Dalam perjalanan kariernya yang telah menghadapi lebih dari 90 pertandingan, Shadow Singha Mawynn selalu melihat sosok yang sama di samping ring: ibunya. Bagi petarung asal Thailand ini, sang ibu telah mengajarkan arti sebenarnya dari pantang menyerah jauh sebelum dia mengenal dunia Muay Thai.
Pada hari Sabtu (14/2/2026) pagi, Shadow akan menghadapi tantangan terbesar dalam hidupnya saat bertarung melawan Nico Carrillo untuk memperebutkan gelar juara interim kelas bulu Muay Thai ONE Championship di acara ONE Fight Night 40. Pertandingan ini akan berlangsung di Lumpinee Stadium, Bangkok.
Di balik ambisi meraih sabuk emas, ada kisah perjuangan yang lebih dalam tentang ikatan seorang anak dan ibu tunggal yang berjuang melawan dunia. Shadow tumbuh di Provinsi Tak, di mana kehidupan membutuhkan kerja keras dan ketabahan. Sejak dini, ia belajar arti ketabahan dengan membantu ibunya menggali singkong dan mengangkutnya ke truk.
“Kami sangat dekat. Ibu adalah orang yang tidak pernah menyerah,” kenang Shadow. “Saat masih kelas 4 SD, saya membantu ibu menggali singkong dan membawanya dalam karung ke truk. Beratnya beberapa ton untuk mengisi seluruh truk.”
“Saya hanya melakukannya selama seminggu dan seluruh tubuh saya sakit, tetapi ibu melakukan itu setiap hari.”
“Bahkan ketika sedang tidak enak badan, dia tidak pernah berhenti atau keluarga kami tidak akan punya makanan di meja. Ibu adalah idola saya.”
Menurut Shadow, ibunya bukanlah sosok yang mengajarkannya lewat kata-kata, melainkan lewat tindakan. Teladan tersebut terbawa saat ia bertarung di atas ring. “Ibu adalah orang yang tidak pernah menyerah dengan mudah. Jadi ketika saya di ring, saya memikirkannya dan menjadi orang yang tidak mudah menyerah juga,” ujar petarung kelahiran 11 Februari 2000 ini.
Dibesarkan oleh ibu yang berjuang seorang diri membuat mentalnya semakin tajam. Meski bertubuh relatif kecil, sang ibu memiliki kekuatan yang besar. Hal itu menjadi pengingat bagi Shadow setiap kali dia ingin menyerah.
“Dibesarkan oleh seorang wanita tidak membuat saya lembek sama sekali. Ibu saya lebih tangguh dari kebanyakan pria yang saya kenal.”
“Dulu, meskipun bertubuh kecil, ibu bisa mengangkut dua karung rebung, sama banyaknya dengan yang bisa saya bawa,” lanjut Shadow.
Pola asuh tersebut juga datang dengan kebebasan dan kepercayaan. Ibunya membiarkan Shadow belajar tentang kehidupan dengan caranya sendiri. Bahkan ketika ibunya tahu dia diam-diam berlatih Muay Thai pada usia 13 tahun, penolakan akhirnya berubah menjadi pemahaman.
Kini setelah kariernya berkembang dan berlaga di ONE Championship, keadaan finansial Shadow membaik. Jagoan yang telah bertarung lebih dari 100 kali di arena kickboxing itu telah meraih kontrak senilai 100 ribu dolar AS (Rp1,7 miliar) bersama ONE Championship. Pada September lalu, dia juga meraih bonus senilai 50 ribu dolar AS berkat kemenangan atas Bampara Kouyate.
Dengan kondisi finansial yang terus membaik, Shadow ingin sang ibu untuk berhenti bekerja. “Saya bisa mengurusnya sekarang dan menyuruh ibu berhenti bekerja. Saya senang bisa menghidupinya dan bertanggung jawab atas semua pengeluaran,” kata Shadow. “Tetapi ibu masih ingin bekerja karena dia sudah bekerja sejak muda. Dia kecanduan bekerja.”
Bersiap menghadapi Carrillo dalam pertarungan terbesar selama kariernya, Shadow Singha Mawynn akan berjuang demi meraih sabuk emas. Namun di balik itu semua, motivasinya jauh lebih sederhana. Dia hanya ingin membuktikan kepada ibunya bahwa perjuangan yang telah mereka jalani akan membuahkan hasil.
“Ini tentang saya dan ibu yang melawan dunia. Kami telah bertahan begitu banyak sehingga ikatan kami suci.”
“Jika seseorang ingin bicara kasar tentang saya, saya tidak peduli. Tetapi jika bicara tentang ibu saya? Di situlah batasnya,” tegasnya.
“Saya kuat hari ini karena saya memiliki ibu sebagai panutan,” pungkas Shadow.
ONE Fight Night 40 akan tayang pada Sabtu (14/2/2026) mulai pukul 08.00 WIB di Vidio, YouTube, dan Facebook ONE Championship.







