Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Perubahan Paradigma Hukum Pidana Nasional

    9 Februari 2026

    KPK Cari Bukti di Kantor Bea Cukai dan Rumah Rizal

    9 Februari 2026

    Genosida di Palestina, Warga Minta Kejaksaan Jerat Netanyahu dengan UU Baru

    9 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 9 Februari 2026
    Trending
    • Perubahan Paradigma Hukum Pidana Nasional
    • KPK Cari Bukti di Kantor Bea Cukai dan Rumah Rizal
    • Genosida di Palestina, Warga Minta Kejaksaan Jerat Netanyahu dengan UU Baru
    • Rute darat Surabaya ke Purbalingga tercepat dan efisien
    • Ketua PN Depok Ditangkap KPK, Bungkam dan Gelengkan Kepala
    • Pesona Air Panas Torong, Wisata Keluarga Murah di Banten
    • KPK Amankan Rp 850 Juta dari Ketua PN Depok Tersangka Suap Sengketa Lahan
    • 4 Rute Tercepat dan Efisien dari Surabaya ke Purbalingga
    • 3 Rute Indah dari Kediri ke Malang: Cocok untuk Healing
    • Okupansi Hotel Kota Malang Melonjak Jelang Ulang Tahun 1 Abad NU
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Setelah Oase Diplomasi Oman, Amerika Langsung Jatuhkan Sanksi Baru untuk Iran

    Setelah Oase Diplomasi Oman, Amerika Langsung Jatuhkan Sanksi Baru untuk Iran

    adm_imradm_imr8 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pembicaraan Diplomasi dan Sanksi Ekonomi: Dua Jalur yang Berbeda



    Pembicaraan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat di Muscat, Oman, disambut dengan harapan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai “awal yang baik”. Namun, hanya beberapa jam setelah pembicaraan selesai, Washington mengumumkan paket sanksi baru yang menargetkan ekspor minyak Iran. Kedua peristiwa ini menggambarkan dinamika hubungan antara kedua negara yang penuh kontras.

    Suasana Hangat di Tengah Gurun

    Pembicaraan yang difasilitasi oleh Oman pada hari Jumat (22/11) berlangsung dalam suasana hati-hati namun penuh harap. Araghchi, usai berdialog dengan delegasi AS yang dipimpin oleh Utusan Khusus Presiden Steve Witkoff dan Jared Kushner, menyampaikan kesan positif kepada wartawan. Ia mengatakan bahwa semua kepentingan dan kekhawatiran Iran telah tersampaikan dalam atmosfer yang konstruktif, sementara pandangan pihak Amerika juga didengar.

    Pernyataan Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi, memperkuat kerangka diplomasi ini. Dalam pernyataan resmi di akun X, Kementerian Luar Negeri Oman menegaskan bahwa konsultasi terpisah dengan kedua delegasi berfokus pada “penciptaan kondisi yang tepat untuk dimulainya kembali negosiasi diplomatik dan teknis”.

    Oman, dengan peran tradisionalnya sebagai mediator tenang di kawasan, menekankan komitmennya untuk menjembatani perbedaan dan mendukung pencapaian solusi politik yang membawa keamanan dan stabilitas jangka panjang.

    Laporan dari media Lebanon, Al Mayadeen, memberikan gambaran yang lebih netral. Menurut mereka, atmosfer pembicaraan “tidak positif maupun negatif”, dengan agenda yang sangat ketat hanya seputar program nuklir Iran. Namun, fakta bahwa pertemuan ini bisa terselenggara, meski sementara, dinilai sebagai langkah penting untuk meredam ketegangan dan mengurangi risiko konfrontasi militer yang kerap menghantui Teluk Persia.

    Sanksi Menghancurkan Harapan

    Namun, oasis diplomasi di Muscat segera dikelilingi badai sanksi dari Washington. Hanya beberapa saat setelah pembicaraan usai, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat secara resmi mengumumkan paket sanksi baru untuk membatasi ekspor minyak Iran.

    Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, dengan tegas menyatakan alasan di balik langkah ini. “Iran menggunakan pendapatan minyak untuk ‘mendanai kegiatan destabilisasi di seluruh dunia dan meningkatkan penindasan di dalam Iran,’” katanya.

    Ia menegaskan komitmen Presiden Donald Trump untuk terus menekan ekspor minyak dan petrokimia “ilegal” Iran sebagai bagian dari kebijakan “tekanan maksimum”.

    Sanksi kali ini secara spesifik menargetkan 14 kapal tanker yang diduga mengangkut minyak Iran, termasuk beberapa yang berbendera Turki dan India. Transaksi apa pun dengan kapal-kapal tersebut akan diblokir.

    Tak hanya itu, Washington juga menjatuhkan sanksi terhadap 15 entitas dan dua individu yang dianggap mendukung jaringan ekspor energi Iran. Langkah ini adalah kelanjutan dari kebijakan yang telah dimulai sejak masa pemerintahan pertama Trump, yang bertujuan memaksa semua negara menghentikan impor minyak dari Tehran.

    Dua Langkah Maju, Satu Langkah Mundur?

    Situasi yang terjadi pada Jumat itu adalah potret nyata dari dinamika hubungan AS-Iran yang penuh paradoks. Di satu sisi, ada keinginan yang tampak nyata, bahkan dari pihak yang bertahun-tahun berseberangan, untuk duduk dan berbicara.

    Pembicaraan di Muscat, meski tidak langsung, adalah kanal komunikasi penting yang bisa mencegah kesalahpahaman yang berbahaya. Pernyataan Araghchi dan dukungan kuat Oman menunjukkan adanya ruang yang sangat kecil, namun nyata, untuk manuver diplomatik.

    Di sisi lain, logika “tekanan maksimum” dari Washington tampaknya tidak akan dikompromikan. Pengumuman sanksi yang hampir bersamaan dengan berakhirnya pembicaraan mengirimkan pesan yang jelas: Amerika Serikat tidak akan melunakkan posisinya di meja perundingan.

    Sanksi adalah alat leverage utama, dan penggunaannya justru diintensifkan di saat dialog dibuka. Bagi Iran, ini bisa dilihat sebagai sikap tidak baik hati dan merusak “suasana positif” yang baru saja dibangun.

    Konteks domestik juga tidak boleh diabaikan. Pembicaraan ini terjadi di tengah gelombang protes dalam negeri Iran yang ditangani dengan keras oleh pemerintah, serta ancaman militer AS yang terus menggelayut.

    Bagi pemerintahan Trump, menunjukkan ketegasan melalui sanksi mungkin diperlukan untuk menangkapi kritik dari pihak yang menentang pendekatan diplomatik dengan Tehran. Bagi pemerintah Iran, mereka harus menunjukkan kepada publik bahwa diplomasi bisa membawa hasil nyata, meski tekanan justru meningkat.

    Jalan ke depan tetap berliku. Kesepakatan untuk “melanjutkan pembicaraan” adalah secercah harapan, tetapi ketiadaan jadwal pasti dan terus berlanjutnya sanksi menciptakan ketidakpastian yang besar. Oman dan mitra regional lainnya akan terus memainkan peran krusial sebagai penjaga pintu dialog tetap terbuka.

    Namun, pada akhirnya, keberhasilan proses ini akan ditentukan oleh kemampuan kedua pihak, Washington dan Tehran, untuk mengelola ekspektasi, membangun kepercayaan secara konkret di tengah saling menekan, dan menemukan titik temu antara keamanan nasional masing-masing dengan perdamaian regional yang lebih luas. Pertanyaan besarnya tetap: akankah “awal yang baik” ini mampu bertahan di tengah badai sanksi yang tak kunjung reda?

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kapal Bantuan Global Akan Berlayar ke Gaza Bulan Depan

    By adm_imr8 Februari 20261 Views

    Apa Itu Gong Xi Fa Cai? Bukan Ucapan Tahun Baru Imlek, Ini Maknanya!

    By adm_imr8 Februari 20260 Views

    Nouri al-Maliki: Politisi Irak yang Menggemparkan Washington dan Membuat Tehran Tersenyum

    By adm_imr8 Februari 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Perubahan Paradigma Hukum Pidana Nasional

    9 Februari 2026

    KPK Cari Bukti di Kantor Bea Cukai dan Rumah Rizal

    9 Februari 2026

    Genosida di Palestina, Warga Minta Kejaksaan Jerat Netanyahu dengan UU Baru

    9 Februari 2026

    Rute darat Surabaya ke Purbalingga tercepat dan efisien

    9 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Oknum Satpam Memang Beda! Diduga Berawal Dari Teman Kantor Hingga Berduaan di Hotel

    7 Februari 2026

    Dengan tren positif, PSMS Medan incar poin di kandang Garudayaksa FC

    1 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?