InfoMalangRaya.com– Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov menuding anggota-anggota parlemen Rusia berusaha untuk membunuhnya, menurut laporan kantor berita Rusia TASS seperti dilansir Reuters.TASS mengutip pernyataan berbahasa Chechen yang disampaikan Kadyrov, sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam sebuah pertemuan pejabat keamanan Chechnya. Video pertemuan tersebut dipublikasikan di akun pribadi Telegram Kadyrov pada hari Rabu (9/10/2024).“Ada saksi-saksi, ada orang-orang yang mereka coba sewa, yang mereka tanya berapa biaya yang akan mereka minta untuk melaksanakan perintah [pembunuhan] itu,” menurut perkataan Kadyrov yang diterjemahkan TASS.“Jika mereka tidak membuktikan sebaliknya, saya akan secara resmi menyatakan perseteruan berdarah,” ujar Kadyrov. Dalam masyarakat Chechnya, perseteruan darah adalah tradisi balas dendam dengan membunuh musuh atau kerabat lelaki dari musuh itu.Menurut TASS, Kadyrov menyebutkan tiga anggota parlemen Rusia yang membuat rencana untuk membunuhnya, dua dari Dagestan dan satu dari Ingushetia. Chechnya, Dagestan dan Ingushetia merupakan negara-negara bekas bagian dari Uni Soviet yang tergabung dalam Federasi Rusia. Chechnya wilayahnya berbatasan dengan Dagestan dan Ingushetia, dan Kadyrov sebelumnya pernah mengklaim sebagian keduanya termasuk wilayah Chechnya.Reuters tidak dapat memverifikasi terjemahan TASS atas pernyataan Kadyrov tersebut.*
Trending
- Kementerian Lingkungan Hidup Awasi 5 Perusahaan di DAS Brantas, Temukan Dugaan Pencemaran Lingkungan
- GIIAS Surabaya 2025 Dibuka, 30 Merk Kendaraan Ikut serta, 7 Baru Muncul
- 196 Napi Pemilik Risiko Tinggi Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan
- Segera Ketahui: Kado Spesial Honorer Pemalang! Bupati Pastikan PPPK Paruh Waktu, Sudah di BKN!
- Komunitas Ojol di Tuban Bakal Geruduk Polres Tuban untuk Affan yang Tewas Digilas Rantis Brimob
- 7 Tekanan yang Membuat Ju Ga Ram Gunakan Doping di The Winning Try
- Mauricio Souza Bereaksi Thom Haye Gabung Persib
- 316 Guru SD Ikuti Pelatihan TIK di Buol, Siap Menghadapi Era Digital