Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Sejarah Baru Tiba! Bernardo Tavares Janjikan Kemenangan Persebaya atas Bali United di Gianyar!

    10 Februari 2026

    Prediksi Pelatih Futsal Jepang: Final Indonesia vs Iran, Wow!

    10 Februari 2026

    Prediksi Bali United vs Persebaya: Rekor 12 Laga Green Force Terancam

    10 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 10 Februari 2026
    Trending
    • Sejarah Baru Tiba! Bernardo Tavares Janjikan Kemenangan Persebaya atas Bali United di Gianyar!
    • Prediksi Pelatih Futsal Jepang: Final Indonesia vs Iran, Wow!
    • Prediksi Bali United vs Persebaya: Rekor 12 Laga Green Force Terancam
    • Pedrosa: Ducati Lakukan Manuver Hebat di Bursa MotoGP
    • Gelandang Pengganti Cetak Gol Spektakuler Persebaya Surabaya vs Bali United
    • Jadwal dan Link Live Streaming Bali United vs Persebaya Surabaya! Serdadu Tridatu Tak Ramah!
    • Liga Super Eropa Terancam, Barcelona Mundur, Real Madrid Tersendiri
    • Resmi! Riyan Ardiansyah Siap Debut di Persebaya, Hadapi Bali United di Tengah Badai Cedera
    • Daftar Bintang Persija Hadapi Arema FC di SUGBK
    • Mengenal Walisson Maia, Bek Senior Brasil yang Kini Perkuat Arema FC
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Daerah»Pilih Investor Besar Proyek Kilang Tuban

    Pilih Investor Besar Proyek Kilang Tuban

    adm_imradm_imr10 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Proyek Kilang Tuban Dalam Proses Evaluasi

    PT Pertamina (Persero) memberikan sinyal bahwa proyek Kilang Tuban atau Grass Root Refinery (GRR) Tuban akan memiliki investor baru. Proyek yang sedang dikerjakan oleh perusahaan asal Rusia, Rosneft, saat ini masih dalam proses evaluasi dan pencarian mitra baru.

    Proyek ini berlokasi di Jawa Timur dan mengalami keterlambatan karena adanya sanksi dari negara-negara Barat terhadap Rosneft akibat invasi ke Ukraina. Oleh karena itu, pemerintah berencana untuk mencari mitra baru agar proyek ini dapat segera berjalan.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa investasi dalam proyek Kilang Tuban sangat besar. Nilai investasi proyek tersebut kini mencapai US$23 miliar atau setara Rp377,38 triliun (asumsi kurs Rp16.408 per US$), naik dari rencana awal yang senilai US$13,5 miliar atau Rp205,05 triliun.

    “Sampai dengan sekarang kita lagi melakukan evaluasi terhadap investasinya. Memang investasinya cukup gede di awal itu,” kata Bahlil.

    Meskipun begitu, dia memastikan bahwa proyek Kilang Tuban akan segera dieksekusi. Pemerintah bersama Pertamina akan fokus pada eksekusi proyek ini karena merupakan salah satu kebutuhan untuk ketahanan energi nasional.

    “Menyangkut kilang yang selama ini kerja sama antara Pertamina dan Rosneft, sekarang masih dalam tetap masih on progress bahwa plan A plan B semuanya akan dalam pembahasan,” ujarnya.

    Bahlil juga menilai bahwa sanksi yang dikenakan AS ke Rosneft tidak akan berdampak pada proyek Kilang Tuban. Menurutnya, Kilang Tuban belum jalan karena pemerintah masih menghitung keekonomian dari proyek tersebut.

    “Nah, sekarang kenapa belum jalan? Setelah dihitung kembali antara investasi dan nilai ekonominya masih terjadi review kembali lah,” kata Bahlil.

    Mitra Baru untuk Proyek Kilang Tuban

    Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menyebut bahwa Rosneft berpeluang ditemani oleh mitra kerja tambahan untuk proyek kilang yang terletak di Jawa Timur itu. Dia menjelaskan bahwa pihaknya membutuhkan capital expenditure (capex) besar untuk membangun Kilang Tuban.

    Oki menyebut bahwa saat ini proses keputusan investasi atau final investment decision (FID) oleh Rosneft masih berlangsung. Pihaknya berharap proses FID segera rampung. Pertamina, kata Oki, secara umum bakal mempercepat penambahan kapasitas kilang yang dimiliki, salah satunya dengan menggaet mitra-mitra baru, tak terkecuali pada proyek GRR Tuban.

    “Baru kemarin kami dari Pak Menteri [ESDM] dan juga Pak Dirjen [Migas] kita selalu ada arahan-arahan untuk tentunya mempercepat penambahan kapasitas ini. Jadi akan ada additional partners yang akan bergabung untuk memperkuat ketahanan energi di Indonesia,” kata Oki dalam acara ‘Energy Outlook 2026’ di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

    Adapun, FID Kilang Tuban sebelumnya ditargetkan rampung pada kuartal IV/2025. Namun, hingga saat ini, proses tersebut masih berjalan.

    Memutus Kerja Sama dengan Rosneft

    Rencana PT Pertamina (Persero) membuka peluang menggaet mitra baru untuk menggarap proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban dinilai menjadi sinyal positif. Namun, Pertamina dinilai perlu mempertimbangkan untuk melepas kerja sama dengan Rosneft.

    Praktisi Migas Hadi Ismoyo menilai, Rosneft sudah diberi banyak kesempatan, tetapi hasilnya tidak ada kemajuan yang berarti. “Menurut pendapat saya, Rosneft perlu diganti investor baru. Dari negara yang tidak kena sanksi AS. Selama Rosneft masih di sana, permasalahan akan terus terjadi dan pembangunan kilang menjadi tidak jelas,” ucap Hadi kepada Bisnis, Kamis (5/2/2026).

    Asal tahu saja, selama ini Rosneft memang masih dikenakan sanksi oleh AS. Kendati, pemerintah menilai sanksi itu tidak akan berdampak pada pembangunan Kilang Tuban.

    Hadi pun berpendapat, saat ini pembangunan Kilang Tuban menjadi hal yang penting. Pembangunan kilang di Jawa Timur itu bisa menopang produksi demi mengejar target swasembada energi.

    Mantan sekjen Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) itu menjelaskan, kapasitas produksi BBM nasional adalah 1,28 juta barel per hari (bph) setelah RDMP Balikpapan full speed. Sementara, kebutuhan nasional mencapai 1,6 juta bph. Artinya, terdapat gap impor sebesar 0,32 juta bph.

    Hadi menilai, terdapat sejumlah solusi untuk swasembada BBM. Pertama, untuk jenis solar, produksi dari kilang dikombinasikan dengan program B40 dan B50. Ini dengan asumsi untuk menutup 0,16 juta bph tenaga surya. Kedua, untuk bensin, paling tidak harus ada satu kilang lagi dengan kapasitas 0,16 juta bph.

    “Jadi pembangunan Kilang Tuban atau RDMP Dumai menjadi titik kritikal untuk program swasembada BBM di tahun 2030 paling tidak. Dalam rangka ketahanan energi nasional,” imbuh Hadi.

    Proyek Kilang Tuban Sebagai Strategi Nasional

    Melansir laman resmi Kementerian ESDM, proyek Kilang Tuban merupakan proyek strategis karena pembangunan kilang minyak akan terintegrasi dengan petrokimia, dengan kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 300.000 barel minyak per hari dan produksi petrochemical mencapai 4.250 kilo ton per annum (ktpa).

    Selain itu, Kilang Tuban juga akan memproduksi bahan bakar minyak (BBM) dengan kualitas Euro V (BBM ramah lingkungan) yaitu gasoline sebesar 80.000 barel per hari dan diesel sebesar 98.000 barel per hari. Nilai capex untuk proyek tersebut sebesar US$ 16 miliar.

    Proyek Kilang Tuban ditargetkan menyerap tenaga kerja sebanyak 20.000 orang pada saat konstruksi dan 2.500 pada saat mulai beroperasi.

    Dalam rangka mendukung terlaksananya Proyek Kilang Tuban, Pemerintah memberikan penugasan kepada Pertamina melalui Kepmen ESDM Nomor 807 Tahun 2016 tentang Penugasan kepada PT Pertamina dalam Pembangunan dan Pengoperasian Kilang Minyak di Tuban, Jawa Timur. Selain itu Pemerintah juga telah memberikan alokasi gas domestik dan fasilitasi untuk memberi kemudahan perizinan yang dibutuhkan oleh Pertamina.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Sejarah Baru Tiba! Bernardo Tavares Janjikan Kemenangan Persebaya atas Bali United di Gianyar!

    By adm_imr10 Februari 20261 Views

    Prediksi Bali United vs Persebaya: Rekor 12 Laga Green Force Terancam

    By adm_imr10 Februari 20260 Views

    Jadwal dan Link Live Streaming Bali United vs Persebaya Surabaya! Serdadu Tridatu Tak Ramah!

    By adm_imr10 Februari 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sejarah Baru Tiba! Bernardo Tavares Janjikan Kemenangan Persebaya atas Bali United di Gianyar!

    10 Februari 2026

    Prediksi Pelatih Futsal Jepang: Final Indonesia vs Iran, Wow!

    10 Februari 2026

    Prediksi Bali United vs Persebaya: Rekor 12 Laga Green Force Terancam

    10 Februari 2026

    Pedrosa: Ducati Lakukan Manuver Hebat di Bursa MotoGP

    10 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Unduh Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026, Lengkap Muhammadiyah dan Kemenag

    8 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?