Pengertian Sholat Tarawih
Sholat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang dilaksanakan khusus pada malam-malam bulan Ramadan. Ibadah ini dilakukan setelah sholat Isya dan sebelum sholat Witir. Tujuan dari sholat Tarawih adalah untuk memperkuat iman, meningkatkan kesadaran spiritual, serta memperbanyak amal kebaikan selama bulan suci tersebut.
Hukum sholat Tarawih termasuk dalam kategori sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan bagi laki-laki maupun perempuan. Meskipun tidak wajib, namun banyak ulama menekankan pentingnya menjalankannya secara berjamaah di masjid atau sendiri di rumah.
Jumlah rakaat sholat Tarawih bervariasi, tergantung pada pendapat mazhab atau tradisi setempat. Umumnya, ada dua pendapat utama, yaitu:
- 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir
- 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir
Kedua bentuk ini memiliki perbedaan dalam cara pelaksanaannya, tetapi tujuannya tetap sama, yaitu untuk memperdalam khusyu’ dalam beribadah dan merayakan bulan Ramadan dengan penuh makna.
Waktu Pelaksanaan Sholat Tarawih Awal Ramadan 2026
Pelaksanaan sholat Tarawih pertama sangat bergantung pada penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah. Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan rukyatul hilal pada 17 Februari 2026 di 96 titik di seluruh Indonesia. Hasil pengamatan akan dibahas dalam sidang isbat yang digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jakarta, pada hari yang sama.
Jika sidang isbat menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026, maka sholat Tarawih pertama akan dilaksanakan pada malam sebelumnya, yaitu Selasa malam, 17 Februari 2026, setelah sholat Isya.
Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, 1 Ramadan 1447 H ditetapkan jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026, sehingga umat Muhammadiyah akan memulai sholat Tarawih pada Selasa malam, 17 Februari 2026.
Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Menurut Buku Tuntunan Salat Sunah Tarawih dan Witir Tahun 1445 H/2024 yang diterbitkan Kanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Riau, terdapat dua pendapat utama terkait jumlah rakaat Tarawih:
20 rakaat + 3 rakaat witir
Biasanya dilakukan 2 rakaat salam berulang hingga genap 20 rakaat, kemudian ditutup dengan 3 rakaat witir (2 rakaat salam + 1 rakaat salam).8 rakaat + 3 rakaat witir
Dapat dilakukan dengan beberapa variasi, misalnya 2 rakaat salam berulang hingga 8 rakaat, lalu witir 3 rakaat (bisa 2 rakaat salam + 1 rakaat atau langsung 3 rakaat sekaligus).
Pemilihan jumlah rakaat bisa disesuaikan dengan kemampuan dan kebiasaan masing-masing individu.
Tata Cara Sholat Tarawih

Berikut tata cara sholat Tarawih:
Membaca niat:
أَصَلَّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku niat salat Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”Takbiratul ihram dengan tumaninah
Membaca doa iftitah
Membaca surat Al-Fatihah
Membaca surat Al-Qur’an
Ruku dengan tumaninah
Iktidal dengan tumaninah
Sujud pertama dengan tumaninah
Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah
Sujud kedua dengan tumaninah
Lakukan gerakan yang sama seperti rakaat pertama
Tasyahud akhir dengan tumaninah
Kemudian salam setelah 2 rakaat
Setelah 8 rakaat atau 20 rakaat, lanjut dengan sholat Witir.
Niat Sholat Witir
أُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku niat salat Sunah sebagian dari Witir rakaat karena Allah Ta’ala.”
Doa Kamilin

Doa Kamilin dibaca setelah selesai melaksanakan sholat Tarawih:
اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنْ … وَبِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Transliterasi:
Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn … Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.
Artinya:
“Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban, menjaga shalat, menunaikan zakat, mencari ridha-Mu, berpaling dari kebatilan, zuhud di dunia, mencintai akhirat, mensyukuri nikmat, bersabar atas musibah, dan termasuk orang-orang yang diterima amalnya. Semoga Engkau melimpahkan rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan para shahabatnya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”







