MilkLife Soccer Challenge mendapatkan penghargaan sebagai Grassroots Development Program of The Year dalam acara PSSI Awards yang diadakan di Jakarta. Penghargaan ini diberikan karena program ini memberikan kontribusi nyata dalam memasyarakatkan sepak bola putri di level akar rumput.
Program yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama susu MilkLife ini dirancang untuk memotivasi dan menggerakkan lapisan usia dini agar mencintai serta berprestasi dalam sepak bola putri. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyampaikan bahwa PSSI Awards bukan hanya sekadar malam penghargaan, tetapi juga bentuk apresiasi bagi seluruh pihak yang berkontribusi dalam membangun sepak bola Indonesia.
Penghargaan terhadap MilkLife Soccer Challenge diterima oleh Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono. Ia menilai apresiasi dari PSSI ini menjadi suntikan motivasi bagi penyelenggara untuk terus mengembangkan program ini. Menurutnya, MilkLife Soccer Challenge akan menjadi lokomotif yang memperkuat fondasi ekosistem sepak bola putri di Tanah Air, khususnya di usia dini.
Teddy juga menyampaikan bahwa penghargaan ini didedikasikan untuk mendiang Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono yang telah serius membangun fondasi pembinaan olahraga melalui Djarum Foundation. Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang bekerja di balik layar demi keberhasilan MilkLife Soccer Challenge.
Bermula pada 2023 di Kudus, Jawa Tengah, saat ini penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge sudah menjangkau 12 kota di Tanah Air. Di setiap kota tersebut, kompetisi akan diadakan dua kali dalam satu tahun. Kuantitas peserta juga menunjukkan tren positif dengan peningkatan di setiap seri.
Pada Seri 1 2024, tercatat 5.163 peserta turut andil. Sementara Seri 2 2024 meningkat sebanyak 10.051 siswi berpartisipasi. Lalu pada MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2025 – 2026, peserta makin tinggi yaitu 17.492. Sehingga secara total, MilkLife Soccer Challenge sudah diikuti oleh 32.706 calon pesepakbola putri Tanah Air sejak pertama kali kompetisi ini diselenggarakan.
Kepala Sekolah SDN Klepu 03 Semarang, Didit Sulistio mengapresiasi MilkLife Soccer Challenge yang diselenggarakan secara rutin dan berkelanjutan. Menurutnya, turnamen KU 8, KU 10, dan KU 12 ini membuat anak didiknya lebih giat berolahraga, makin sehat, dan berkembang secara kognitif. Terlebih SDN Klepu 03 Semarang pada KU 10 berhasil meraih gelar juara empat seri beruntun, mulai dari Seri 2 2024 hingga Seri 2 2025 – 2026.
MilkLife Soccer Challenge telah menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengekspresikan diri dan menemukan bakat mereka di bidang olahraga. Penghargaan yang diraih MilkLife Soccer Challenge sebagai Grassroots Development Program of the Year di ajang PSSI Awards 2026 merupakan pencapaian yang sangat positif dan patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa program pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia mulai mendapatkan perhatian serius dan berjalan ke arah yang benar.
Dengan konsistensi dan kolaborasi semua pihak, program seperti ini diharapkan bisa menjadi pondasi kuat bagi kemajuan sepak bola Indonesia di masa depan.
Salah satu jebolan MilkLife Soccer Challenge, Albianca Raula mengaku mimpinya menjadi pesepakbola profesional sangat terbantu dengan adanya turnamen ini. Bukan hanya sekadar kompetisi 7 vs 7, tetapi berbagai rangkaian seperti Skill Challenge, MilkLife Soccer Extra Training, MilkLife Soccer Challenge All-Stars membuat kualitas teknik serta mentalnya makin terasah untuk terus menjadi lebih baik.
“MilkLife Soccer Challenge sangat membantu saya untuk menekuni dunia sepak bola, hingga saya sempat masuk seleksi Timnas Wanita untuk Piala AFF U-16. Bagi pesepakbola putri belia seperti saya jadi memiliki wadah sehingga kami terus termotivasi untuk menggapai mimpi,” ujarnya.
Senada dengan Albianca, Ika Wonda merasa bersyukur bisa merumput di MilkLife Soccer Challenge tatkala ia mengenyam pendidikan di SD Kristen Manahan, Solo. Sebab dari turnamen ini, ia juga mampu merasakan ketatnya pertandingan taraf internasional pada JSSL Singapore 7’s 2025 dan membawa timnya meraih gelar runner-up. Ia berharap agar virus positif MilkLife Soccer Challenge untuk menyebarkan kecintaan bermain sepak bola semakin meluas, serta menemukan lebih banyak bibit-bibit potensial pesepak bola Tanah Air.
Selain mempertandingkan format 7 vs 7 untuk KU 10 dan KU 12, MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 juga kembali menghadirkan Festival Seneng Soccer untuk KU 8, serta Skill Challenge yang menjadi sarana pengenalan dan pengembangan kemampuan dasar sepak bola sejak usia dini.
Setelah dua seri rampung di seluruh kota penyelenggaraan, program ini akan ditutup dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars, yang mempertemukan talenta terbaik di setiap kota hasil kurasi sepanjang turnamen dan mengikuti pelatihan intensif pada MilkLife Soccer Extra Training.
Terdapat perbedaan format pertandingan MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025 – 2026, yakni yang sebelumnya 7 vs 7 kini menjadi 9 vs 9. MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025 – 2026 diagendakan digelar pada bulan Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Mereka akan mewakili kota masing-masing untuk memperebutkan podium juara.
MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025 – 2026 akan berlanjut mulai bulan April. Berikut jadwalnya:
Samarinda : 23 – 26 April 2026
Bekasi : 28 April – 3 Mei 2026
Banjarmasin : 30 April – 3 Mei 2026
Kudus : 12 – 17 Mei 2026
Surabaya : 12 – 17 Mei 2026
Malang : 21 – 24 Mei 2026







