Yogi Saputra, Pemain Futsal Indonesia yang Kembali ke Cirebon dengan Harapan dan Inspirasi
Yogi Saputra (23), pemain Timnas Futsal Indonesia asal Cirebon, kembali ke kampung halamannya tanpa gelar juara Asia. Namun, perjalanan panjangnya dalam mengikuti Piala Asia Futsal 2026 membawa banyak makna bagi masyarakat di daerahnya.
Pencapaian Yogi bersama Timnas Futsal Indonesia hingga menembus partai final mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang memberikan penghargaan langsung atas perjuangan Yogi dalam memperkuat Merah Putih di level internasional.
Apresiasi dari Pemkot Cirebon
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap Yogi Saputra. Ia menilai bahwa keberhasilan Yogi tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga simbol bahwa anak daerah mampu bersaing dan mengharumkan nama bangsa di panggung dunia.
“Iya, saya juga memberikan apresiasi yang sangat luar biasa atas nama Pemerintah Kota Cirebon tentunya, untuk anak kita, Yogi, yang masuk ke jajaran Timnas futsal. Ini luar biasa sekali,” ujar Edo saat diwawancarai media di Balai Kota Cirebon, Senin (9/2/2026).
Edo menekankan bahwa kontribusi Yogi di pentas Asia sangat dibutuhkan untuk membangkitkan semangat olahraga di daerah. Ia berharap keberhasilan tersebut bisa menjadi pemantik lahirnya atlet-atlet baru dari Cirebon di berbagai cabang olahraga.
“Kontribusi seperti ini sangat diperlukan bagi insan olahraga. Tentunya saya juga sangat berharap nanti ada Yogi-Yogi selanjutnya di berbagai macam cabang olahraga,” jelas dia.
Langkah Konkret dari Pemkot Cirebon
Tidak hanya memberikan pujian, Pemkot Cirebon juga menyiapkan langkah konkret sebagai bentuk apresiasi kepada Yogi Saputra. Edo memastikan bahwa Yogi akan diundang ke Balai Kota untuk bertemu langsung dengan jajaran pemerintah dan masyarakat.
“Iya, insyaallah nanti kita akan undang ke Balai Kota secara khusus. Nanti kita juga bisa berdialog dengan Yogi. Dan ini sebagai motivasi untuk teman-temannya, untuk saudara-saudara kita,” katanya.
Edo juga menegaskan bahwa prestasi olahraga harus terus dijaga dan didorong agar mampu bersaing di level lebih tinggi.
“Tentunya ayo, prestasi olahraga jangan kita tinggalkan. Kita berlomba untuk menyandang predikat itu, skala nasional bahkan mungkin skala internasional,” ujarnya.
Pengalaman Berharga di Piala Asia Futsal 2026
Yogi Saputra kembali menjejak kampung halamannya di Kampung Karanganyar, Kelurahan Jagasatru Selatan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Minggu (8/2/2026), usai menuntaskan tugas bersama Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia Futsal 2026. Meskipun pulang tanpa gelar juara, kisah yang dibawanya jauh lebih berharga.
Debut pertamanya di Piala Asia, duel melawan raksasa Asia seperti Jepang dan Iran, hingga partai final yang harus ditentukan lewat adu penalti, menjadi pengalaman tak terlupakan baginya.
“Ya, ini event pertama debut Yogi di Piala Asia, apalagi di Timnas. Melawan Jepang dan Iran, kualitasnya di atas rata-rata,” ujar Yogi saat ditemui di rumahnya.
Partai final melawan Iran menjadi puncak drama. Timnas Futsal Indonesia sempat unggul dua gol sebelum akhirnya disamakan dan harus mengakui keunggulan Iran lewat adu penalti.
“Ya sangat sayang sekali, sudah unggul tapi kita belum bisa mempertahankan skor, jadi kita kalah di adu penalti,” ujarnya.
Meski gagal mengangkat trofi, Yogi menilai pujian dari pelatih Iran yang menyebut Indonesia sebagai tim yang ‘kalah rasa juara’ sangat pantas disematkan kepada skuad Merah Putih.
“Itu sangat pantas sih, soalnya kita melawan raja Asia yaitu Iran, kita bermain imbang, apalagi sampai adu penalti. Itu cukup bagus buat kita sendiri,” jelasnya.
Mimpi Besar di Masa Depan
Ke depan, Yogi menyimpan mimpi besar bersama Timnas Futsal Indonesia. Ia berharap dapat terus konsisten di Timnas ini dan membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia.
“Harapan pribadi saya semoga terus konsisten di Timnas ini, semoga bisa membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia,” katanya.
Di balik pencapaian itu, Yogi mengaku dorongan terbesarnya datang dari keluarga. “Ya salah satunya keluarga Yogi, ingin mengangkat derajat keluarga Yogi, khususnya orang tua. Itu buat semangat tersendiri buat Yogi,” ujarnya.
Ia pun menutup dengan pesan sederhana kepada para pendukung Timnas. “Terima kasih untuk masyarakat Indonesia yang sudah mendukung Timnas kami,” ucap Yogi.







