Kompetisi Super League Tetap Berjalan Selama Bulan Ramadhan
Kompetisi Super League musim ini tetap berlangsung meskipun berada di tengah bulan Ramadhan. Pihak operator liga melakukan penyesuaian jadwal pertandingan, dengan seluruh laga digelar pada malam hari setelah berbuka puasa dan melaksanakan ibadah tarawih. Hal ini menuntut para tim untuk menyesuaikan diri dalam hal latihan dan persiapan menghadapi pertandingan.
Persebaya Surabaya sebagai salah satu peserta kompetisi juga melakukan penyesuaian sesi latihan menjelang pertandingan. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyatakan bahwa pihaknya akan memperhatikan intensitas dan durasi latihan, terutama karena kondisi pemain yang sedang menjalankan puasa.
“Saat latihan di bulan Ramadhan, kami berhati-hati dengan intensitas dan durasi, apalagi ini masih awal-awal,” ujar Tavares seperti dikutip dari akun YouTube resmi klub.
Meski begitu, Tavares yakin bahwa setelah beberapa hari ke depan, para pemain akan mulai terbiasa dengan kondisi puasa. Dengan demikian, secara bertahap porsi latihan akan semakin intens.
“Tapi kalau sudah sekitar dua mingguan, mereka akan lebih bisa beradaptasi. Jadi latihan kami bertahap dari yang agak ringan, terus ditingkatkan, dan semoga saat laga menghadapi Persijap (nanti malam) kami siap bertanding,” imbuhnya.
Skema Khusus untuk Menjaga Kondisi Pemain
Selain latihan, dokter tim Persebaya, dr. Ahmad Ridhoi, juga menyiapkan skema khusus untuk menjaga kebugaran pemain selama bulan Ramadhan. Salah satu yang menjadi fokus adalah pengaturan nutrisi dan waktu recovery.
“Yang paling penting adalah manajemen energi. Saat Ramadhan, pemain tetap berlatih dan bertanding dengan intensitas tinggi. Karena itu, kami atur pola makan saat sahur dan berbuka supaya kebutuhan kalori dan cairan tetap terpenuhi,” ujar dr. Ridhoi seperti dikutip dari laman resmi Persebaya.
Ia menambahkan bahwa tim medis akan secara teratur melakukan monitoring harian terhadap para penggawa Green Force, antara lain berat badan, kadar hidrasi, hingga kualitas tidur.
“Kami melakukan pengecekan rutin. Kalau ada tanda-tanda kelelahan berlebih, langsung kami komunikasikan dengan tim pelatih untuk penyesuaian program,” imbuhnya.
Jadwal Padat Selama Bulan Puasa
Pemulihan kebugaran pemain menjadi tantangan tersendiri karena jadwal Persebaya juga cukup padat selama bulan Ramadhan. Setelah menghadapi Persijap pada malam nanti, Sabtu (21/2), Green Force akan menjamu PSM Makassar (25/2) dan Persib Bandung (2/3), serta menutup rangkaian laga bulan puasa menghadapi Borneo FC pada 7 Maret mendatang.
Dokter Ahmad pun menegaskan bahwa recovery pemain menjadi kunci utama dalam menyikapi padatnya jadwal pertandingan selama bulan Ramadhan.
“Recovery jadi kunci. Jarak pertandingan yang mepet menuntut pemain cepat pulih. Jadi setelah pertandingan, kami maksimalkan pemulihan 24–48 jam pertama,” pungkasnya.







