Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Cardea, pusat fisio-pilates pertama di Semarang hadir resmi

    14 Maret 2026

    Krisis Energi Iran Picu Pertimbangan Pencabutan Sanksi Minyak Rusia

    14 Maret 2026

    Mudik Gratis BNI dan Mandiri 2026: Syarat, Jadwal, dan Rute Perjalanan

    14 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 14 Maret 2026
    Trending
    • Cardea, pusat fisio-pilates pertama di Semarang hadir resmi
    • Krisis Energi Iran Picu Pertimbangan Pencabutan Sanksi Minyak Rusia
    • Mudik Gratis BNI dan Mandiri 2026: Syarat, Jadwal, dan Rute Perjalanan
    • Prediksi Skor Union Berlin vs Werder Bremen: Head-to-Head dan Statistik Bundesliga
    • Kuliner Indonesia Kaya 2026: Jejak Peradaban dalam Setiap Sajian, dari Ternate hingga Palembang
    • Resmi, 33 Puskesmas Pasuruan Buka UGD 24 Jam
    • Berbagai dukungan terkait larangan anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial
    • Berburu Barang Branded di Surabaya, Toko Konsep Drive-Thru Fashion Forth
    • Kronologi kasus restoran Bibi Kelinci, CCTV curi makanan, pemilik jadi tersangka
    • 5 Tips Cerdas untuk Pecinta Belanja agar Tidak Rugi
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»RI Wajib Impor Apel dan Beras AS dengan Tarif 19 Persen

    RI Wajib Impor Apel dan Beras AS dengan Tarif 19 Persen

    adm_imradm_imr25 Februari 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kesepakatan Dagang Indonesia dan Amerika Serikat

    Indonesia kini memiliki kewajiban untuk mengimpor produk pertanian dari Amerika Serikat senilai US$ 4,5 miliar. Kewajiban ini menjadi bagian dari kesepakatan dagang yang tercantum dalam dokumen Agreement of Reciprocal Trade (ART). Dalam dokumen tersebut, terdapat lampiran keempat yang berjudul “Purchase Commitment” yang menjelaskan komitmen impor terhadap komoditas pertanian dari AS.

    Komitmen Impor Produk Pertanian AS oleh Indonesia

    Dalam poin pertama, Indonesia diwajibkan mendukung dan memfasilitasi perjanjian komersial untuk mengimpor berbagai komoditas pertanian dari Amerika Serikat. Berikut rincian kontrak impor yang harus dipenuhi:

    • Memfasilitasi perjanjian komersial untuk impor setidaknya 163 ribu ton kapas asal AS per tahun selama lima tahun.
    • Memfasilitasi perjanjian komersial untuk mengimpor setidaknya 3,5 juta ton kedelai asal AS per tahun selama lima tahun.
    • Memfasilitasi perjanjian komersial untuk impor setidaknya 3,8 juta ton tepung kedelai asal AS per tahun selama lima tahun.
    • Memfasilitasi perjanjian komersial untuk impor setidaknya 2 juta ton gandum asal AS per tahun selama lima tahun.

    Komitmen Impor Produk Pertanian AS oleh Indonesia

    Poin kedua menyebutkan bahwa Amerika Serikat mewajibkan Indonesia meningkatkan impor produk pertanian mereka. Berikut rinciannya:

    • Indonesia wajib impor apel asal AS lebih dari 26 ribu metrik ton per tahun.
    • Indonesia wajib impor daging sapi dan produk daging sapi asal AS lebih dari 50 ribu metrik ton per tahun.
    • Indonesia wajib impor buah sitrus asal Amerika Serikat lebih dari 3.000 metrik ton per tahun.
    • Indonesia wajib impor jagung asal AS lebih dari 100 ribu metrik ton per tahun.
    • Indonesia wajib impor tepung gluten jagung asal AS lebih dari 150 ribu metrik ton per tahun.
    • Indonesia wajib impor kapas asal AS lebih dari 150 ribu metrik ton per tahun setelah berjalan lima tahun.
    • Indonesia wajib impor etanol asal AS lebih dari 1.000 metrik ton per tahun.
    • Indonesia wajib impor anggur segar asal AS lebih dari 5.000 metrik ton per tahun.
    • Indonesia wajib impor beras asal AS lebih dari 1.000 metrik ton per tahun.
    • Indonesia wajib impor kedelai asal AS lebih dari 3,5 juta metrik ton per tahun setelah berjalan lima tahun.
    • Indonesia wajib impor kedelai olahan asal AS lebih dari 200 ribu metrik ton per tahun setelah berjalan lima tahun.
    • Indonesia wajib impor gandum asal AS lebih dari 1,3 juta metrik ton per tahun setelah berjalan lima tahun.

    Penyimpangan dalam Pemenuhan Kewajiban Impor

    Poin ketiga atau terakhir dalam ketentuan tersebut menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan menganggap Indonesia melanggar komitmen jika volume impor tahunan yang tercantum dalam poin kedua tidak memenuhi jumlah yang ditetapkan. Kondisi ini berlaku jika Amerika Serikat menilai Indonesia tidak memberlakukan hambatan perdagangan yang membatasi atau mencegah impor komoditas pertanian tersebut.

    Implikasi bagi Ekonomi Indonesia

    Kesepakatan ini memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi Indonesia, terutama sektor pertanian dan pangan. Dengan kewajiban impor yang besar, Indonesia akan menghadapi tantangan dalam memenuhi target yang ditetapkan. Namun, di sisi lain, hal ini juga bisa menjadi peluang untuk meningkatkan kerja sama dagang dengan Amerika Serikat, serta mendorong pengembangan industri pangan dalam negeri agar lebih kompetitif.

    Selain itu, kesepakatan ini juga dapat memengaruhi harga pasar dalam negeri. Jika impor meningkat, harga komoditas seperti beras, kedelai, dan gandum bisa mengalami penurunan. Namun, hal ini juga bisa berdampak pada produksi lokal, terutama bagi petani yang mengandalkan pasar dalam negeri.

    Tantangan dan Peluang

    Meskipun ada tantangan dalam pemenuhan kewajiban impor, kesepakatan ini juga membuka peluang baru bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor dan meningkatkan kerja sama bilateral. Dengan membangun hubungan dagang yang lebih kuat dengan AS, Indonesia dapat memperkuat posisinya dalam perdagangan internasional.

    Namun, penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa kebijakan impor ini tidak mengganggu kesejahteraan petani lokal dan menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dan komitmen internasional. Diperlukan strategi yang matang untuk menghadapi tantangan ini, termasuk dukungan kepada sektor pertanian dalam negeri agar tetap berkembang.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kinerja CPO Grup Salim Menggembirakan, Ini Rekomendasi Sahamnya

    By adm_imr14 Maret 20261 Views

    20 Manfaat Zakat untuk Umat Islam, Membuka Rezeki

    By adm_imr14 Maret 20262 Views

    Aplikasi Saham Terbaik 2026, Investasi Cuan Tanpa Risiko!

    By adm_imr13 Maret 20263 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Cardea, pusat fisio-pilates pertama di Semarang hadir resmi

    14 Maret 2026

    Krisis Energi Iran Picu Pertimbangan Pencabutan Sanksi Minyak Rusia

    14 Maret 2026

    Mudik Gratis BNI dan Mandiri 2026: Syarat, Jadwal, dan Rute Perjalanan

    14 Maret 2026

    Prediksi Skor Union Berlin vs Werder Bremen: Head-to-Head dan Statistik Bundesliga

    14 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?