Wisata Kuliner Sate Maranggi Mbah Goen di Kawung Tilu Menarik Pengunjung
Di tengah momen libur Imlek, puluhan warga ramai-ramai berkunjung ke wisata kuliner Sate Maranggi Mbah Goen yang berada di Wisata Kawung Tilu, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Lokasi ini menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin menikmati sajian khas Sunda sekaligus berwisata di tengah alam.
Suasana yang Menarik dan Berbeda
Saat memasuki area wisata, pengunjung langsung disambut dengan alunan musik khas Sunda yang mengalun lembut. Pintu gerbang masuk juga dirancang dengan ornamen khas Sunda yang menarik perhatian. Di dalamnya, terdapat hamparan hutan jati yang membuat suasana terasa segar dan tenang.
Selain itu, di sepanjang jalan menuju tempat makan terpasang lampu dekoratif dari bambu dengan atap caping yang menciptakan nuansa tradisional. Area tempat makan dibangun dalam bentuk saung atau joglo yang khas, lengkap dengan ornamen lampu hias di atasnya.
Pengalaman Pengunjung yang Membahagiakan
Putri Sukma, seorang pengunjung asal Tambun, mengaku baru pertama kali datang ke lokasi ini. Ia diajak oleh ayahnya setelah melihat tayangan di TikTok. Menurutnya, perjalanan jauh terbayar karena jalanan menuju wisata terlihat bersih dan rapi, serta suasana alam yang sangat nyaman.
“Bagus suasana alam-alam, saung bersih, jalanan ke sini juga bersih,” kata Putri saat diwawancarai di lokasi.
Ia memesan beberapa menu seperti sate maranggi, sop iga, jukut goreng, dan bakwan jagung. Menurutnya, harga yang ditawarkan terjangkau dan rasanya tidak kalah dengan Sate Maranggi di Purwakarta.
Keunikan Wisata Kawung Tilu
Pengelola Sate Maranggi Mbah Goen, Hijaz Al-Hadi, menjelaskan bahwa lokasi ini merupakan tempat kuliner Sate Maranggi pertama di wilayah timur Cikarang. Restoran ini sudah berdiri selama enam bulan lalu di Rest Area Mbah Goen di irigasi BKG 5 Kampung Ciranggon, Desa Cipayung.
Karena jumlah pengunjung semakin meningkat, maka Sate Maranggi Mbah Goen pun membuka cabang di Wisata Kawung Tilu. Menurut Hijaz, wisata ini telah ditetapkan sebagai desa wisata di Kabupaten Bekasi.
“Sate Marangginya sama dengan yang lain, bedanya suasana alam tempatnya. Dan pekerjanya warga kampung kita dari ibu rumah tangga, wisata sehingga tercipta roda perekonomian,” jelas Hijaz.
Menu yang Lengkap dan Harga Terjangkau
Selain Sate Maranggi, menu yang paling laku adalah sop iga, ikan nila, dan gurame. Fasilitas di lokasi wisata ini terdiri dari belasan saung atau gazebo untuk pengunjung makan. Selain itu, tersedia playground dan outbond yang siap digunakan.
Akses Gratis dan Fasilitas Lengkap
Masuk ke kawasan Wisata Kawung Tilu tidak dikenakan biaya tiket. Pengunjung bebas masuk meskipun hanya berfoto saja tanpa memesan makanan. Namun, Hijaz menyarankan agar pengunjung tidak melewatkan kesempatan untuk menikmati Sate Maranggi Mbah Goen.
Tersedia berbagai menu seperti sop iga, ikan gurame, ikan nila, cumi, ikan asin, jengkol, ayam bakar, pepes, jukut goreng, dan lainnya. Untuk minuman segar, tersedia jus alpukat, jus melon, jus mangga, es jeruk, dan es teh manis.
Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 70.000. Misalnya, Sate Maranggi dijual Rp 3.000–Rp 4.000 per tusuk, sop iga Rp 25.000 per porsi, jengkol balado Rp 15.000, ikan nila Rp 20–25 ribu, dan ikan gurame Rp 65–70 ribu.
Jam Operasional yang Fleksibel
Untuk jam operasional, Sate Maranggi Mbah Goen buka setiap hari Selasa-Kamis dari pukul 10.30 WIB hingga 19.00 WIB. Jumat buka dari pukul 13.00 WIB hingga 20.00 WIB. Sabtu-Minggu buka dari pukul 10.30 WIB hingga 20.00 WIB. Sedangkan hari Senin libur.






