Peran Sekolah Rakyat dalam Membangun Harapan Anak-anak Kurang Mampu
Program Sekolah Rakyat yang digagas oleh pemerintah kini semakin menunjukkan perannya sebagai jembatan harapan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Di berbagai daerah, program ini tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga menciptakan ruang tumbuh bagi generasi muda untuk kembali bermimpi dan membangun masa depan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengungkapkan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat mampu membangkitkan semangat belajar anak-anak yang sebelumnya menghadapi keterbatasan. Saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang, Jawa Timur, Arifah melihat langsung kebahagiaan para siswa yang kini memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan. “Program ini membuat anak-anak yang sebelumnya merasa tidak mungkin bersekolah, kini bisa bermimpi setinggi-tingginya,” ujarnya.
Menurut dia, program tersebut juga meringankan beban keluarga, sehingga orang tua dapat lebih tenang dalam memastikan pendidikan anak-anaknya tetap berlanjut. Sekolah Rakyat, lanjutnya, menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memenuhi hak dasar anak, khususnya di bidang pendidikan.
Program yang Berjalan di Jombang
Program yang mulai berjalan di Jombang sejak Juli 2025 itu saat ini menampung 100 siswa tingkat SMP dan SMA sebagai angkatan perdana. Para siswa tidak hanya mendapatkan akses pendidikan, tetapi juga fasilitas asrama dan pendampingan dari tenaga pendidik serta wali asuh. Dengan adanya program ini, anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan berkualitas.
Di wilayah lain, komitmen memperluas akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat juga terus digencarkan. Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, merencanakan pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Lanud Sri Mulyo Herlambang dengan memanfaatkan lahan seluas 6,7 hektare. Sekretaris Daerah Palembang Aprizal Hasyim menyatakan bahwa sekolah tersebut diproyeksikan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Program ini secara khusus ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang rentan putus sekolah.
Pendanaan dan Fasilitas yang Menyeluruh
“Sekolah Rakyat disiapkan pemerintah untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan pendidikan yang layak secara gratis,” ujar Kepala Dinas Sosial Palembang Raimon Lauri. Setiap siswa nantinya akan mendapatkan dukungan pembiayaan yang mencakup kebutuhan pendidikan, makan, hingga operasional belajar. Sekolah ini juga dirancang dengan fasilitas yang setara sekolah unggulan, sebagai upaya menghadirkan kualitas pendidikan yang merata.
Upaya serupa juga dilakukan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan kesiapannya mengawal pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah tersebut sebagai bagian dari percepatan program pendidikan gratis bagi masyarakat miskin. Pemerintah daerah setempat telah menyiapkan lahan seluas 9,6 hektare yang memenuhi persyaratan pembangunan. Bupati OKU Timur Lanosin menyatakan komitmen penuh dalam mendukung program tersebut sebagai langkah strategis pengentasan kemiskinan melalui pendidikan.
Keberadaan Nasional dan Progres Pembangunan
Secara nasional, Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk menjangkau anak-anak dari kelompok ekonomi terbawah. Program ini tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan berbagai kebijakan sosial lain seperti layanan kesehatan, pemenuhan gizi, hingga dukungan perumahan bagi keluarga penerima manfaat.
Kementerian Sosial mencatat, hingga saat ini telah terdapat 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di 38 provinsi dengan kapasitas lebih dari 15 ribu siswa, didukung ribuan tenaga pendidik dan kependidikan. Di sisi pembangunan infrastruktur, pemerintah juga memastikan percepatan realisasi program. Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menyebut progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, telah mencapai 18 persen dengan deviasi positif. Ia menargetkan pembangunan rampung pada Juni 2026 agar dapat segera digunakan untuk penerimaan siswa baru.
Tantangan dan Harapan
Program pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II sendiri dilaksanakan di 104 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Sekolah Rakyat membawa pesan yang lebih dalam: bahwa setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, berhak memiliki masa depan yang lebih baik.
Di tengah berbagai keterbatasan, program ini hadir sebagai pengingat bahwa pendidikan bukan sekadar fasilitas, melainkan harapan, yang kini perlahan mulai menyala kembali di wajah-wajah muda di berbagai penjuru negeri.







