Kasus Pembacokan Dua Remaja di Surabaya, Polisi Masih Buru Tiga Pelaku
Polisi masih melakukan pencarian terhadap tiga pelaku yang terlibat dalam kasus pembacokan dua remaja di Jalan Dupak, Bubutan, Surabaya, pada malam takbiran Idulfitri 1447 H. Kejadian ini terjadi pada Sabtu (21/3/2026) dan menimpa dua korban yang mengalami luka serius.
Tiga pelaku utama telah ditangkap oleh Anggota Unit Reskrim Polsek Bubutan Polrestabes Surabaya. Mereka berinisial PRH (20), TFT (18), dan RAB (20). Ketiganya ditangkap di kawasan Jalan Sentong, Bibis, Tandes, Surabaya, pada Rabu (25/3/2026) malam. Selain itu, polisi juga menyita barang bukti seperti celurit, satu unit sepeda motor, helm, jaket, serta alat bukti rekaman CCTV di lokasi kejadian.
Kapolsek Bubutan Polrestabes Surabaya Kompol Sandi Putra menjelaskan bahwa para pelaku diperkirakan berjumlah enam orang yang sebelumnya melakukan pesta miras. Mereka berpesta miras di perkampungan kawasan Jalan Sentong, lalu dalam keadaan terpengaruh alkohol, mereka berkeliling di sejumlah ruas jalan untuk mencari musuh. Akhirnya, rombongan tersebut menemui korban di Jalan Dupak dan melukai mereka secara membabi buta hingga mengalami luka sobek dan memar.
Sementara itu, kakak korban Siti mengapresiasi langkah cepat polisi dalam menyelidiki kasus yang menimpa adiknya. Ia berharap semua pelaku yang terlibat dalam aksi penganiayaan bisa segera ditangkap tuntas dan dihukum sesuai dengan perundang-undangan. “Biar ada efek jera bagi para pelaku dan yang lain,” ujarnya.
Korban Mengalami Luka Serius
Insiden tersebut menyebabkan dua orang korban luka. Korban MHI mengalami luka memar pada kepala akibat dipukul benda tumpul, diduga kayu. Sedangkan, Korban YD mengalami luka robek sepanjang 10 sentimeter (cm) pada punggung sisi kiri, akibat dibacok senjata tajam diduga kuat celurit.
Cerita pengalaman korban disampaikan oleh kakak kandung korban, Siti. Menurutnya, kedua adiknya baru saja berkunjung ke rumah kerabat di kawasan Surabaya Timur. Mereka berboncengan satu motor, sedangkan satu orang adiknya mengendarai motor sendirian. Mereka bermaksud pulang ke rumah di kawasan Jalan Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya, pada dini hari itu.
Namun, setibanya di ruas Jalan Dupak, dua adiknya; MHI dan YD dihadang oleh gerombolan remaja berkonvoi motor. Jumlahnya diduga enam orang mengendarai dua motor. Tanpa sebab yang jelas, gerombolan tersebut langsung menghadang motor yang dikendarai adiknya. Lalu, sekonyong-konyong menghajar, memukul dan membacok para korban hingga terluka.
Saat kedua adiknya berteriak-teriak meminta pertolongan warga dan pengendara di sekitar ruas jalan tersebut, para gerombolan tersebut lari tunggang langgang meninggalkan korban terkapar. Tak cuma kabur seusai melukai para korban, gerombolan tersebut juga sempat membawa kabur ponsel milik adiknya. Ponsel tersebut bermerek Tecno Pova 5, dengan nilai kerugian kisaran tiga juta rupiah.
Kedua Korban Jalani Perawatan Medis
Kedua korban sempat menjalani perawatan medis di IGD Rumah Sakit Surabaya Medical Service (RS SMS) Wonokromo Surabaya. Siti menceritakan bahwa motornya ditendang, dan adiknya dibacok punggung sebelah kiri. Adik yang satunya dipukul kayu bagian kepala dan dihajar bagian perut. Akhirnya, adik yang satunya teriak minta pertolongan dan akhirnya pelaku lari.
Polisi masih melakukan pengejaran terhadap tiga pelaku lain yang belum tertangkap. Mereka telah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) untuk terus diburu. Sampai saat ini, anggota polisi masih berada di lapangan untuk mengejar pelaku lain atau DPO yang terlibat.







