Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 11 Kota Malang
SMPN 11 Kota Malang kembali memberikan paket makan bergizi gratis (MBG) kepada para siswanya. Kali ini, siswa menerima menu MBG dalam dua hari sekaligus, yaitu untuk akhir pekan. Menu yang diberikan mencakup berbagai bahan seperti buah, telur asin, roti, kacang, dan susu.
Di sekolah tersebut, terdapat sebanyak 824 pelajar dan 40 guru yang mendapatkan layanan makan bergizi gratis. Setiap Jumat, siswa selalu menerima paket yang diperuntukkan selama dua hari hingga Sabtu. Menu yang disajikan biasanya mencakup roti, karbohidrat, buah, dan susu.
Menurut Ida, salah satu guru di SMPN 11 Kota Malang, program MBG berjalan lancar tanpa adanya keluhan dari siswa maupun wali murid. “Alhamdulillah, menu-menunya layak dan anak-anak serta guru senang,” ujarnya.
Pihak sekolah melibatkan tenaga tata usaha, guru, dan petugas lainnya dalam distribusi makanan. Siswa juga turut membantu dalam proses tersebut. Dengan begitu, distribusi bisa berjalan lebih efisien.
Tanggapan Positif dari Siswa dan Wali Murid
Kinara Naira Ramadan, seorang siswa SMPN 11 Kota Malang, mengungkapkan rasa senangnya atas pemberian makan bergizi gratis. Menurutnya, bahan yang diberikan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan energi. Ia menyebutkan bahwa dirinya mendapatkan telur asin, buah, roti, dan susu. “Saya tidak merasa ada yang kurang dari layanan ini,” katanya.
Neni Nuraini, wali murid yang menjemput anaknya, menilai menu MBG di SMPN 11 sangat ideal. Menurutnya, menu tersebut telah memenuhi kebutuhan serat, protein, dan karbohidrat. “Saya rasa bagus di sini, daripada di tempat lain,” ujarnya. Meski begitu, ia tetap meminta agar keamanan makanan benar-benar diperhatikan.
Perbedaan Menu antara SMPN 11 dengan Sekolah Lain
Menu MBG yang diberikan kepada siswa di SMPN 11 Kota Malang berbeda dengan yang diterima oleh siswa di SMP 2 Muhammadiyah Kota Malang. Pada hari kedua distribusi di Bulan Ramadan, siswa di SMP 2 Muhammadiyah menerima pisang, kacang rebus, telur puyuh, dan roti berbentuk pizza.
Kepala SMP Muhammadiyah 2 Kota Malang, Supriyanto, menilai kualitas menu MBG masih perlu ditingkatkan agar benar-benar memenuhi unsur gizi seimbang. Menurutnya, program MBG sudah berjalan baik, termasuk selama bulan puasa. Namun, dari segi komposisi, masih ada beberapa unsur yang perlu dilengkapi.
“Ya mestinya ada hal-hal yang perlu ditambahkan lagi, seperti keseimbangan antara proteinnya harus ada. Harapan kami MBG ada, namun untuk kualitasnya bisa ditingkatkan lebih baik lagi,” ujarnya.
Tantangan dalam Program Makan Bergizi Gratis
Meskipun program MBG dianggap berhasil, masih ada tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah keamanan makanan. Beberapa kasus keracunan yang dilaporkan di sekolah-sekolah lain membuat wali murid khawatir. Meski di SMPN 11 Kota Malang belum pernah ada laporan keracunan, Neni tetap merasa waspada sebagai orangtua.
Selain itu, peningkatan kualitas menu menjadi fokus utama bagi beberapa sekolah. Supriyanto menekankan pentingnya keseimbangan nutrisi dalam setiap paket makanan. Hal ini menjadi langkah penting untuk memastikan kesehatan dan kenyamanan siswa dalam menjalani aktivitas belajar mengajar.







