Kegiatan M3 di Kota Bandung: Upaya Mendampingi Siswa dan Orang Tua
Ganesha Operation kembali menyelenggarakan kegiatan Meeting on Maximizing Motivation (M3) di Kota Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi siswa dan orang tua dalam menghadapi tantangan akademik serta merencanakan masa depan pendidikan. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan M3 yang kedua setelah sebelumnya digelar pada Agustus 2025.
Kegiatan seminar motivasi ini diselenggarakan pada Minggu, 1 Februari 2026, di Auditorium Hall Sasana Budaya Ganesha, Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebanyak hampir 3.800 peserta hadir dalam acara ini, termasuk siswa dari berbagai sekolah serta orang tua. Kehadiran orang tua menjadi bagian penting dari konsep M3, karena peran keluarga dinilai memiliki pengaruh besar dalam membentuk motivasi, arah belajar, dan konsistensi siswa dalam meraih tujuan akademiknya.
Dua Tema Besar yang Disesuaikan dengan Jenjang Siswa
Dalam pelaksanaan M3 ke-2 di Kota Bandung, Ganesha Operation mengangkat dua tema besar yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan fase perkembangan siswa. Pendekatan ini dilakukan agar pesan motivasi yang disampaikan dapat diterima secara relevan dan tepat sasaran oleh masing-masing kelompok peserta.
Tema “Do Your Best” ditujukan bagi siswa kelas 12 SMA/SMK/MA serta gap year yang tengah berada pada fase krusial penentuan masa depan pendidikan. Sementara itu, tema “The Power of Change” diperuntukkan bagi siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP yang berada pada masa transisi menuju jenjang pendidikan berikutnya.
Pemilihan dua tema tersebut mencerminkan pendekatan Ganesha Operation yang kontekstual dan bertahap. Setiap jenjang mendapatkan penguatan motivasi sesuai dengan kebutuhan dan tantangannya masing-masing, sehingga proses pendampingan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan pola pikir dan kesiapan mental siswa.
Seminar Motivasi Bersama Ir. Junianto, Alumni ITB
Sesi utama dalam kegiatan M3 ke-2 di Kota Bandung diisi oleh Ir. Junianto, S.T., M.Sce, Staf Ahli Ganesha Operation yang juga merupakan alumni Teknik Informatika ITB. Dalam seminar motivasi ini, Ir. Junianto mengajak siswa kelas 12 dan gap year untuk mengenali potensi masing-masing sebagai upaya meningkatkan capaian belajar.
Selain itu, pengelolaan waktu serta penerapan pola belajar yang sesuai menjadi faktor penting dalam menunjang performa akademik. Ir. Junianto juga menekankan pentingnya penyempurnaan strategi belajar seiring dengan dinamika seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang terus berubah.
Persaingan yang semakin ketat, pelaksanaan UTBK dalam waktu terbatas, hingga kehadiran Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai salah satu validator nilai rapor menuntut siswa untuk tidak bertahan pada cara belajar lama. Dalam konteks ini, siswa didorong untuk terus beradaptasi agar tetap kompetitif.
Data persaingan nasional turut disampaikan sebagai gambaran nyata tantangan yang dihadapi siswa. Dari sekitar 5,4 juta siswa kelas 12 SMA/SMK/MA di Indonesia, tercatat hampir 91 persen peserta seleksi SNBP dan SNBT belum berhasil lolos, sedangkan yang diterima hanya sekitar 9 persen. Fakta tersebut menjadi pengingat bahwa usaha maksimal perlu dibarengi strategi yang tepat dan konsisten.
Sementara itu, bagi siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP, materi The Power of Change menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi perubahan sejak dini. Siswa dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari menurunnya fokus dan semangat belajar, hingga tekanan akademik seperti tugas, ujian, dan seleksi masuk sekolah favorit di masa depan.
Pembacaan Lembar Komitmen, Momen Refleksi Siswa dan Orang Tua
Salah satu sesi yang meninggalkan kesan mendalam dalam pelaksanaan M3 ke-2 di Kota Bandung adalah pembacaan lembar komitmen oleh para siswa yang disaksikan langsung oleh orang tua. Pada momen ini, siswa diminta menuliskan sekaligus menyampaikan komitmen pribadi terkait tujuan belajar dan cita-cita masa depan yang ingin mereka capai.
Kehadiran orang tua sebagai saksi dalam sesi ini memperkuat pesan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bertumpu pada usaha siswa semata. Dukungan, pendampingan, serta keterlibatan keluarga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga konsistensi dan motivasi anak. Suasana Sabuga ITB pun terasa lebih khidmat, mencerminkan kuatnya ikatan antara siswa dan orang tua dalam perjalanan meraih masa depan pendidikan yang lebih terarah.
Pengalaman Siswa dan Kesan Peserta Usai Mengikuti M3
Pelaksanaan M3 ke-2 di Kota Bandung turut diisi dengan berbagi pengalaman dari siswa Ganesha Operation yang telah lebih dulu melewati proses panjang menuju perguruan tinggi impian. Pengalaman ini disampaikan sebagai bentuk motivasi nyata bagi peserta agar tetap konsisten dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan belajar.
Salah satunya disampaikan oleh Yuannata Gunawan, siswa asal SMAN 19 Bandung yang berhasil diterima di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB. Ia mengungkapkan bahwa kegagalan pada jalur SNBP sempat membuatnya merasa terpukul. Sedih banget waktu ketolak (SNBP), tapi Alhamdulillahnya ada keluarga yang benar-benar ngedukung. Ada mamah juga yang selalu support dan selalu ngedoain untuk berjuang di SNBT.
Ia menuturkan, alih-alih larut dalam kekecewaan, dirinya memilih untuk segera bangkit dan kembali fokus pada persiapan. Waktu malam hari pengumuman itu aku langsung ngerjain try out, biar setidaknya nggak larut sedih. Besoknya aku langsung datang ke GO, konsultasi ke guru, minta saran harus gimana langkah selanjutnya.
Menurut Yuannata, pendampingan dari pengajar Ganesha Operation membantunya menyusun kembali strategi belajar hingga akhirnya berhasil lolos seleksi masuk ITB.
Kesan positif juga datang dari peserta yang mengikuti kegiatan M3. Rafiq Adzikra, siswa SMPIT Anni’mah Alkarimah, mengaku mendapatkan dorongan semangat untuk lebih serius menyiapkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Aku akan banyak belajar dan berusaha maksimal supaya bisa masuk ke SMA yang aku impikan.
Dari sisi orang tua, Yana Mulyana, S.E., KBO Satlantas Polresta Bandung sekaligus ayah Rafiq, menyampaikan bahwa M3 memberikan penguatan peran orang tua dalam mendampingi anak. Program M3 ini sangat bermanfaat, baik bagi anak maupun orang tua. Dengan adanya motivasi, ketika terjadi kegagalan, kita bisa melakukan evaluasi dan memperbaiki langkah ke depannya.
Motivasi Menjadi Dasar Kesiapan Siswa dalam Belajar
Melalui pelaksanaan Meeting on Maximizing Motivation (M3) ke-2 di Kota Bandung, Ganesha Operation kembali menegaskan komitmennya dalam mendampingi siswa dan orang tua menghadapi tantangan pendidikan di setiap jenjang. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang untuk membangun motivasi, tetapi juga sarana penyadaran akan pentingnya perencanaan, perubahan sikap, dan konsistensi dalam proses belajar.
Dengan pendekatan yang disesuaikan dengan fase perkembangan siswa, M3 diharapkan mampu membantu peserta menyiapkan diri secara mental dan akademik sejak dini. Dukungan orang tua yang dilibatkan secara aktif pun menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan berkelanjutan, sehingga siswa dapat melangkah lebih percaya diri dalam meraih cita-cita pendidikan mereka.







