Kemenangan PSMS Medan Berikan Suntikan Moral
Kemenangan meyakinkan dengan skor 3-1 atas Sumsel United FC pada pekan ke-19 Pegadaian Championship musim 2025/2026 menjadi suntikan moral penting bagi PSMS Medan. Namun, hasil positif tersebut tidak ingin berlarut-larut dirayakan. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu langsung mengalihkan fokus untuk menatap laga selanjutnya.
Tiga poin yang diraih di Stadion Utama Sumatera Utara, Sabtu (14/2) malam, tidak hanya menjaga posisi PSMS di papan klasemen, tetapi juga mempertegas konsistensi permainan mereka dalam beberapa pertandingan terakhir. Meski demikian, tim pelatih menilai pekerjaan belum selesai. Masih ada laga-laga krusial yang menentukan langkah PSMS di fase ini.
Ujian berikutnya adalah lawatan ke markas Persekat Tegal di Stadion Tri Sanja pada Sabtu (21/2). Secara posisi klasemen, Persekat memang berada di papan bawah. Namun secara rekor pertemuan, PSMS justru belum mampu meraih kemenangan dalam dua laga terakhir melawan tim berjuluk Laskar Ki Gede Sebayu tersebut. Catatan itu menjadi pengingat bahwa laga tandang nanti dipastikan tidak akan mudah.
Persiapan Tim Pelatih
Pelatih Kepala PSMS, Eko Purdjianto, memastikan kondisi skuadnya relatif aman usai pertandingan terakhir. Berdasarkan laporan tim medis, tidak ada pemain yang mengalami cedera serius, hanya beberapa keluhan ringan akibat kelelahan setelah menjalani pertandingan dengan intensitas tinggi.
“Semua pemain tidak ada masalah, hanya cedera ringan saja sejauh ini dari laporan dokter. Besok sore kita mulai latihan. Hari ini kita masih libur karena pemain kemarin sudah bekerja keras. Besok sore pemain harus sudah siap menjalani latihan atau persiapan menghadapi Persekat Tegal,” kata Eko kepada Tribun Medan, Senin (16/2).
Eko menjelaskan, libur singkat yang diberikan kepada para pemain merupakan bagian dari program pemulihan kondisi fisik setelah menjalani laga dengan intensitas tinggi. Ia menuturkan, tim pelatih telah menyusun agenda latihan yang akan difokuskan pada sesi taktikal conditioning guna mengembalikan kebugaran sekaligus mematangkan aspek strategi jelang laga tandang.
“Besok kita sudah mulai masuk di taktikal conditioning karena libur ini sudah bagian dari recovery. Persiapan kita menghadapi Persekat Tegal tetap seperti biasa, seperti kita menghadapi tim-tim lawan sebelumnya. Target kita setiap pertandingan harus tetap fokus untuk bisa mendapatkan poin agar posisi kita di klasemen tetap terjaga,” jelasnya.
Persaingan Di Grup Musim Ini
Menurut Eko, persaingan di grup musim ini terbilang ketat karena kualitas antar tim relatif merata. Ia menilai tidak ada lawan yang bisa dianggap enteng, termasuk tim Persekat Tegal yang berada di papan bawah sekalipun. Dalam kompetisi yang berjalan dinamis, setiap tim memiliki peluang untuk saling mengalahkan.
“Kita tetap seperti di awal, semua tim di grup ini sama kualitasnya. Buat kami siapapun lawannya itu tetap pertandingan final. Kita bisa saling mengalahkan dan bisa saling dikalahkan. Jadi kita fokus pada tim kita sendiri, siapapun lawannya kita harus tetap fokus,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan para pemain agar tidak terjebak dalam euforia kemenangan atas Sumsel United FC. Baginya, konsistensi dan fokus menjadi kunci utama jika PSMS ingin terus menjaga peluang mencapai target musim ini. “Euforia selesai. Setiap pertandingan adalah final. Kemarin pemain sudah memaksimalkan semuanya dan hasilnya cukup bagus buat kita. Tapi kita harus tetap fokus di pertandingan berikutnya untuk mendapatkan apa yang kita inginkan,” pungkas Eko.
Harapan Presiden Klub
Berharap John Herdman Pantau Laga PSMS
PRESIDEN Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan, berharap pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia John Herdman dapat menyaksikan langsung pertandingan tim berjuluk Ayam Kinantan pada kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026.
Harapan tersebut disampaikan Fendi menyusul kehadiran pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, yang terlihat memantau laga Championship antara Garudayaksa FC melawan Persekat Tegal di Stadion Pakansari, pada Sabtu (14/2) lalu.
Menanggapi langkah tersebut, Fendi menyambut positif perhatian yang diberikan jajaran pelatih Timnas terhadap kompetisi di level kedua sepak bola nasional. Menurutnya, kehadiran pelatih Timnas di stadion akan menjadi motivasi tambahan bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. “Ya, saya rasa bagus ya, akan menambah semangat pemain-pemain muda lainnya untuk bermain lebih baik karena mereka ada kesempatan untuk bermain di timnas,” ujar Fendi.
Ia menilai, peluang dipantau langsung oleh pelatih Timnas akan membuka ruang yang lebih luas bagi talenta-talenta muda daerah untuk unjuk gigi. Fendi juga menegaskan bahwa PSMS saat ini memiliki sejumlah pemain muda potensial yang layak mendapat perhatian di level nasional.
Bahkan, Fendi menyatakan pihaknya sangat terbuka apabila Herdman berkenan datang langsung ke Medan untuk menyaksikan pertandingan PSMS, khususnya saat laga kandang.
“Kita harapkan Pelatih Timnas (Herdman) bisa ke Medan untuk melihat pemain-pemain muda kita yang bagus-bagus, atau nanti saat kita bertanding home mungkin,” katanya.







