari 40 persen menjadi 50 persen. Selain itu, bensin juga akan kami produksi dari etanol dan juga dari bio, seperti singkong, gula, dan jagung.
- Investasi dan Kemitraan: Kami sangat terbuka terhadap partisipasi aktif Jepang, teknologi Jepang, pengalaman Jepang, dan metode Jepang. Kami percaya bahwa dengan menggabungkan sumber daya, pertumbuhan, dan skala kami, hubungan ini dapat saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
- Kepastian dan Reputasi: Kami menawarkan peluang, tetapi bukan hanya peluang, kami juga ingin menawarkan kemitraan, kami ingin menjadi mitra, mitra sejati. Reputasi kita sangat jelas. Reputasi ini bukan baru lima, sepuluh, atau lima belas tahun. Saya pikir sudah puluhan tahun Indonesia memiliki reputasi, seperti yang Anda ketahui, kita tidak pernah gagal bayar utang, tidak sekali pun dalam sejarah Republik Indonesia.
Sementara itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan pesan-pesan penting tentang pentingnya kerja sama antar bangsa, stabilitas ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan. Ia menegaskan bahwa dalam era yang semakin kecil karena teknologi, hubungan ekonomi yang erat berdasarkan rasa hormat dan kekuatan yang setara dapat membantu mempertahankan iklim stabilitas dan perdamaian.
Dengan keterkaitan dan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan, akan tercipta stabilitas, tidak akan ada pemerintah yang rasional yang mempertaruhkan kesejahteraan rakyatnya. Setiap pemerintah harus bekerja untuk kesejahteraan rakyatnya dan hasil yang menguntungkan dari hubungan ekonomi yang baik akan berujung pada kesejahteraan seluruh rakyat.
Jika ada kemitraan nyata antara ekonomi Jepang dan ekonomi Indonesia, kedua bangsa kita akan diuntungkan. Ini akan menjadi pilar perdamaian dan stabilitas. Meski ada hambatan, Indonesia sedang berusaha untuk meningkatkan iklim investasi, melakukan deregulasi untuk menghilangkan peraturan-peraturan yang terkadang tidak rasional. Gugus tugas khusus telah dibentuk untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut.
Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa dalam era modern, Presiden sebenarnya adalah CEO negara, dia harus mampu mengetahui masalah dengan sangat cepat dan menyelesaikannya dengan sangat cepat. Kemitraan Jepang-Indonesia menggabungkan otak terbaik dari kedua belah pihak, kita dapat mencapai hal-hal baik dengan sangat cepat.
Akhirnya, Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih kepada para hadirin dan mengajak para pemimpin bisnis dan ekonomi untuk memperdalam kerja sama antara Indonesia dan Jepang. Ia menyatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk memperdalam kerja sama kita. Kami siap. Dan kami ingin bergerak maju, kami sudah bekerja dengan cepat, dan kami menyambut Anda jika Anda ingin datang ke Indonesia, kami siap bekerja sama dengan Anda.







