Penyebab Menu Makan Bergizi Gratis di SD Malnu Pusat Menes Berjamur
Beberapa waktu lalu, menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada para siswa SD Malnu Pusat Menes di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten mendapat keluhan dari orang tua siswa. Salah satu menu yang disampaikan adalah roti tawar dalam satu pack yang sudah berjamur. Hal ini menimbulkan kekecewaan dan ketidakpuasan terhadap pelayanan makanan yang diberikan.
Keluhan Orang Tua Siswa
Salah satu orang tua siswa yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa menu MBG yang diterima anaknya tidak sesuai dengan harapan. Menurutnya, dalam satu pack terdapat roti tawar yang sudah berjamur, sehingga tidak layak dikonsumsi. Ia juga menyatakan bahwa harga jatah makanan untuk setiap siswa seharusnya mencapai Rp10 ribu, tetapi kenyataannya hanya sekitar Rp6 hingga Rp7 ribu.
“Kita tahu jatah anak itu Rp10 ribu ya kan, dia mah gak nyampe segitu. Paling Rp6 sampai Rp7 ribu, kalau dihitung ulang paling tidak masuk. Makanannya tidak layak konsumsi aja,” katanya dalam sambungan telepon.
Menurut informasi yang diperoleh, menu tersebut diberikan selama tiga hari dan bahkan pada minggu kemarin, kondisi serupa juga terjadi. Para wali murid mengeluhkan hal ini bukan hanya sekali atau dua kali, melainkan sudah sangat sering. Bahkan, pihak sekolah juga beberapa kali memberikan komplain kepada pihak SPPG, tetapi tidak pernah ditanggapi.
Tanggapan dari SPPG Dapur Bakti Mandiri
Kepala SPPG Dapur Bakti Mandiri Menes, Wahyudin, akhirnya angkat bicara terkait keluhan tersebut. Ia mengakui bahwa roti berjamur yang sempat dikeluhkan oleh orang tua siswa benar adanya. Namun, pihak supplier telah mengganti roti tersebut dengan roti yang baru.
“Iya, tapi sudah diganti. Dan kalau pun ada yang begitu lagi bisa langsung ditukar,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Ia menjelaskan bahwa roti yang dikeluhkan berasal dari produk UMKM wilayah Menes. Menurutnya, kehadiran SPPG di setiap wilayah harus memberikan dampak terhadap potensi lokal yang ada. Oleh karena itu, pihak dapur membeli produk UMKM di daerah sekitar, termasuk pabrik roti tawar yang ada di Menes.
Namun, jika ada cacat produksi, pihak dapur meminta pergantian produk. Saat ini, jumlah penerima MBG yang disajikan oleh SPPG Bakti Mandiri mencapai 3.388 penerima manfaat. SPPG juga menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua siswa atas kejadian ini.
Permintaan Maaf dari Supplier Roti
Supplier roti tawar Aly Bakery, Rusman Fauzi, juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Ia mengaku telah mengganti roti yang berjamur tersebut dengan roti yang baru kepada pihak penerima. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya terbuka dan transparan terhadap pelayanan serta pembuatan rotinya.
“Kami selalu terbuka dengan segala persiapan yang lebih matang, agar kejadian ini tidak terulang lagi,” ujarnya.
Upaya Konfirmasi dari Jurnalis
Jurnalis Infomalangraya.com telah berupaya mengkonfirmasi pihak Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) Dapur Bakti Mandiri Menes, baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat, namun belum berhasil mendapatkan jawaban. Hal ini menunjukkan kurangnya responsif dari pihak SPPG terhadap keluhan yang disampaikan oleh orang tua siswa.
Dengan adanya keluhan ini, diharapkan pihak terkait dapat segera melakukan evaluasi dan perbaikan agar pelayanan makanan yang diberikan kepada siswa lebih berkualitas dan layak konsumsi.







