Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Kapan UTBK SNBT 2026 Dimulai? Ini Skor yang Harus Dicapai Calon Maba!

    6 April 2026

    Semua Kendaraan Harus Listrik: Dua Tantangan Besar Mewujudkan Ide Prabowo

    6 April 2026

    Amsal Sitepu Bocorkan Rencana dengan Istri untuk Promil yang Gagal karena Kasus Korupsi, Menangis

    6 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 6 April 2026
    Trending
    • Kapan UTBK SNBT 2026 Dimulai? Ini Skor yang Harus Dicapai Calon Maba!
    • Semua Kendaraan Harus Listrik: Dua Tantangan Besar Mewujudkan Ide Prabowo
    • Amsal Sitepu Bocorkan Rencana dengan Istri untuk Promil yang Gagal karena Kasus Korupsi, Menangis
    • Harap Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik Jadi Cagar Budaya WBTBI
    • Kepentingan Penetapan Ulang Batas Wilayah PascaBencana
    • Gus Ipul Dorong Kades Malang Bangun Puskesos dan Perbarui DTSEN
    • Apakah stres memengaruhi kecepatan ejakulasi?
    • 12 Makanan Superfood dalam Al-Qur’an
    • Djarum Foundation dan PB Djarum: Kontribusi Michael Bambang Hartono dalam Pendidikan dan Olahraga
    • Pramono Dukung PP Tunas, Siapkan Peraturan di Jakarta
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Potret Pengeluaran Warga RI: Kelas Atas Mendominasi, Kelas Bawah Mulai Naik

    Potret Pengeluaran Warga RI: Kelas Atas Mendominasi, Kelas Bawah Mulai Naik

    adm_imradm_imr20 Februari 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Tahun 2025

    Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 mencapai 5,11%. Meski tercatat tumbuh, distribusi pendapatan masyarakat masih menunjukkan ketimpangan yang cukup signifikan. Meski ada perbaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, data BPS menunjukkan bahwa hingga September 2025, 20% penduduk teratas memiliki kontribusi sebesar 44,80% dari total pengeluaran penduduk Indonesia.

    Secara tren, angka ini mengalami penurunan dibandingkan September 2024, di mana 20% penduduk teratas berkontribusi sebesar 46,24%. Sementara itu, kelompok penduduk 40% menengah mengalami peningkatan peranannya. Mereka tercatat memiliki kontribusi sebesar 35,92% dari total pengeluaran, meningkat dari 35,35% pada September 2024.

    Di sisi lain, kelompok penduduk 40% terbawah juga menunjukkan kenaikan kontribusi mereka. Proporsi pengeluaran mereka naik dari 18,41% pada September 2024 menjadi 19,28% pada September 2025.

    Kondisi Pengeluaran Januari 2026

    Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang digunakan untuk belanja turun drastis pada Januari 2026, menyentuh titik terendah dalam enam tahun terakhir. Berdasarkan data Survei Konsumen BI Januari 2026, rata-rata porsi pendapatan masyarakat yang digunakan untuk konsumsi turun ke level 72,3%, lebih rendah dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang mencatatkan angka 74,3%.

    Angka 72,3% tersebut merupakan rekor terendah sejak Desember 2020 atau enam tahun lalu, saat porsi konsumsi sempat menyentuh 69,0% akibat dampak pandemi Covid-19. Penurunan porsi belanja ini diikuti oleh peningkatan alokasi pendapatan untuk simpanan atau tabungan dan pembayaran cicilan pinjaman.

    Data BI menunjukkan bahwa proporsi pendapatan yang disimpan (tabungan) pada Januari 2026 berada di level 16,5%, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 14,8%. Angka tabungan ini juga merupakan yang tertinggi sejak awal 2023. Selain menabung, masyarakat juga tampak lebih terbebani oleh kewajiban utang. Rasio pembayaran cicilan pinjaman terhadap pendapatan tercatat naik menjadi 11,2% pada Januari 2026, dibandingkan 10,8% pada akhir tahun lalu.

    Secara demografi, aksi tahan uang paling kencang dilakukan oleh kelompok masyarakat kelas menengah-atas. Kelompok dengan pengeluaran di atas Rp5 juta per bulan mencatatkan penurunan porsi konsumsi paling dalam, yaitu hanya 70,1% dari total pendapatan mereka. Sebaliknya, kelompok masyarakat bawah dengan pengeluaran Rp1-2 juta per bulan masih harus membelanjakan sebagian besar pendapatannya untuk kebutuhan hidup, dengan rasio konsumsi yang masih tinggi di level 74,5%.

    Anomali dengan Keyakinan Konsumen

    Fenomena ini menciptakan sebuah anomali pada awal 2026. Pasalnya, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terbaru menunjukkan kenaikan 3,5 poin, dari 123,5 pada Desember 2024 menjadi 127 pada Januari 2026, angka tertinggi dalam setahun terakhir atau sejak Januari 2025 (127,2). Survei yang dilakukan oleh BI menunjukkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi mereka terhadap masa depan. IKK merupakan indikator yang dapat digunakan untuk memprediksi perkembangan konsumsi dan tabungan rumah tangga.

    IKK menggunakan tahun acuan dengan nilai 100. Artinya indeks kepercayaan konsumen pada Januari 2026 berada di zona optimistis atau di atas nilai acuan. “Survei Konsumen Bank Indonesia pada Januari 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).

    Berdasarkan pengeluaran, kenaikan IKK Januari terjadi di hampir semua kelompok, yaitu >5 juta (dari 128,3 menjadi 134,3); Rp3,1—4 juta (dari 118,3 menjadi 120,7); Rp2,1—3 juta (dari 117,9 menjadi 121,2); dan Rp1—2 juta (dari 113,7 menjadi 118,8). Sementara kelompok pengeluaran Rp4,1—5 juta menurunkan dari 129,2 menjadi 124,2.

    Strategi Pemerintah

    Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan strategi untuk mempercepat penyerapan belanja negara guna memacu perputaran uang di masyarakat, usai alokasi pendapatan masyarakat untuk belanja pada awal 2026 menyentuh level terendah dalam 6 tahun terakhir. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu menyatakan, meskipun data porsi pendapatan untuk konsumsi menurun, indikator Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebenarnya menunjukkan tren perbaikan yang konsisten sejak September tahun lalu.

    Untuk memitigasi risiko penahanan belanja oleh rumah tangga, Febrio menegaskan pemerintah akan mengambil peran lebih agresif melalui instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Jadi kita akan terus jaga konsumsi masyarakat dan juga belanja pemerintah juga kita pasti akan lebih cepat. Jadi supaya uang bisa berputar banyak di perekonomian,” ujarnya di Jakarta di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (9/2/2026).

    Anak buah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa itu mengaku optimistis strategi ini dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang sudah terbentuk. Dia menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2025 yang mencatatkan pembalikan signifikan ke level 5,39%. Pemerintah, lanjutnya, berambisi menjaga tren positif tersebut pada tiga bulan pertama tahun ini. Bahkan, Kemenkeu membidik pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026 yang lebih tinggi.

    “Jadi kita harapkan di Q1 [kuartal I/2026] ini juga momentumnya kita jaga, sehingga kita bisa jaga pertumbuhannya di sekitar 5,5% ke atas,” ungkapnya. Lebih lanjut, Febrio meyakini bahwa jika target pertumbuhan di atas 5,5% tersebut tercapai melalui kombinasi konsumsi rumah tangga yang dijaga dan belanja pemerintah yang digeber maka penciptaan lapangan kerja akan mengikuti secara otomatis.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Prabowo Hadiri Penandatanganan 11 MoU Investasi Indonesia-Jepang Senilai Rp401,71 Triliun

    By adm_imr6 April 20261 Views

    Purnawirawan TNI dan 9 Jenderal Gugat Polda Metro Jaya Soal Kasus Ijazah Jokowi

    By adm_imr6 April 20261 Views

    Trump Ancam Hancurkan Pabrik Desalinasi Iran Jika Tidak Ada Kesepakatan, Raed: Ini Kejahatan Perang

    By adm_imr6 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kapan UTBK SNBT 2026 Dimulai? Ini Skor yang Harus Dicapai Calon Maba!

    6 April 2026

    Semua Kendaraan Harus Listrik: Dua Tantangan Besar Mewujudkan Ide Prabowo

    6 April 2026

    Amsal Sitepu Bocorkan Rencana dengan Istri untuk Promil yang Gagal karena Kasus Korupsi, Menangis

    6 April 2026

    Harap Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik Jadi Cagar Budaya WBTBI

    6 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?